Kembangkan Potensi Pariwisata, Bappeda Gelar Penyusunan Ranperda Pariwisata Mimika

Pertemuan pembahasan Ranperda Pariwisata di Moza

MIMIKA, BM

Dalam upaya melakukan pengembangan dan optimalisasi potensi pariwisata di Mimika, pemerintah daerah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pariwisata.

Penyusunan Ranperda tersebut merupakan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Ripparda) Mimika tahun 2020-2035.

Pejabat Sekda Mimika, Jenni O Usmany dalam sambutannya di Mozza, pada Jumat (16/10) mengatakan, perencanaan dan pengembangan pariwisata Kabupaten Mimika pada dasarnya dititikberatkan pada pengembangan wisata alam kawasan pesisir pantai wisata sejarah dan objek wisata lainnya.

Berdasarkan karakteristik dan segmentasi objek yang dimiliki, rencana induk pembangunan kepariwisataan daerah Kabupaten Mimika akan berhasil dalam pelaksanaannya jika dibarengi dengan dasar dan landasan yang rasional.

Hal ini harus didukung dengan menerapkan mekanisme konsep perencanaan komprehensif dalam satu sistem berdasarkan potensi dan dinamika perubahan sosial ekonomi masyarakat yang menempati lokasi kawasan yang akan dijadikan objek wisata.

Rencana induk pembangunan kepariwisataan daerah Kabupaten Mimika bukan merupakan keinginan yang idealistik tetapi berdasarkan pada kemampuan potensi, kendala dan permasalahan keinginan para pelaku pembangunan dan aspirasi masyarakat yang telah berkembang.

"Pengembangan kawasan wisata dan konteks pengembangan wilayah memiliki kompleksitas dalam pengelolaan terutama dalam mengarahkan pola pemanfaatan ruangnya,"tutur Jenni.

Kondisi tersebut, menurut Jenni, disebabkan oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal antara lain pengaruh ekonomi global, daya tarik objek serta adanya konflik kepentingan dalam pemanfaatan ruang baik kawasan wisata alam, bahari, pantai, lautan, termasuk pemanfaatan pulau-pulau kecil dan kawasan wisata sejarah yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata.

"Sedangkan faktor penyebab eksternal yang paling menonjol adalah eksploitasi kawasan wisata yang melampaui daya dukung lingkungan dan kerusakan habitat pantai dan sungai, kawasan hutan, kawasan wisata agro dan kawasan wisata lainnya sehingga memerlukan upaya konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup," ungkapnya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan yang terjadi dalam rangka penanganan dan pengembangan pariwisata Kabupaten Mimika maka dibutuhkan konsep penanganan bersama dan terintegrasi dalam mempersiapkan berbagai kegiatan pembangunan sebagai akibat perkembangan segmentasi objek.

Jenni mengatakan dinamika perkembangan wilayah Mimika ternyata menghadirkan berbagai permasalahan baik fisik sosial dan ekonomi termasuk dalam pengelolaan dan pemanfaatan potensi kawasan wisata secara terpadu.

Dijelaskan, tujuan rencana induk pembangunan kepariwisataan daerah Kabupaten Mimika yakni, untuk mengembangkan potensi kawasan wisata berdasarkan segmentasinya dalam rangka mendukung kontribusi penerimaan PAD pada sektor pariwisata, mengoptimalkan sistem pemasaran kawasan wisata untuk dinikmati oleh arus kunjungan wisata baik lokal maupun mancanegara.

"Saya harap pada kegiatan pembahasan ranperda ini bisa memberikan masukan-masukan yang bermanfaat bagi pembangunan di Mimika sehingga kegiatan rencana induk pembangunan kepariwisataan daerah yang akan dilaksanakan bisa dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Kabupaten Mimika,"ungkapnya.

Kepala Bappeda, Yohana Paliling mengatakan, Bappeda dalam tahun ini dan tahun depan konsen untuk menyusun profil Kabupaten Mimika dan profil pembangunan dari semua sisi baik bidang kesehatan, pendidikan, pariwisata, sosial, budaya yang dibuat dengan lebih gampang untuk diadopsi.

"Ini harus bekerjasama dengan beberapa pihak. Karena kami lihat kelemahan kita juga karena data kita tidak valid, ada beberapa data kita yang sama di beberapa tempat berbeda. Inilah yang kami pelan-pelan benahi karena apapun itu data itu adalah sumber dari rencana-rencana pembangunan kita kedepan bahkan dari pihak luar yang ingin lihat Mimika itu dari berbagai sisi," kata Yohana.

Yohana mengatakan, untuk 2021 sambil menyiapkan sarana prasarana dan kepariwisataan Kabupaten Mimika perlu disiapkan informasi yang valid.

"Saya pikir kita orang Mimika juga mau ke Kiyura cari jalan sendiri, mau ke mangrove cari jalan sendiri dan lainnya itu karena kita tidak punya petunjuk yang jelas. Kami percaya bahwa kalau niat kita baik untuk masyarakat Mimika pasti Tuhan akan buka jalan,"ungkapnya. (Shanty

 

 

Top