Hukum & Kriminal

Kapolres dan Dandim : Tetaplah Beribadah, Jangan Takut Teroris karena Kami Ada


Kapolres dan Dandim 1710 Mimika

MIMIKA, BM

Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata dan Dandim 1710 Mimika, Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya meminta masyarakat Mimika terutama yang beragama kristen agar tetap setia menjalankan ibadah Paskah.

Keduanya meminta warga Mimika agar tidak takut terhadap ancaman teroris paska kejadian pengeboman yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, beberapa hari lalu.

"Saya ingatkan khususnya TNI-Polri dan seluruh masyarakat di Kabupaten Mimika agar kita tidak boleh takut dengan teroris, silahkan laporkan kepada kita jika ada hal-hal yang mencurigakan," ungkap Kapolres seusai apel gelar pasukan di Lapangan Timika Indah, Kamis (1/4).

Menurut Kapolres Era aksi terorisme yang dilakukan adalah perbuatan oknum dan kelompok-kelompok radikal yang tidak sepaham dengan NKRI.

"Walaupun di Timika sampai saat ini belum ada informasi adanya teroris tapi kita tidak boleh gegabah dan akan tetap pantau dan selalu antisipasi,"ujar Kapolres.

Dandim 1710 Mimika, Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya mengatakan aksi teror yang dilakukan terorisme tujuannya untuk menciptakan rasa takut.

"Kami harap umat jangan takut. Tetap laksanakan ibadah dengan baik, aman, nyaman dan penuh rasa khidmat. Kami aparat di Mimika sudah siapkan semuanya sama seperti perayaan ibadah sebelumnya," paparnya.

Dandin Yoga menegaskan  pengamanan terhadap gereja-gereja dilakukan secara menyeluruh baik di luar halaman hingga dalam gereja.

"Umat tetap beribadah di dalam, kami di luar selalu ada untuk menjaga keamanan dan kenyamanan," tegasnya.

Melalui telepon pagi ini, Dandim Yoga juga mengatakan bahwa sejak pukul 05.00 Wit hari ini, pasukan gabungan ditambah ormas telah ditempatkan di gereja-gereja sesuai penugasan masing-masing.

"Ibadah Kamis Putih tadi malam berjalan baik dan aman. Kita harap Jumat Agung hari ini juga demikian. Tadi pagi kami sudah gelar pasukan dan pasukan sudah insert ke gereja-gereja jam 5 pagi. Pengamanan ini dilakukan mulai tadi malam sampai Paskah kedua senin nanti," jelansya.

Pengamanan perayaan Paskah tahun ini, sama dengan tahun sebelumnya karena pengamanan dilakukan oleh TNI-Polri bersama organisasi masyarakat (ormas) lintas suku dan agama di Mimika.

Jumlah pasukan gabungan baik TNI-Polri dan ormas yang melakukan pengamanan di perayaan Paskah ini mencapai 1000-an orang.

Untuk TNI saja berjumlah 350 personil yang merupakan gabungan dari Kodim, Koramil, Denkav dan 757. (Ignas & Ronald)

Cegah Aksi Terorisme di Kamis Putih Hingga Paskah, Mimika Siapkan Semua Ini



Apel gelar pasukan pengamanan Kamis Putih hingga Paskah Kedua

Tandai Pengamanan Paskah, TNI Polri  dan Ormas  Laksanakan Apel Gelar Pasukan

MIMIKA, BM

Sebagai wujud nyata dalam memberikan rasa nyaman, aman dan tentram bagi umat Kristiani yang akan menjalani ibadah Paskah, TNI-Polri laksanakan apel gelar pasukan di Lapangan Timika Indah, Kamis (1/4).

Dalam pelaksanaan apel gelar pasukan ini juga melibatkan ormas-ormas masyarakat yang peduli keamanan.

Apel gelar pasukan ini dipimpin langsung oleh Danlanud Yohanis Kapiyau Letkol Pnb Surano dengan didampingi pimpinan-pimpinan satuan TNI-Polri di Timika.

Danlanud Yohanis Kapiyau Letkol Pnb Surano dalam amanatnya menyampaikan bahwa apel gelar pasukan dilaksanakan untuk memberikan rasa nyaman, aman dan tentram bagi umat Kristiani yang akan melaksanakan ibadah Paskah.

Seusai apel, Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata menyampaikan bahwa untuk total keseluruhan personil gabungan baik TNI-Polri dan ormas-ormas masyarakat itu kurang lebih 1000 personil.

"Jadi selain personil gabungan yang dilibatkan dalam pengamanan disetiap gereja, diharapkan juga pemuda-pemuda Gereja untuk ikut memantau. Karena mereka lebih tahu," ungkap Kapolres.

Menurut Kapolres Era, selain personil melakukan pengamanan di gereja-gereja juga akan dilakukan patroli rutin.

"Patroli ini itu bukan hanya antisipasi masalah teror saja, tapi antisipasi masalah gangguan keamanan lain pada saat menjelang perayaan Paskah," ujar Kapolres.

17 Gereja Besar Jadi Fokus Pengamanan Personil Gabungan

1000-an personil gabungan TNI-Polri dan organisasi masyarakat akan menitikan fokus pengaman di 17 gereja yang tersebar di Timika dan sekitarnya.

Pengamanan ketat mulai dilakukan malam ini (Kamis Putih-red) hingga Senin (5/3) yang merupakan Paskah kedua bagi umat kristiani.


Rapat koordinasi jelang pengamanan Paskah

Hal ini disampaikan Kabag Ops Polres Mimika AKP Robert Hipiteuw pada saat memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka pengamanan Paskah 2021 yang berlangsung di Hotel Cenderawasih 66,Rabu (31/3) kemarin.

Walau 17 gereja menjadi prioritas namun pengamanan intensif juga tetap di lakukan di gereja-gereja kecil baik oleh mitra-mitra kepolisian maupun petugas pos Peka.

"Nanti ada patroli rutin juga, dan juga kalau ada anggota yang rumahnya dekat Gereja-gereja kecil tersebut dia langsung lakukan pengamanan di sana," ungkapnya.

Menurut Kata Kabag Ops, di luar organisasi masyarakat yang ikut membantu pengamanan Kamis Putih hingga Paskah kedua, jumlah personil gabungan TNI-Polri yang melakukan pengamanan ini adalah 668 personil.

"Pengamanannya ada dua ring. Ring pertama di pintu masuk dan ring kedua di bagian dalam termasuk samping, depan dan belakang gereja," ujarnya.

Penempatan pasukan gabungan di tiap gereja juga disesuaikan dengan jumlah umat di gereja tersebut.

"Jadi jumlah personil 668 orang itu kita tidak bagi sama rata ke 17 gereja besar, tapi kita sesuaikan dengan kebutuhan dengan membluraknya jemaat atau umat yang akan beribadah," ungkap Kabag Ops.

Ditambahkannya, seusai gelar pasukan pada Kamis (1/4) besok akan dilanjutkan dengan penetralisasi oleh tim penjinak bom dari Brimob.

10 Anggota Tim Penjinak Bom Lakukan Sterilisasi di Gereja Katedral Tiga Raja

Sementara itu, sebelum perayaan Kamis Putih malam ini, siang tadi, Kamis (1/4) sebanyak 10 anggota dari tim penjinak bom Brimob Batalyon B Polda Papua sudah melakukan sterilisasi di Gereja Katedral Tiga Raja.


Salah satu penjinak bom saat mensterilkan lingkungan gereja

Berdasarkan pantauan wartawan BM di Gereja Tiga Raja, terlihat anggota tim penjinak bom membawa alat khusus pemantau benda-benda mencurigakan sembari melakukan penyisiran deretan tempat duduk umat di gereja.

Terlihat tim juga membawa detektor metal untuk melakukan pemeriksaan pada bagian-bagian dalam gereja, altar gereja hingga bagian luar gereja.

"Umat yang akan masuk tetap akan dilakukan pemeriksaan tapi kita menggunakan alat-alat standar saja," ungkap Komandan Brimob Batalyon B Pelopor Polda Papua, Kompol Ramadhona.

FKUB Siapkan 100 Relawan Bantu Amankan Perayaan Paskah

Salah satu organisasi kemasyarakatan yang ikut melakukan pengamanan adalah Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Mimika.

Di momen Kamis Putih hingga Paskah kedua nanti, FKUB menurunkan 100 relawan untuk membantu pengamanan yang akan ditempatkan di berbagai gereja di seputaran Kota Timika.

Ketua FKUB Mimika, Ignatius Adii mengatakan, para relawan itu berasal dari gabungan umat beragama di Mimika yakni Islam, Hindu dan Budha.

Keterlibatan relawan FKUB dalam pengamanan ibadah hari raya keagamaan di Mimika baik Natal, Idul Fitri dan Idul Adha termasuk Paskah tahun ini, sudah setiap tahun dilakukan.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk toleransi hidup antar umat beragama yang selama ini terjaga baik di Mimika. (Ignas dan Shanty)

 

Berusaha Kabur, Pelaku Jambret HP Terjatuh dan Masuk Rumah Sakit

Pelaku saat di bawa polisi ke RSUD

MIMIKA, BM

Seorang pelaku jambret berinisial AL berhasil membawa kabur handphone milik seorang warga berinisial K.

Namun naas,  pelaku yang menjambret HP Vivo pro 17 ini ditangkap polisi dan dilarikan ke RSUD karena terjatuh dari motor setelah berusaha kabur dari kejaran korban.

Kapolsek Mimika Baru,AKP Dionisius Fox Dei Paron Helan. SIK saat ditemui diruang kerjanya menerangkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, kejadian terjadi di Jalan Samratulangi, sekitar pukul 15.00 Wit, Rabu (31/3).

Ia mengisahkan, kejadian bermula ketika korban berinisial K yang adalah seorang ibu rumah tangga menggunakan sepeda motor dari Jalan Budi Utomo hendak menuju Hasanuddin dengan melewati lorong di Jalan Samratulangi.

"Dari keterangan korban, ia berencana mampir di rumah temannya, namun di tengah jalan korban keluarkan HP sambil mengetik pesan di atas motor," ujarnya.

Lanjut Kapolsek, tidak lama berselang datanglah pelaku AL menggunakan sepera motor sembari membonceng temannya berinisial AT.

Pelaku langsung merampas handphone korban menggunakan tangan kiri dan lari melewati lorong Samratulangi.

"Korban ini sempat ikuti pelaku dari belakang, dan mungkin karena pelaku panik sehingga jatuh dengan temannya. Pelaku saat masih dirawat di RSUD karena alami luka yang cukup serius," ungkap Kapolsek.

Sementara kondisi korban, Kapolsek mengatakan korban sudah tersadar namun masih dalam perawatan medis.

"Korban mendapat jahitan di bibir dan luka diatas jidat karena terjatuh juga pada saat mengikuti pelaku dari belakang," kata Kapolsek.

Sementara untuk salah satu teman dari pelaku yang dibonceng, polisi akan meminta keretangan sebagai saksi.

"Teman pelaku ini seorang perempuan dan berdasarkan keterangan dari teman pelaku, dia tidak tahu kalau pelaku mengambil HP milik korban. Sementara untuk status pelaku apakah recidivis atau bukan akan dicek kembali,"ungkap Kapolsek.

Kapolsek juga mengatakan bahwa kasus ini sudah dilimpahkan ke bagian penyidik Reskrim Polres Mimika.

"Ini sesuai dengan petunjuk dari bapak Kapolres. Karena masih dalam perawatan di RSUD maka anggota tetap melakukan pengamanan terhadap pelaku," ungkapnya.

Menyikapi kasus ini, Kapolsek menghimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan selalu waspada.

"Kita perlu ingatkan lagi kepada para pengendara motor karena korban dari jamred ini biasanya ibu-ibu, cewe atau gadis," ujar Kapolsek.

Melalui BM, Kapolsek minta warga lebih mawas diri ketika berkendaraan sambil membawa tas, apalagi bermain handphone dan menunjukannya saat berkendaraan.

"Sambil membawa HP diatas motor juga harus dihindarin. Kita harap ini tidak terulang lagi. Tapi kasus-kasus ini sudah jadi atensi dalam pengungkapan,"harapnya.

Adapun barang bukti yang sudah diamankan adalah 1 buah HP merk Vivo pro 17 warna hitam milik korban, 1 unit SPM Yamaha warna putih milik korban, 1 buah helm warna kuning milik korban serta 1 unit SPM mio soul warna hitam milik pelaku. (Ignas)

Top