Hukum & Kriminal

Ada Oknum Minta Uang Pakai Nama Kasat Reskrim Mimika, Pelakunya di Riau


Isi pesan yang dikirimkan pelaku ke salah satu warga Mimika 

MIMIKA, BM

Sejak kemarin, ada oknum yang memakai nama Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto menghubungi sejumlah orang untuk meminta bantuan uang tiket penerbangan Jakarta-Timika.

Sejauh ini pelaku yang diketahui berada di Riau telah menghubungi 6 orang di Mimika untuk melancarkan aksi tersebut.

"Sudah 6 orang yang konfirm ke saya ketika mereka dapat sms dan telpon dari pelaku. Kejadian mulai kemarin dan dia pakai nama saya minta uang ke mereka untuk uang tiket Jakarta-Timika," ujar AKP Hermanto saat dihubungi BeritaMimika.

Diakui Kasat Hermanto, Selasa (20/4), keenam orang tersebut tidak mengikuti kemauan pelaku karena ketika dihubungi, mereka langsung melakukan konfirmasi dengannya.

"Tadi malam kami lacak keberadaanya dan dia di Riau. Ketika di telpon, dialeknya juga orang sana. Kami coba telpon lagi tapi dia tidak menjawab dan kadang nomornya tidak aktif," ungkapnya.

Agar masyarakat tidak tertipu, terutama mereka yang mengenalnya, AKP Hermanto kemudian memasang statu di WA-nya tentang kejadian tersebut.

"Saya pasang status nomor hape 085363808673 itu penipuan. Jangan sampai ada yang jadi korban karena dari dulu nomor saya hanya satu saja yakni belakangnya 0381," ujarnya.

AKP Hermanto meminta warga Mimika berhati-hati karena kejadian ini menunjukan bahwa pelaku yang berada di Riau, memiliki spion atau kaki tangan di Mimika.

"Pelaku di Riau, tapi dia bisa dapatkan nomor-nomor disini, berarti ada spionnya di Timika. Kejadian ini sudah dua kali menimpa saya. Waktu awal saya menjabat, kejadian juga seperti ini. Kalau ada warga yang dapat pesan serupa, tolong konfirmasi kembali supaya tidak menjadi korban," harapnya. (Ronald)

Seorang Pria Bersimbah Darah Ditemukan di Pinggir Jalan, Polisi Selidiki Penyebabnya

Ilustrasi seorang pria ditemukan bersimbah darah (Foto Google)

MIMIKA, BM

Polsek Mimika Baru kini tengah melakukan penyelidikan terkait ditemukannya seorang pria yang tergeletak di pinggir jalan tepatnya di kompleks Timor, Jalan Kihajar Dewantara, Rabu (14/4) dini hari.

Pria yang ditemukan tergeletak bersimbah darah di bagian wajah ini kini telah diketahui berinisial RW alias Emon dan telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Mimika.

Kapolsek Mimika Baru,AKP Dionisius Fox Dei Paron Helan saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan pihaka saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait hal tersebut.

"Kami masih lakukan penyelidikan karena minimnya saksi sehingga kita belum tahu apa penyebabnya dan kita tidak bisa katakan yang bersangkutan ini adalah korban penganiayaan atau kecelakaan,"ujarnya.

Lanjut kapolsek, pada saat mendapati laporan terkait pria tersebut, pihaknya langsung melakukan langkah cepat dengan mendatangi TKP, mencari data serta mencari saksi.

"Kita langsung mengevakuasi korban ke RSUD Mimika. Untuk keluarga korban sudah kita temukan sementara korban sendiri juga belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam perawatan medis,"kata Dion.

Ditambahkan Kanit Opsnal Polsek Mimika Baru, Aipda Ivan, mereka telah menerima keterangan dari salah satu saksi yang adalah teman korban namun dari keterangan itu belum dapat diketahui penyebab pasti kejadian ini.

Menurut keterangan saksi, sebelum korban ditemukan ia dan keenam temannya sedang meminum minuman keras di Jaan Sektoral. Dari situ mereka pindah ke pangkalan ojek dekat Kantor Pos.

Tidak lama berselang, saksi bersama korban menggunakan motor pergi mencari rokok. Setiba di jalan Kihajar Dewantara dekat sebuah tower datanglah empat teman korban.

"Saksi ini tidak mengenal keempat teman korban ini. Mereka akhirnya duduk di situ,"terang kanit opsnal.

Pada saat itu, di Koperapoka Jalur III sedang ada acara ulang tahun. Tidak lama berselang terjadi keributan. Korban dan rekan-rekannya sempat melihat ada keributan di tempat acara dan sempat melihat ada yang mengeluarkan parang.

"Jadi orang yang keluarkan parang itu dikejar dan lari menuju ke arah mereka sedang duduk. Akhirnya mereka juga ikutan lari dan berpencar. Pada saat situasi mulai redam, saksi pergi mencari korban dan menemukan korban tergeletak di jalan dengan bersimbah darah. Tidak ada lukas tusuk tapi kami masih menunggu hasil visum," ungkapnya. (Ignas)

Banyak Lakukan Pencurian, Pelaku Lupa Berapa Rumah yang Pernah Didatanginya


Pelaku saat terekam CCTV di rumah seorang warga

MIMIKA, BM

Polsek Mimika Baru akhirnya berhasil meringkus seorang perempuan berinisial KK spesialis pencurian dirumah-rumah pada Jumat (16/4) di kilo 7 SP1.

Anehnya saat dimintai keterangan, pelaku ini mengaku sudah lupa berapa lokasi dan rumah yang pernah didatangi untuk melancarkan aksinya.

Pasalnya banyak rumah yang pernah didatangi dengan modus berpura-pura meminta makanan, minuman dan baju.

Selain pelaku, polisi juga berhasil mengamankan seorang penadah berinisial S. Penada ini sering membeli barang curian KK.

Kapolsek Mimika Baru, AKP Dionisius Fox Dei Paron Helan,SIK mengatakan baik KK maupun S sudah diamankan di Polsek Mimika Baru.

"Ini berdasarkan laporan polisi Kamis (kemarin-red) yang terjadi di Jalan Samratulangi gang Pongtiku. Sudah ada dua saksi yang kita mintai keterangan,"katanya.

Selain pelaku dan penadah, barang bukti yang sudah diamankan berupa 1 unit HP merk iPhone warnah putih-gold, 1 unit labtop Lenovo warna silver dan 1 unit HP Oppo F-5 warnah hitam.

"Yang jelas kita masih lakukan pengembangan dan penyelidikan. Tidak menutup kemungkinan masih ada korban-korban lainnya dan LP lainnya yang mungkin dilaporkan di Polres atau di Polsek-polsek. Karena pelaku mengaku melakukan aksinya sudah berulang di beberapa TKP," ungkap Kapolsek.

Dengan ditangkapnya penadah S maka polisi sedang mengembangkan kasus ini guna mendapatkan penadah lainnya.

"Tidak menutup kemungkinan ada penadah-penadah lainnya. Penadah ini diketahui adalah pemain lama sehingga dikenakan pasal 480 KUHP,"ungkap Dion.

Kapolsek menilai modus pelaku dalam melakukan aksinya dibilang sangat unik. Setelah masuk rumah, pelaku kemudian berpura-pura linglung. Namun ketika kepergok, pelaku berpura-pura meminta makanan, minuman atau pakian.

"Ini berdasarkan hasil CCTV yang kita lihat. Dalam melakukan aksinya, pelaku cukup tenang. Jadi bukan bobol rumah atau hipnotis kemudian masuk dalam rumah namun dia pintar berpura-pura. Kita masih terus kembangkan kasus ini," tutupnya. (Ignas)

Top