Olah Raga

59 Tim Siap Berjibaku Menjadi yang Terbaik di Ajang Turnamen Bola Voly Kapolres Mimika Cup

Pembukaan Kapolres Mimika Cup Tahun 2021

MIMIKA, BM

Polres Mimika menggelar Turnamen Bola Voly Kapolres Mimika Cup Tahun 2021 dan diikuti oleh 59 tim yang terdiri atas 39 tim putra dan 20 tim putri.

Turnamen ini diselenggarakan mulai Rabu (23/6) hingga 12 Juli mendatang dan dipusatkan di lapangan voly SMP Negeri 2 Timika.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, S.IK yang juga merupakan
Ketua Umum Persatuan Bola Volly Seluruh Indonesia (PBVSI) Mimika, menyampaikan bahwa turnamen ini diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke 75.

Selain itu, Kapolres Era juga mengatakan tujuan utama turnamen ini adalah untuk mengembangkan olahraga voly di Kabupaten Timika sekaligus sebagai bentuk lain mengajak masyarakat untuk tidak lupa berolahraga demi kesehatan.

"Olahraga itu berbagai macam tergantung minat masing-masing. Jadi olahraga akan mencapai hasil maksimal apabila kita senang dan kita bahagia pada saat kita bermain sesuai dengan hobi kita," kata Era sapaan sehari-harinya.

Dengan digulirnya turnamen bola voly ini, Kapolres berharap dapat mencapai tujuan, tidak menimbulkan permusuhan apalagi perpecahan karena pada dasarnya olahraga itu menyatukan.

"Saya berharap dengan turnamen ini kita dapat menambah teman dan lebih menjaga persaudaraan serta bisa menambah kekompakan dalam tim yang mungkin baru dibentuk," harap Era.

Selain itu dirinya juga berpesan agar selalu memperhatikan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 saat ini. Pasalnya saat ini telah muncul varian virus covid baru seperti covid delta dan kini telah hadir di Jawa.

"Mudah-mudahan varian baru itu tidak masuk di wilayah Papua, dan semoga cepat diselesaikan di wilayah Jawa dan sekitarnya sehingga harapan saya turnamen dapat berlangsung dengan baik hingga akhir nanti," pesan Era.

Pada turnamen ini, Kapolres Era yang juga merulakan Ketua Umum Persatuan Bola Volly Seluruh Indonesia (PBVSI) Mimika, secara khusus berpesan kepada para wasit agar netral dan sportif dalam memimpin pertandingan.

Saya beharap kepada panitia terutama wasit dalam memimpin harus berlaku adil dan jangan sampai merugikan tim manapun seara sengaja. Kita ingin olahraga ini semakin berkembang di Mimika dan selalu mendapat dukungan dari masyarakat," harapnya. (Ignas)

Astaga! Karena Hal Sepele Ini, Dua Venue PON Belum Dapat Jaringan Listrik

Manager PLN UP3 Timika, Martinus I Pasensi 

MIMIKA, BM

Pekan Olahraga Nasional (PON) menyisahkan beberapa bulan lagi, namun ada dua venue di Mimika yang hingga kini belum mendapat penyambungan jaringan listrik dari PLN UP3 Timika, yakni GOR Futsal dan GOR Biliar.

Untuk venue GOR Futsal membutuhkan daya pemasangan baru 197 KVA sementara GOR Biliar membutuhkan daya sebesar 66 KVA.

Manager PLN UP3 Timika, Martinus Irianto Pasensi saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (25/5) menjelaskan alasan belum dipasangnya jaringan untuk dua venue ini karena belum menjadi pelanggan.

"Karena belum jadi pelanggan, jadi belum dipasang. Kita mau uji coba kan harus hadirkan teknisi yang punya listrik dan kalau belum jadi pelanggan nanti mereka mau tidak,”tuturnya.

Dikatakan, jika keduanya sudah menjadi pelanggan dan sudah membayar biaya penyambungannya, maka PLN langsung menyambungkan jaringan listriknya.

"Kalau kita dari PLN begitu uangnya siap, langsung kita sambung jaringan listriknya. Jadi bayar penyambungannya, langsung kita sambung,”katanya.

Selain kedua venue, adapun media center dan gedung sektariat juga belum menjadi pelanggan sehingga belum mendapat pemasangan baru.

Martinus mengaku, sudah bersurat ke PB PON dan sudah menyampaikan berapa anggaran untuk penyambungan jaringannya. Dari 9 venue yang ada, baru Gedung Eme Neme yang sudah di uji coba.

Sedangkan, untuk venue di halaman Kantor Pusat Pemerintahan SP III akan menggunakan listrik dari kantor pemerintahan dan dibackup mesin genset.

"Karena memang baru tahun ini kita tahu bahwa di kantor bupati juga jadi tempat lomba. Jauh hari kalau diinfokan kita siapkan jaringan juga. Tapi tidak masalah larena itu tidak akan mengurangi keandalan kita karena dengan genset itu sudah cukup," jelasnya.

Katanya, untuk setiap bangunan atau lokasi yang mau dimasukkan atau dialiri listrik oleh PLN, syarat paling standarnya ialah memiliki sertifikat layak operasi (SLO).

Untuk bangunan yang direncanakan listriknya dipakai secara berkelanjutan maka wajid terdaftar dulu menjadi pelanggan.

"Atau kalau memang sifatnya sementara itu bisa, istilahnya itu menggunakan listrik multiguna," tuturnya.

Martinus mengakui bahwa untuk pemasangan listrik ke venue tentu ada biayanya. Karena untuk mengalirkan listrik harus ada bahan bakar, petugas yang berjaga hingga biaya operasional.

Lanjutnya, MSC juga belum menjadi pelanggan PLN, sehingga nantinya masih tetap membutuhkan ijin dari teknisi kelistrikan untuk bisa dilakukan uji coba.

Untuk dukungan PON secara keseluruhan, pihak PLN menurut Martinus sangat siap dengan dukungan sepenuhnya baik jaringan, peralatan hingga mesin genset.

"Nah yang belum jadi pelanggan ini kita harapkan secepatnya jadi pelanggan. Jadi kalau sudah jadi pelanggan baru kita pasang jaringannya karena aturannya seperti itu,” ungkapnya. (Shanty)

PON XX, 3.887 Orang Sudah Dipastikan akan ke Timika

Sekretaris PB PON XX Cluster Mimika, Cesar A Tunya

MIMIKA, BM

Mimika jadi tuan rumah penyelenggaraan 9 cabang PON XX Papua Tahun 2021 yakni Aerosport (Aeromodeling, Terbang Layang, Terjun Payung), Atletik, Bola Basket, Panjat Tebing, Biliar, Bola Tangan, Futsal dan Judo serta Tarung Derajat.

Pada perhelatan PON di Mimika nanti yang jadwalnya dilaksanakan mulai 20 September hingga 15 Oktober 2020, sebanyak 3.887 orang telah dipastikan datang ke Timika.

3.887 orang ini terbagi atas 1.436 atlet, 798 official, 828 Panpel Cabor, 462 dewan hakim (juri), 200 wartawan, 34 Head Cuarter, 5 perwkailan KOI dan KONI Pusat, 34 KONI Provinsi, 24 Ketua Cabor Pusat, 12 Technical Delegated dan 32 PB PON.

Dari 9 cabor yang akan dipertandingkan, Cabor Aerosport khususnya Mata Lomba Terbang Layang yang akan duluan mendatangkan para atletnya ke Mimika.

Berdasarkan jadwal PON yang diterima BeritaMimika, mereka mulai menginjakan kakinya di Mimika pada tanggal 20 September 2021.

Untuk Terbang Layang saja jumlah keseluruhan mencapai 206 peserta yang terdiri atas 50 atlet, 30 official dan 191 Panpel.

"Mereka tiba duluan karena mulai bertanding pada tanggal 23 Setember hingga 6 Oktober. Durasi waktu mereka di Timika sebanyak 14 hari. Tanggal 8 Oktober mereka sudah kembali ke daerah masing-masing," ungkap Cesar A Tunya, Sekretaris PB PON XX Papua, Cluster Mimika.

Setelah Terbang Layang pada 20 September, menyusul atlet Futsal (23), Judo (25), Bola Basket 5x5 (26), Biliar dan Terjun Payung (28), Aero Modeling, Atletik dan Panjat Tebing (30), Tarung Derajat 6 Oktober, Bola Tangan (7) dan Bola Bakset 3x3 (8).

"Untuk acara pembukaan di Timika dilakukan tanggal 2 Oktober sementara penutupan tanggal 15 Oktober. Jadi sebelum pembukaan, ada 6 cabor yang sudah duluan dipertandingkan. 3 cabor akan dipertandingkan setelah pembukaan adalah Tarung Derajat, Bola Basket 3x3 dan Bola Tangan," jelasnya.

Cesar mengungkapkan bahwa selama penyelenggaraan PON XX di Mimika, sebanyak 3.062 Atlet, Official dan Panpel PON akan hadir ke Mimika.

Dari 1436 atlet yang akan bertanding di Timika, atlet terbanyak berasal dari Cabang Olahraga Atletik yakni 300 atlet, disusul Basket 232 dan Aerosport 170 (Aeromodeling 45, terbang layang 50, terjun payung 75).

Selanjutnya Judo 140 atlet, Bola Tangan 140, Futsal 126, Panjat Tebing 120, Biliar 108 dan Cabor Tarung Derajat sebanyak 100 atlet.

"Di Mimika mereka akan bertanding di 9 tempat yakni SP5 dan SP1, Lanud, Pusat Pemerintahan SP3, Mimika Sport Centre, Gedung Ene Neme Yauware, Gor Futsal, Gor Biliar dan Gor Panjat Tebing," ungkapnya.

Cesar juga mengungkapkan bahwa sejauh ini Panitia PB PON Papua Cluster Timika terus bekerja keras guna menyukseskan perhelatan nanti.

Ia berharap dukungan serta pastisipasi masyarakat agar menyukseskan Mimika sebagai penyelenggara PON XX.

"Kita harus bangga karena ini momen pertamakalinya PON di gelar di Timika. Kita sebagai tuan rumah. Keberhasilan PON bukan hanya jadi tanggungjawab panitia PB PON saja namun semua elemen masyarakat Mimika," ungkapnya.

"Mungkin salah satu hal sederhana yang bisa kita sama-sama lakukan saat ini adalah menjaga kebersihan kota dan lingkungan masing-masing. Ribuan orang akan datang ke Mimika. Jangan sampai mereka pulang dengan persepsi Timika kota yang tidak bersih," terangnya. (Ronald

Top