Ekonomi dan Pembangunan

Jalan Tembusan Banti Aronaop Nilainya 70 Miliar Dari APBN

Kadis PUPR Robert Mayaut

MIMIKA, BM

Kelanjutan pekerjaan Jalan Tembusan Banti-Aroanop di Distrik Tembagapura Mimika untuk tahun ini akan dikerjakan oleh TNI dengan nilai pekerjaan mencapai Rp70 miliar yang dibiayai oleh APBN.

Pekerjaan jalan dengan panjang 10 kilometer ini sebelumnya telah dikerjakan sepanjang hampir 8 kilometer oleh Pemda Mimika sejak 2017-2018 lalu namun dihentikan karena masalah keamanan di wilayah Tembagapura.

"Sisa sekitar 2,7 kilometer akan dilanjutkan oleh TNI. Informasi akhir, tunggu tandatangan antara Pangdam dengan Satker. Nilainya 70 miliar dari dana APBN. Untuk pastinya nanti tanyakan langsung ke Satuan Kerja Penyelenggaraan Jalan Nasional (Satker) Timika," ungkap Kadis PUPR Robert Mayaut kepada BeritaMimika.

Selain pekerjaan sisa sepanjang 2,7 kilo, menurut Robert Mayaut salah satu pekerjaan berat dalam pengerjaan ini adalah menurunkan Gunung Botak di kawasan tersebut.

"Cukup beratnya itu waktu menurunkan gunung botak. Grab masih diatas 70 persen jadi harus diturunkan menjadi 16 persen," ujarnya.

Sebelumnya kepada BeritaMimika Robert Mayaut telah menyampaikan bahwa pekerjaan jalan ini dibiayai APBD, bantuan provinsi dan dana DAK.

Hanya saja ketika dana DAK diluncurkan untuk pengerjaan lanjutan saat itu, situasi instabilitas terjadi di Tembagapura sehingga dana tersebut dialihkan untuk pengerjaan Jalan Hasanuddin.

"Jalan tersebut akan dilanjutkan oleh TNI tapi itu bukan dari Dinas PU kabupaten melainkan dilanjutkan oleh Pemerintah Pusat dengan sipur. Kami juga sedang komunikasi tentang data-data jalannya," ungkapnya saat itu.

Pekerjaan jalan ini tujuannya untuk membuka akses yang terisolir antara Timika-Aronaop. Ini juga sebagai salah satu bentuk persiapan Mimika menjadi Ibu Kota Provinsi Papua Tengah.

"Kenapa kita harus buka begitu supaya warga di sana tidak tersisolir dan jangan semua bertumpuk di kota. Dengan pengembangan kota kan mau jadi provinsi sehingga kita harus siapkan sarana prasarananya," ungkapnya. (Ronald)

Jangan Khawatir, Hadapi Lockdown Bulog Tambah Stok Beras

Kepala Bulog Timika, Dedy Rachman

MIMIKA, BM

Bulog Timika akan menambah stok beras dari Merauke. Hal ini dilakukan untuk menghadapi lockdown yang akan berlangsung selama satu bulan penuh pada 7 Agustus sampai 7 September 2021 nanti.

Permintaan ini dilakakukan karena stok beras yang ada di gudang Bulog Timika saat ini sisa 200 ton saja.

Kepala Bulog Timika, Dedy Rachman saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/7) mengatakan, stok beras yang ada saat ini di gudang diperkirakan hanya cukup sampai pertengahan Agustus.

"Saat ini kita lagi tunggu pengiriman beras dari Merauke. Jumlahnya saya kurang tahu. Tapi dengan jumlah pengiriman itu setidaknya bisa sampai akhir Agustus atau pertengahan September,” tutur Dedy.

Dedy mengatakan, persediaan beras yang ada di Bulog ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Mimika yang dipasarkan melalui Rumah Pangan Kita (RPK) dan untuk tunjangan beras golongan ASN, TNI/Polri juga untuk Kabupaten Puncak.

Katanya, walau pihaknya melayani Mimika dan Puncak namun dapat dipastikan stok beras yang ada cukup untuk masyarakat.

"Saya pastikan selama lockdown stok beras tidak akan berkurang jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Pengiriman dari Merauke inikan untuk mengantisipasi lockdown," tutur Dedi.

Dikatakan, jika stok mulai berkurang maka akan ada alarm dan langsung ada pengiriman lagi.

"Harga penjualan beras Bulog masih tetap sama yakni Rp10 ribu per liter sebagaimana HET," ujarnya.

Ditegaskan jika lockdown nanti masyarakat yang ingin menyetok beras Bulog dengan jumlah banyak tidak diperbolehkan, yang bisa mengambil junlah lebih hanya RPK karena untuk melayani masyarakat sekitar.

"Stok aman jadi masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu juga harus menyetok beras Banyak-banyak. Karena, jika kebutuhan di rumah habis maka bisa membelinya lagi di Bulog," ungkapnya. (Shanty)

Penjelasan Kadishub dan Kadis PU Terkait Bundaran Mini di Tengah Kota

Foto bersama Kadishub Jania Basir, Kadis PU Robert Mayaut dan anggota DPRD Tanzil Azhari di bundaran baru

MIMIKA, BM

Dinas Perhubungan (Dishub) Mimika akhirnya membangun bundaran di persimpangan Jalan Yos Sudarso yang menghubungkan Jalan Bhayangkara dan Serui Mekar.

Pembangunan bundaran ini guna menjawab keluhan masyarakat yang merasa kesulitan atas pemberlakuan satu arah di jalan Budi Utomo.

Selain itu juga sebagai tindak lanjut RDP bersama Komisi C DPRD yang meminta agar median jalan di persimpangan Yos Sudarso, Serui Mekar dan Bhayangkara harus dibuka.

"Bundaran ini hanya sementara kita buat karena kita di Dishub belum ada anggaran. Kita setuju dengan permintaan DPRD dan masyarakat tapi dengan rekomendasi harus ada bundaran,” tutur Kadishub Mimika, Jania Basir saat diwawancara di persimpangan Jalan Yos Sudarso, Kamis (22/7).

Jania mengatakan, dengan adanya bundaran ini tentu dapat menghambat laju kendaraan agar bisa mengurangi dampak kecelakaan.

Bundaran itu pun tidak bisa dibangun traffic light karena jarak dengan traffic light persimpangan Jalan Bougenville dan Pendidikan terlalu dekat, sehingga bisa memicu penumpukan kendaraan.

"Bundaran ini fungsinya sama dengan bundaran Timika Indah. Kita harap adanya bundaran ini akan sangat membantu dan sudah menjawab keluhan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas PUPR Robert Mayaut ditempat yang sama mengatakan, bahwa memang harus ada solusi atas berlakukannya satu arah di Jalan Budi Utomo.

Sebab, menurut dia, hal ini juga bisa mengurai arus lalu lintas yang padat tidak harus dua jalur, kerena jika harus dua jalur maka akan mengeluarkan anggaran yang besar. Dan tentunya semua bangunan yang ada di pinggir kiri dan kanan harus digusur.

"Bundaran ini sebagai solusi dan sebagai upaya menata arus lalu lintas. Pemberlakuan jalur satu arah itu bukan sesuatu yang haram atau langkah, tetapi itu biasa dalam mengelola traffic dalam mengurai arus lalu lintas,” kata Robert.

Upaya ini pun mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Mimika, Tansil Azhari yang mana menurutnya, upaya penguraian lalu lintas dengan membangun bundaran sesuatu yang brilian yang dilakukan pemerintah.

"Ini sangat bagus dan brilian. Bagaimanapun Mimika harus ditata dengan baik khususnya pengaturan lalu lintasnya,” ungkapnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top