50 Orang Potensi SAR Ikuti Pelatihan Teknik Pertolongan Kecelakaan Kendaraan

Foto bersama peserta pelatihan dengan Wakil Bupati Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Sebanyak 50 orang dari organisasi POTENSI SAR yang berasal dari berbagai instansi seperti TNI/Polri, organisasi masyarakat, instansi pemerintah dan paguyuban mengikuti pelatihan teknik pertolongan kecelakaan kendaraan.

Pelatihan dilaksanakan enam hari sejak Senin (14/6) hingga (19/6) dan dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob di Aula Keuskupan Mimika.

Kegiatan semula dialokasikan untuk 100 orang namun karena pandemi dibatasi menjadi 50 peserta sementara 50 lainnya akan diikutsertakan pada gelombang kedua.

Selain itu, akan dilaksanakan juga di Pos Kaimana (25) dan Agats (25) sehingga total keseluruhan yang terakomodir untuk tahun 2021 berjumlah 150 orang.

Pelatihan ini mendatangkan pemateri dari Balai Diklat Basarnas Pusat dan Observer Basarnas Pusat Direktorat Bina Potensi SAR serta instruktur lokal Basarnas Timika.

Kepala Kantor pencarian dan pertolongan Timika Geroge L. Mercy Randang, S. IP., M. A. P. kepada awak media mengatakan topik yang diangkat yakni terkait teknik pertolongan kecelakaan kendaraan.

Selain karena situasi dan kondisi di Mimika, ini juga sebagai persiapan dalam menyambut Mimika sebagai tuan rumah PON dan Pesparawi 2021 sehingga hal yang sifatnya darurat, dapat disinergikan.

“Oleh karena itu dalam kegiatan pelatihan ini kita libatkan beberapa instansi yang mana sifanya kemanusiaan sehingga semakin profesional dalam melakukan teknik pertolongan pada kecelakaan kendaraan,” katanya.

Lanjutnya, selama pelatihan para peserta dapat menimba ilmu karena sifatnya fleksibel dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, minimal mengetahui cara-cara pertolongan.

“Kita harus punya jiwa kemanusiaan,” ujarnya.

Pelatihan yang dilaksanakan oleh Kantor SAR Timika ini mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Mimika John Rettob.

“Ini suatu terobosan baru untuk SAR Mimika, selama jaman saya, baru pernah melihat ada pelatihan yang dilaksanakan bukan untuk anggota SAR saja tapi melibatkan unsur TNI hingga ormas. Tentunya ini merupakan suatu hal yang luar biasa dan patut diapresiasi,” tutur Wabup John.

Dikatakan manusia tidak pernah dapat memprediksi kapan bencana atau kecelakaan itu terjadi namun untuk mengantisipasinya, sejumlah persiapan harus dilakukan termasuk melakukan pelatihan.

“Kalau kita lihat banyak sekali kejadian-kejadian yang sebenarnya membutuhkan pertolongan pertama dimana saja, tetapi kita tidak tahu tindakan pertolongan apa yang harus diperbuat sehingga perlu untuk dipelajari baik secara teori maupun praktek,” ungkapnya.

Menurutnya, wilayah Kabupaten Mimika yang terdiri dari pesisir pantai, dataran rendah dan pegunungan mempunyai potensi dan tingkat kerawanan yang tinggi terhadap musibah. Timika juga mempunyai potensi banjir yang luar biasa terjadi saat musim hujan.

“Seperti saat ini. Apakah kita biarkan dan terus melihat bencana itu terjadi. Saya rasa itu perlu kepekaan dari kita semua untuk membantu orang yang menderita karena musibah. Sampai enam hari kedepan dari pelatihan ini kita harapkan dapat dikuti secara baik dan kemudian bisa diaplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari guna membantu masyarakat,” ujarnya.

Lanjutnya, pelatihan ini merupakan tahap awal dimana peserta pelatihan POTENSI SAR dapat bergabung dengan Tim SAR Basarnas Timika.

“Saya berpesan sesudah pelatihan ini, apabila ada yang membutuhkan pertolongan kantor SAR bisa melihat mereka dan diikutsertakan dalam pencarian dalam kejadian yang ada di Mimika. Pasti ada kecelakaan baik penerbangan, pelayaran maupun kondisi berbahaya seperti kecelakaan kendaraan pasti ada. Jangan hanya latihan tapi begitu ada kejadian tidak ada yang membantu,” pungkasnya. (Elfrida)

Top