Gomar : Masyarakat Harus Akui Adanya Perubahan Pembangunan di Mimika

Sekda Mimika memimpin jalannya koordinasi TPB/SDGs

MIMIKA, BM

Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Kabupaten Mimika menyelenggarakan pertemuan koordinasi percepatan pencapaian TPB/SDGs Kabupaten Mimika.

Pertemuan yang berlangsung di Hotel Horison Diana, Rabu (23/6) dibuka secara resmi olen Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika, Michael R Gomar.

Tujuannya, agar Pemerintah Daerah Mimika dapat mewujudkan dan ikut berkontribusi dalam percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) Indonesia.

TPB/SDGs merupakan komitmen global dan nasional yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah kemiskinan dan pangan, perbaikan kualitas pertumbuhan ekonomi dan pelayanan dasar, kesenjangan antar daerah, kelompok pendapatan dan gender.

Lainnya, akses terhadap keadilan, perbaikan kualitas lingkungan hidup, pembangunan yang inklusif serta cara pelaksanaannya melalui proses perencanaan dan pelaksanaan yang partisipatif.

Diketahui bahwa program ini merupakan yang pertama di Papua khususnya di Mimika karena sudah mempunyai Surat Keputusan (SK) Bupati Mimika Nomor 205 tahun 2021 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Daerah Pelaksanaan TPB/SDGs Kabupaten Mimika 2020-2024.

SK tersebut merupakan tindaklanjut dari amanat Peraturan Presiden RI Nomor 59 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan serta bagian dari proses pelaksanaan RPJMD Kabupaten Mimika 2020-2024.

Sekda Mimika, Michael Gomar dalam sambutannya mengatakan, Kabupaten Mimika merupakan kabupaten pertama dari seluruh kabupaten di Provinsi Papua yang siap menindaklanjuti amanat tersebut.

Pertemuan pertama ini bertujuan untuk membangun pemahaman bersama di antara para pihak yang berkepentingan serta merumuskan langkah awal bersama yang perlu dilakukan dalam pencapaian TPB/SDGs di Kabupaten Mimika.

"Kita berharap Kabupaten Mimika bisa meraih keberhasilan dalam pencapaian TPB/SDGs dan menjadi contoh di Provinsi Papua. Kondisi pemerintahan kita saat ini dan juga melihat potensi yang ada di Kabupaten Mimika kita sangat berbeda jauh dengan kabupaten-kabupaten yang ada di Papua," tutur Gomar.

Ia mengatakan, dari sumber nilai APBD, Mimika paling tertinggi di tanah Papua bahkan menjadi 5 besar di Indonesia dengan postur APBD yang di Indonesia.

Dengan demikian, maka semua peluang yang berpotensi di Mimika harus bisa dimanfaatkan untuk melaksanakan tujuan pembangunan yang berkelanjutan hingga mencapai sustanable goals.

"Saya pikir kita semua yang hadir di sini secara khusus tim Bappeda yang menjadi pionir dari lini sektor untuk melaksanakan kegiatan ini sangat baik dan sangat positif tapi kami berharap bisa terus berlanjut, jangan hanya pada saat ini saja kita melaksanakan kegiatan kemudian komitmen kita sama-sama panitia terus berkelanjutan lagi," ujarnya.

Oleh sebab itu, peran pemerintah atau swasta, organisasi masyarakat maupun keagamaan sangat diharapkan dengan kapasitas maupun sumber daya yang dimiliki pemerintah daerah.

"Seluruh program PTFI, YPMAK dan yayasan lembaga lainnya, diharapkan ke depan bisa terus bersinergi, berkolaborasi demi kesejahteraan masyarakat baik di tingkat kampung, kelurahan hingga distrik bisa dirasakan," tuturnya.

Tambah Gomar, pembangunan di Mimika dalam 7 tahun terakhir ini cukup luar biasa. Masyarakat telah melihat perubahannya dan harus mengakui perubahan tersebut.

Manager Corporate Communications PT Freeport Indonesia Kery Yarangga mengatakan, privat sektor harus terlibat aktif untuk menjalankan apa yang telah menjadi amanah di Perpres 59 tentang tentang pencapaian dan indikator-indikatornya.

Yarangga mengatakan Bappeda harus mencatat developement goals seperti kotribusi PTFI yang berkaitan dengan pendidikan, ekonomi, kesehatan dan infrastruktur.

"Kita sudah punya laporannya dan sampai saat ini Bappeda sering mencatat itu. Tapi dalam rangkaian itu semua, terutama kemitraan dalam kolaborasi mencapai SDGs, maka privat sektor harus betul-betul melakukan kerja yang sifatnya kerja sama untuk membuat indikator itu tetap terjaga," tutur Kery.

Ia mengatakan Pemda Mimika melalui Bappenda telah menyusun semua rencana pembangunan daerah yang merupakan menjadi visi misi kabupaten ini dari 2020 sampai tahun 2024.

"Sebagai privat sektor, bagian dari SDGs adalah kemitraan itu sendiri. Kemitraan itu adalah semua non goverment side. Prosesnya dari sebuah kemitraan. Harapan kita akan ada rangkaian pertemuan selanjutnya. Kita juga berharap visi misi bupati dan wakil bupati yang menciptakan Mimika cerdas, sehat, damai dan sejahtera pada akhirnya bisa tercapai dengan kerja sama semua pihak," harapnya. (Shanty)

Top