IPMAMI Salatiga Purwerejo Layangkan 6 Poin Tolak Deklarasi DOB Dan Otsus Jilid II Di Mimika

Perwakilan IPMAMI Salatiga Puwerojo saat membentangkan tulisan-tulisan menolak pemekaran DOB dan Otsus Jilid II

MIMIKA, BM

Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Mimika (IPMAMI) Di Salatiga Purwerejo, Jawa Tengah menolak Deklarasi Daerah Otonomi Baru (DOB) dan Otsus Jilid II yang dilaksanakan dan dimotori oleh Pemda Mimika di Mile 32 hari ini, Rabu (15/6).

Menurut mereka, apa yang dilakukan saat ini merupakan manivestasi politik karna berasaskan pada kepentingan elit politik tertentu, yang mengginkan pemekaran Provinsi Papua Tengah, pasca pengesahan RUU Otsus Papua menjadi UU.

Melalui press release yang diterima BeritaMimika, disebutkan bahwa RUU pembentukan tiga provinsi baru telah mengabaikan aturan yang tertuang dalam Pasal 77 Undang-undang 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Provinsi Papua yang mewajibkan harus terlebih dahulu dilakukan konsultasi dengan rakyat Papua.

Lidianus Deikme Ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Mimika (IPMAMI) mengatakan dalam Otsus, pemekaran wilayah wajib memperoleh pertimbangan dan persetujuan MRP.

"Karena sebagian titik berat wewenang Otsus Papua berada di pemerintah provinsi, maka setiap rencana pemekaran Provinsi Papua harus mendapatkan persetujuan dari Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP). Ketentuan itu diatur dalam Pasal 76 UU Otsus Papua," ujarnya dalam press release.

Dengan pertimbangan tersebut maka IPMAMI Kota Studi Salatiga Purworejo, Jawa Tengah menyatakan 6 sikap penolakan terhadap deklarasi yang dilakukan hari ini.

Pertama, kami mahsiswa/i IPMAMI Salatiga menolak dengan tegas segala bentuk deklarasi atau kegiatan yag merujuk pada persejutuan Daerah Otonomi Baru (DOB), oleh elit-elit lokal maupun nasional untuk kepentingan Elit politik.

Kedua, kami menghimbau kepada tokoh adat, tokoh politik maupun organisasi di Kabupaten Mimika agar stop mengatasnamakan aspirasi masyarakat OAP atau dua suku asli dalam hal ini suku Amungme dan Mimika Wee.

Ketiga, kami mahasiswa/i Mimika Papua bersama rakyat menolak dengan tegas pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua Tengah di wilayah tanah Amungsa, Bumi Mimika Wee.

Keempat, STOP mempolitisasi seluruh perangkat gereja sebagai wadah penyaluran aspirasi politik.

Kelima, kami mahasiswa/i IPMAMI kota studi Salatiga dan se-Jawa dan Bali demi mengangkat suara kaum tertindas, maka siapapun yang melakukan kegiatan deklarasi DOB atau pun serupanya, tolak.

"Seluruh mahasiswa Mimika kota studi Salatiga, se-Jawa dan Bali serta Mahasiswa Mimika seluruh Indonesia, menolak dengan tegas yang namanya deklarasi (DOB) yang telah dilakukan oleh Ketua Assosiasi Pemekaran Provinsi Papua Tengah, Bupati Eltinus Omaleng, oleh karena masyarakat sudah menolak sebelum dilakukannya deklarasi (DOB) dan Otsus Jilid II," terangnya.

Dan keenam, kami solidaritas mahasiswa Mimika bersama rakyat tertindak menolak dengan tegas pemekaran Daerah Otonomi Daru (DOB) produk Jakarta diatas Tanah Papua, serta menolak otsus Jilib II, yang telah dipaksakan atas kemauan serta kepentingan Jakarta.

Sebelumnya, pada siang hari, deklarasi yang dilakukan Pemda Mimika bersama ribuan masyarakat yang dimotori Bupati Mimika Eltinus, berjalan ramai dan meriah.

Deklarasi ini juga dihadiri ketua DPRD, Plh Sekda Mimika, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, agama, adat, perempuan dan pemuda, termasuk ormas paguyuban yang ada di Mimika.

"Hari ini kita deklarasi menentukan masa depan anak-anak Papua, anak Mimika, oleh karena itu semua berkumpul di sini. Kita semua yang hadir, menentukan masa depan anak-anak Papua dan masa depan Papua," ujar deklarator Eltinus Omaleng.

Bupati Omaleng menegaskan bahwa semua yang hadir dalam deklarasi ini merupakan nusantara sehingga semua memiliki hak yang sama untuk menentukan nasibnya.

"Atas nama 7 kabupaten, hari ini kita deklarasi. Warga Kabupaten Mimika berjumlah 350 ribu jiwa, saya atas nama mereka semua, baik yang datang maupun yang tidak datang, saya nyatakan itu sah. Tidak ada cerita bahwa saya menolak, tidak ada cerita itu di sini. Apa yang saya sampaikan ini, alam juga mendukung," tegas Bupati Omaleng diiringi tepuk tangan meriah warga Mimika yang mengikuti deklarasi. (Red)

Top