Politik & Pemerintahan

Plh Sekda : Kendaraan Dinas Yang Pernah Dipakai Harus Ditinggalkan

Foto bersama para pimpinan OPD yang baru dilantik, usai dilakukan sertijab secara kolektif oleh Plh Sekda Mimika

MIMIKA, BM

Serah Terima Jabatan (Sertijab) pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Lingkungan Pemkab Mimika dilakukan secara kolektif.

Sertijab tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekda Mimika, Jeni Usmany yang berlangsung di Pusat Pemerintahan Mimika itu, Rabu (8/6) kemarin.

Plh Sekda Mimika, Jeni Usmany  dalam sambutannya berharap pejabat eselon II yang dipercayakan oleh Bupati Mimika, Eltinus Omaleng sebagai pimpinan OPD di tempat yang baru dapat menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat dengan sebaik mungkin.

Jeni juga meminta agar pejabat yang tidak lagi menjabat ataupun pindah ke OPD lain untuk tidak membawa serta kendaraan dinas yang diberikan sebagai penunjang operasional.

"Yang sudah tidak menjabat atau pindah OPD harap kendaraan dinas yang pernah dipakai tolong ditinggalkan, kendaraan dinas tidak boleh di bawa," tegasnya.

Jeni berharap hal ini dapat diperhatikan dengan baik. Sebab, kendaraan dinas tersebut akan digunakan sebagai operasional bukan pribadi.

Ia juga langsung meminta Kepala Dinas Satpol-PP yang baru dilantik, Rony Marjen untuk menertibkan kendaraan dinas pada setiap OPD khusus kendaraan dinas yang digunakan pejabat yang tidak lagi menjabat.

"Kepada seluruh pimpinan OPD di lingkungan Pemda Mimika untuk bekerjasama dalam mewujudkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika yakni Mimika Cerdas, Aman, Damai dan Sejahtera," Ungkapnya. (Shanty)

Dinilai Rasis, Petugas Kebersihan DLH Protes Kehadiran Kabid Persampahan Yang Baru Dilantik

Sejumlah petugas kebersihan melakukan aksi protes di depan Kantor DLH Mimika, Selasa (7/6/2022)

MIMIKA, BM

Sejumlah petugas kebersihan melakukan aksi protes terhadap Musa Paembonan yang baru saja dilantik sebagai Kepala Bidang (Kabid) Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika, Selasa (7/6/2022).

Aksi protes itu dilakukan akibat pernyataan Kabid Persampahan yang dinilai rasis dengan menyebut beberapa suku di dalamnya.

Sekretaris DLH Mimika, Michael Alik Lembang, S.Sos ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa apa yang dikatakan Kabid Persampahan sesungguhnya tidak bertujuan untuk rasis.

Melainkan untuk mengimbau dan menegaskan kepada semua petugas agar senantiasa menjalankan tugasnya dengan rajin.

"Apa yang disampaikan pak Musa tadi itu tidak mengacu ke satu suku saja. Artinya bahwa dia tidak pilih kasih. Yang dia tegaskan itu untuk semua petugas," jelasnya saat ditemui di pelataran Kantor DLH Mimika, Selasa (7/6/2022).

"Jadi dia tegaskan untuk kerja yang rajin. Rajin masuk pagi, itu saja. Tidak ada unsur lain bahwa suku ini suku itu, tidak ada," imbuhnya.

Sementara itu, terkait dengan ketersinggungan dari para petugas, Michael menyebutkan bahwa kemungkinan hal itu terjadi akibat salah paham.

"Memang keterangan dari karyawan ada seperti itu, tapi sudah diklarifikasi bahwa pak Kabid tidak bicara itu. Dia hanya mengingatkan kepada yang malas kalau dia tidak pilih kasih. Semua sama rata dengan yang lainnya," tuturnya

"Jadi dong lakukan aksi tadi karena mungkin kemarin dong salah terima pernyataan dari pak Kabid. Hanya salah paham saja sehingga terjadi sedikit ini toh," pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima BM, pada Senin (7/6) kemarin, Kabid Persampahan yang baru dilantik, Musa Paembonan mendatangi pangkalan DLH.

Waktu dia ke pangkalan yang ditemuinya hanya ada satu pengawas, sopir, dan satu sekuriti. Saat itu Musa Paembonan mengatakan sambil menyebutkan nama suku tertentu bahwa dia tidak takut siapapun. Intihnya bahwa siapa yang malas bekerja akan dia pecat.

Walau mungkin tujuannya untuk mempertegas pernyataannya namun penyebutan nama suku tertentu sebagai bagian dari ketegasaanya ini dinilai berlebihan.

Para petugas kebersihan merasa bahwa apa yang disampaikan itu tidak menunjukan etika yang baik sebagai seorang pimpinan, apalagi baru berumur jagung karena baru saja dilantik.

Menurut mereka, ketegasan seperti itu wajib diingatkan namun minimal haruslah menggunakan kata dan kalimat yang tidak sampai menimbulkan persoalan baru, apalagi sampai membawa nama suku tertentu.

Karena bagaimanapun, para petugas kebersihan DLH terdiri atas beragam suku yang selama ini bekerja dengan tetap mengedepankan rasa kebersamaan dan saling menghormati antara yang satu dengan lainnya. (Ade)

Pasar Sentral Kini Miliki Cafe Adminduk

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob melaunching dengan memotong pita

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Terbukti dengan hadirnya inovasi ke 15 dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dikcapil) Mimika yakni Cafe Adminduk.

Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob secara resmi melaunching pelayanan Cafe Adminduk yang berlokasi di Pasar Sentral Timika, Sabtu (4/6/) malam.

Kepala Disdukcapil Mimika, Slamet Sutedjo menjelaskan Cafe Adminduk tersebut merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Mimika untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Jadi di luar jam kerja kantor pun menyisihkan waktu untuk memberikan pelayanan ekstra, yang mana setiap akhir pekan pelayanan tetap dilakukan di Pasar Kuliner," ujarnya dalam sambutan.

Dengan dibukanya Cafe Adminduk ini, Disdukcapil Mimika sejauh ini terhitung telah memberikan 15 inovasi kreatif untuk memudahkan pelayanan.

"Kekreatifan ini bukan hanya dari kami tapi juga dari masyarakat yang selalu memberikan masukan dan saran sehingga kami berinovasi memberikan pelayanan semudah mungkin dan secepat mungkin," katanya.

Lebih lanjut dia menerangkan Cafe Adminduk juga merupakan bagian dari ikhtiar Disdukcapil dalam mewujudkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati yang telah menetapkan Timika sebagai Smart City.

Ia berharap Cafe Adminduk dapat memberikan manfaat yang berarti bagi masyarakat Mimika dan juga dapat berkontribusi menarik pengunjung untuk datang ke pasar kuliner.

"Dengan begitu, UMKM di sini juga bisa kita hidupkan. Makanya kita sengaja memang tempatnya di sini. Karena kalau di mall, maka yang kaya akan tambah kaya," tandasnya.

Wakil Bupati Mimika Johannes Retob mengatakan pemerintah akan selalu ada dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Banyak usaha yang sudah dilakukan oleh Pemerintah tapi saya catat dan berikan apresiasi terhadap Dukcapil yang sampai ini telah melakukan banyak inovasi terbukti ini sudah 15 inovasi agar masyarakat lebih dipermudah mengurus Adminduknya," kata Wabup John.

Wabup berharap dengan adanya Cafe Adminduk ini, urusan Adminduk bisa cepat terselesaikan. Karena, pelayanan sudah dimudahkan dan tidak membutuhkan waktu yang lama.

"Habis ini, yang belum punya KTP, atau surat lainnya bisa langsung urus. Warga yang di pasar juga bisa segera selesaikan urusan Adminduknya," ujarnya.

Sementara, Kepala Disperindag Petrus Pali Amba mengatakan, dengan di bukanya cafe adminduk dapat memudahkan masyarakat yang mungkin tidak sempat ke Kantor Dukcapil atau karena jauh ke Kantor Dukcapil maka dengan cafe Adminduk ini bisa menjawab kebutuhan masyarakat.

"Semoga dengan dibukanya di pasar kuliner ini masyarakat semakin terbantukan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pelayanan Adminduk di Cafe ini dibuka setiap hari Sabtu pukul 16.00-21.00 waktu setempat.

Pantauan BeritaMimika.com usai launching walau hujan namun ada sebagian masyarakat yang langsung melakukan pengurusan Adminduk. (Shanty)

Top