Pariwisata

Pantai Ipaya, Pesona Sunset Dari Timur Mimika

Panorama sunset di Pantai Ipaya

MIMIKA, BM

Bagi pecinta matahari terbenam atau sunset, Pantai Ipaya dapat menjadi salah satu pilihan tempat untuk dikunjungi.

Pantai Ipaya berada di Distrik Amar, Mimika, Papua Tengah.

Pada Selasa (12/5/2026) pagi, wartawan BeritaMimika berkesempatan mengunjungi tempat ini di sela-sela Kunjungan Kerja (Kunker) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika.

Berangkat dari Pelabuhan Poumako dengan menggunakan speed boat Papua Star, kita bisa menyeberangi lautan hingga tiba dengan perkiraan waktu 2 jam.

Saat pagi hari itu, cuaca dan ombak begitu bersahabat. Namun, jika siang hari diperkirakan ombak bisa saja kuat menerjang.

Setibanya disana, kita disambut dengan pemandangan pohon kelapa dan rumah penduduk dari kayu. Suasana kampung begitu terasa, suasana yang tidak akan kita temui di kota Timika.

Tempat ini didiami oleh Suku Kamoro yang merupakan salah satu suku asli dari Mimika sehingga tak heran suara musik, nyanyian dan tarian khas Suku Kamoro dapat kita jumpai.

Hasil kekayaan alam seperti ikan, bia dara, jeruk nipis yang harum dan kelapa menambah pesona Ipaya.

Setelah melewati perjalanan yang melelahkan, pada sore hari kita bisa menikmati pemandangan sunset yang indah dan menenangkan hati.

Suasana yang terasa nyaman ditambah pantai yang bersih sontak membuat kita berlari-lari kesana kemari dan berenang menikmati keindahan pantai ini di sore hari. Anak-anak setempat pun nampak sukacita berenang.

Panorama yang indah menjadi momen yang patut diabadikan lewat kamera dan telepon genggam.

Usai berenang di pantai, kita dapat membersihkan diri dari pasir-pasir dengan menggunakan air sumur yang ada di dekat pantai.

Hanya saja letaknya yang berada di pesisir dan jauh dari kota membuat Ipaya terlihat sangat damai dan tenang ketika malam hari.

Keadaan ini semakin menujukkan kesederhanaan Ipaya dalam pesonanya yang indah walau dibalut gelap dan senyap sekalipun. (Elfrida Sijabat)

Cuaca Dingin dan Salju di Tembagapura Merupakan Siklus Tahunan di Mimika

Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mimika, Dwi Christant

MIMIKA, BM

Cuaca dingin beberapa hari ini tengah terjadi di Mimika dan fenomena suhu dingin ini merupakan siklus tahunan yang terjadi di Mimika.

Pasalnya, suhu dingin ini juga karena fenomena salju yang turun di Tembagapura yang merupakan fenomena musim hujan yang dialami Mimika selama 2 bulan terakhir ini.

Musim hujan inilah yang menciptakan pertumbuhan awan-awan yang besar dan menciptakan suhu yang tinggi sehingga terjadinya turun salju.

Demikian disampaikan Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mimika, Dwi Christanto saat di temui di ruang kerjanya, Senin (24/7/2023).

“Analisas kita sementara ini karena Mimika masuk di musim hujan, membuat pertumbuhan awan yang cukup besar terutama di kaki gunung. Jadi semakin tinggi tempatnya semakin dingin wilayahnya, sehingga wilayah tinggi seperti Tembagapura bisa turun salju,” ungkapnya. 

Dwi mengatakan bahwa pada Bulan Juni ini suhu di Timika mencapai 21derajat celcius dan akan mengalami musim hujan hingga akhir Agustus.

“Musim hujan ini di perkirakan berakhir di akhir Bulan Agustus, dan suhunya bisa saja akan lebih dingin. Jadi fenomena ini berakhir saat musim hujan berakhir,” jelasnya.

Dwi juga menjelaskan awal bulan September mendatang diprediksi akan terjadi El Nino atau musim kemarau panjang dan tergolong kuat.

“Perkiraan El Nino ini akan membawa angin tropis, sehingga kita harus mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau panjang, tapi kita di Papua inikan sering terjadi hujan lokal, bisa jadi kita masih bisa mendapatkan air,” ungkapnya. (Shanty Sang)

Februari Cuaca Mimika Dipengaruhi Angin Pasat dan Monsun Asia, Intensitas Hujan Ringan Hingga Sedang

Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Timika, Dwi Christanto, saat menjelaskan prakiraan cuaca selama bulan Februari, Rabu (1/2/2023) di Kantor BMKG Timika

MIMIKA, BM

Sepanjang bulan Februari 2023, kondisi cuaca di Kabupaten Mimika diperkirakan masih dipengaruhi oleh angin pasat yang bertiup dari Samudera Pasifik.

Ditambah bibit-bibit angin Monsun Asia yang bergerak dari arah barat membawa massa udara yang lebih banyak.

Hal itu disampaikan Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Timika, Dwi Christanto, Rabu (1/2/2023).

"Kemungkinan besar itu akan berlangsung sampai akhir Februari sehingga intensitas hujannya itu rendah hingga sedang. Itu biasanya pada sore hingga malam hari," ujarnya.

Meski demikian, Dwi mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi petir yang berpotensi bakal sering terjadi, terutama saat sore hari.

"Biasanya kondisi itu terjadi karena ada pertumbuhan awan-awan cumulonimbus yang terbentuk dari pertemuan Monsun Asia dan angin dari Samudera Pasifik, plus ada gunung dari barat sampai timur sebagai mesin pembentukan cuaca di kota timika secara umum," jelasnya.

"Pembentukan awan-awan petir itu biasanya di daerah Tembagapura," pungkasnya. (Endy Langobelen)

Top