budaya
Budaya
Polri Untuk Masyarakat, Bantu Rehab Sarana Ibadah
Foto Istimewa/foto bersama seusai kegiatan.
MIMIKA, BM
Satgas Ops Cinta Damai Noken 2025 Polres Mimika menunjukkan komitmen dalam membangun kedekatan dan mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat melalui kegiatan rehab sarana ibadah di Gereja Katolik Santa Maria Magdalena, Kampung Poumako, Distrik Mimika Timur.
Melalui keterangan yang diberikan kepada awak media, Kapolsek Pelabuhan Poumako Iptu Frits Gerald Nanlohi bersama personilnya melaksanakan giat lanjutan dari rangkaian rehab fasilitas ibadah berupa pengecatan pagar halaman serta lambang salib.
Kegiatan ini merupakan upaya mendukung penuh program Operasi Cinta Damai Noken 2025 Polda Papua Tengah yang memprioritaskan pendekatan humanis dan sosial kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, proses rehab ini turut melibatkan para pemuda gereja. Keterlibatan tersebut tidak hanya mempercepat proses pekerjaan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan, mempererat tali silaturahmi, dan membangun rasa kebersamaan antara personel Polsek Pelabuhan Poumako dan masyarakat Kampung Poumako.
Sekretaris Dewan Gereja Santa Maria Magdalena, Polikarpus Kuwepe, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih mewakili seluruh jemaat kepada Kapolda Papua Tengah, Wakapolda Papua Tengah, PJU Polda, serta seluruh personel Satgas Cinta Damai Noken 2025.
Dirinya menyatakan bahwa bantuan rehab tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap rumah ibadah dan memberikan dampak positif bagi kenyamanan jemaat dalam beribadah.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Polres Mimika berharap dapat terus membangun hubungan yang harmonis serta menumbuhkan rasa saling percaya antara Polri dan masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Mimika sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan damai. (Ignasius Istanto)
Suasana Haru dan Semangat Warnai Kunjungan Pokja I PKK Mimika Ke Panti Wreda dan RAP di Surabaya
Pokja 1 TP PKK Mimika bersama oma-oma Panti Werda
SURABAYA, BM
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika melaksanakan kunjungan ke Panti Werda dan Liponsos Kusta Babat Jerawat dan Rumah anak prestasi(Disabilitas) UPT Dinas sosial kota Surabaya Kamis (13/11/2025).
Di Panti Werda dan Liponsos Kusta Babat Jerawat, Pokja 1 disambut oleh Kepala UPTD Griya Wreda dan Liponsos Kusta Babat Jerawat, Neng Resti Sri Hartanti S.STP. Ia membagikan pengalamannya merawat para lansia disana yang berjumlah 200 orang yang terdiri dari 74 laki-laki dan 106 perempuan.
Panti Wreda yang berdiri sejak tahun 2017 ini dibangun pada masa kepemimpinan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Suasana haru pun mewarnai kunjungan TP PKK Mimika ke panti werda tersebut.
“Tempat ini menampung para lansia yang berasal dari keluarga tidak mampu, terlantar, atau kehilangan dukungan keluarga. Semua dari kita akan memasuki proses ini. Karena itu, keluarga harus menjadi pendukung utama dalam merawat orang tua,” katanya.
Ia menjelaskan, para penghuni panti datang dari berbagai latar belakang yang berbeda, ada yang datang sendiri, diantar keluarga dan ada pula yang dijemput berdasarkan laporan warga melalui RT/RW atau hotline 122.
Meski di usia senja, mereka didorong untuk tetap produktif melalui berbagai kegiatan seni dan keterampilan tangan. Sejumlah karya para lansia turut dipamerkan dalam kesempatan tersebut, ada ibu TP PKK Mimika yang membeli hasil karya mereka seperti rompi.
“Karya ini adalah bentuk semangat hidup mereka. Meski usia menua, jiwa mereka tetap berwarna,” tuturnya.
Pokja 1 bersama anak-anak Rumah Anak Prestasi
Sementara itu, pada kunjungan ke Rumah Anak Prestasi (RAP) untuk anak-anak berkebutuhan khusus UPT Dinas sosial, suasana semangat begitu terasa ketika anak-anak menyambut kedatangan Pokja 1 TP PKK Mimika.
RAP yang diresmikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada 17 September 2022 ini adalah rumah anak hebat dengan kelebihan dan keterbatasan masing-masing.
Di ruang tamu terpampang besar hak-hak asasi anak, disertai pajangan karya anak berkebutuhan khusus diantaranya tuna rungu dan down syndrome. Aroma terapi yang terasa menenangkan sekaligus memberikan semangat menyambut para pengunjung.
Ketua UPTD kemudian mengantar rombongan ke ruang pertama untuk melihat anak-anak belajar menggambar pola, membatik, dan melukis.
Mereka juga membuat tempat tisu dari batang pisang kering. Para siswa dibantu pendamping dan orang tua. Keceriaan anak-anak terlihat jelas dan menjadi pengalaman yang membahagiakan bagi rombongan.
Kunjungan berlanjut ke ruang kedua yang diisi siswa berbakat di bidang menyanyi, modelling, dan bermain alat musik. Setelah itu rombongan diajak melihat ruangan perpustakaan yang dikelola petugas dari Dinas Perpustakaan Daerah bersama guru pendamping dari Dinas Pendidikan.
Memasuki ruangan berikutnya, seorang konselor ditempatkan untuk mendampingi anak dan keluarga yang menghadapi persoalan.
Menurut Nona Tabita konselor di ruangan ini, TP2AP yang tergabung dalam program Dinas Sosial turun langsung mendampingi keluarga yang memiliki kebutuhan khusus hingga tingkat RW.
Ruangan terakhir adalah ruang pemeriksaan kesehatan seperti pemeriksaan gigi dan fisioterapi yang ditangani dokter maupun perawat berkompeten.
Di akhir kunjungan yang kembali berada di ruang tamu, pengunjung ditawarkan membeli hasil karya anak-anak berupa souvenir hingga pakaian yang dijahit dari hasil batik karya siswa.
Kurang lebih 400 siswa dibina di tempat ini dan seluruhnya berasal dari keluarga tidak mampu di Kota Surabaya. Setiap pagi anak-anak diantar orang tua dan didampingi hingga seluruh kegiatan selesai.
Dari kunjungan tersebut, TP-PKK Mimika melihat pentingnya peran keluarga untuk mencintai dan mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus agar mereka mampu meraih cita-cita sesuai bakat.
Anak adalah masa depan bangsa dan PKK menjadi ujung tombak karena memiliki jaringan kerja luas. Dengan sinergi lintas dinas yang dibangun Dinas Sosial, TP-PKK Mimika berharap dapat bekerja sama sebagai mitra pemerintah dalam penguatan layanan bagi anak berkebutuhan khusus. (Red)






























