Budaya

Muhammad Hafidz AL Mubarok dan Syarif Hidayatullah Juara 1 Lomba Adzan

Kepala Bagian Kesra Ricard Wakum menyerahkan trofi kepada juara 1 lomba adzan tingkat SD Bima Ardiansyah Simanjuntak 

MIMIKA, BM

Muhammad Hafidz AL Mubarok perwakilan dari SMP atau MTS Al Fatah dan Bima Ardiansyah Simanjuntak perwakilan dari SDIT Smart Kids berhasil meraih juara 1 dalam lomba adzan yang diadakan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Mimika di Aula Muslimat NU, Rabu (10/9/2025).

Keduanya menunjukkan kebolehannya dalam melantunkan Adzan dengan indah dan penuh khidmat, memenangkan hati para juri dan peserta lainnya.

Untuk perwakilan SMP, juara 2 diaraih oleh Andika Saputra dari SMP Cordova dan juara 3 diraih oleh Muhammad Rizki Sukardi Bakti dari MTS Plus Al Ishlah Bondowoso.

Juara harapan 1 diraih oleh Fahrudin Uzair dari SMP Integral Hidayatullah, harapan 2 diraih oleh Indra Alamsyah Rusdi dari SMPIT Permata Papua dan harapan 3 diraih Amiruddin dari SMP Negeri 4 Mimika.

Sementara itu, juara 2 perwakilan SD diraih Imam Zikrai Imran Said dari SD Integral Hidayatullah dan juara 3 diraih oleh Al Fajar Marhafaz Kalinya dari SD Plus Al Ishlah.

Juara harapan 1 diraih oleh Syarif Hidayatullah Ugar dari SD Cordova Indonesia, harapan 2 diraih oleh Erico Kane Wijaya dari SD YPMNU Bina Bakti Wania, SP1 dan harapan 3 diraih oleh Rifqi Achmad Ar Rasyid dari SD Inpres Timika 2.

Kepala Bagian Kesra Setda Mimika, Richard Wakum, mengatakan, lomba ini dibuat untuk mengasah kemampuan vokal keagamaan dan juga menanamkan nilai spiritual anak.

Ia mengatakan peserta lomba adzan adalah siswa SD dan SMP di Mimika. 45 pelajar ini berasal dari 45 sekolah yang mengirimkan masing-masing satu perwakilan untuk mengikuti lomba Adzan.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata tetapi juga dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 rabiul awal 1447 H,” ujarnya.

Ia mengatakan, lomba ini diharapkan menjadi wadah pembinaan karakter anak di bidang agama Islam, dan juga kecintaan terhadap Islam dikalangan pelajar.

"Perlombaan ini melibatkan pihak MUI dan PCNU untuk menjadi juri lomba. Kegiatan ini juga jadi wadah silaturahmi antar sekolah dan komunitas Muslim Mimika,” katanya

Diakuinya, lomba adzan ini baru pertama kali dilakukan, tetapi antusias peserta sangat luar biasa. Ia bahkan berencana melakukan perlombaan yang lebih besar dengan jumlah peserta yang lebih banyak lagi.

“Ini kita buat pertama kali di momen Maulid ini, semoga tahun depan kita bisa buat dengan libatkan yang lebih besar,”ungkapnya.

Diharapkan prestasi dari pemenang ini menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya, dan semoga melalui kegiatan ini silaturahmi terus terjaga antara peserta. (Shanty Sang)

Peringati Maulid, Bagian Kesra Gelar Lomba Adzan

Foto bersama Pj Sekda dengan para peserta, juri dan undangan

MIMIKA, BM

Dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 rabiul awal 1447 H, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Mimika menggelar lomba adzan yang diikuti 45 peserta dari 23 SD dan 22 peserta dari SMP.

Perlombaan yang digelar di Aula Muslimat NU, Rabu (10/9/2025) dibuka secara resmi oleh Pj Sekda Mimika, Abraham Kateyau.

Abraham Kateyau dalam sambutan mengapresiasi Bagian Kesejahteraan Rakyat dan semua pihak, yang telah menyelenggarakan kegiatan ini:

Menurutnya kegiatan ini, dapat dijadikan sebagai media untuk mengembangkan mental, kreatifitas, serta karakteristik siswa/siswi agar kedepannya mereka bisa tumbuh, menjadi generasi yang sehat, cerdas, ceria, terampil serta beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa.

"Pendidikan bagi seorang anak SD dan SMP/MTS tentunya perlu kita tangani secara baik dan komprehensif. Agar dalam perkembangannya, kita bisa mencetak generasi yang berkualitas dan berkarakter, generasi yang dapat menghadapi era globalisasi dengan penuh ketangguhan,"kata Abraham.

Oleh sebab itu, menurut Abraham sejak dini anak-anak ini harus dibina, agar kelak menjadi putra-putri yang produktif, menjadi kebanggaan bangsa dan daerah.

Namun ia mengingatkan bahwa yang perlu diingat, yang diisi bukan saja pikirannya, namun juga jiwa dan semangat kegigihannya juga

"Karena pintar saja tidak cukup, akan tetapi anak-anak juga harus berbudi pekerti luhur, kreatif, inovatif serta berakhlak mulia,"ujarnya.

Katanya, anak-anak sekarang dihadapkan dengan era millennial, dimana merupakan kelanjutan dari era global yang telah menimbulkan berbagai tantangan-tantangan baru.

Namun demikian, tantangan yang ada tersebut, dapat diubah menjadi sebuah peluang, apabila bisa memanfaatkannya secara baik.

"Salah satunya dapat kita lakukan dengan menggali dan mengolah segala potensi diri yang dimiliki oleh setiap siswa. Karena jika sejak dini segala potensi-potensi tersebut dapat kita kembangkan, untuk kemudian kita paduserasikan pula dengan pendidikan agama, maka, mereka akan mampu merubah tantangan menjadi peluang, sehingga akan terbentuklah anak-anak yang berkualitas lagi berakhlak mulia,"terangnya.

Menurutnya, hal ini selaras dengan perlombaan adzan yang akan dilakukan hari ini, yakni "menggali potensi dan kreativitas siswa berjiwa islam artinya, siswa tidak hanya dituntut untuk pintar dalam ilmu duniawi, akan tetapi harus diimbangi dengan ilmu ukhrawi.

"Agar setiap potensi dan kreativitas yang dilaksanakan dan dikembangkannya kelak benar-benar dapat membawa kemaslahatan bagi ummat, bagi bangsa, negara dan daerah,"ujarnya. (Shanty Sang)

Songsong HUT RI ke-80, PTFI Adakan Bakti Sosial di Tipuka dan Ayuka

Suasana berlangsungnya junpa pers

MIMIKA, BM

Dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, PT Freeport Indonesia (PTFI) mengadakan serangkaian kegiatan kolaboratif bersama masyarakat Kampung Tipuka, Distrik Mimika Timur, dan Kampung Ayuka, Distrik Mimika Timur Jauh.

Vice President Community Development PTFI, Nathan Kum, mengatakan bahwa rangkaian kegiatan HUT RI ke-80 telah dimulai sejak 1 Agustus 2025. PTFI menggandeng Kampung Tipuka dan Ayuka untuk membangun semangat nasionalisme sekaligus menumbuhkan gaya hidup sehat melalui berbagai kegiatan, termasuk edukasi kesehatan.

“Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen PTFI untuk hadir di tengah masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga, khususnya di wilayah lingkup kerja PTFI termasuk dua kampung yang masuk dalam wilayah kerja PTFI” tutur Nathan Kum dalam jumpa pers bersama wartawan di Rumah Kopi Amungme Gold, Senin (11/8/2025) kemarin.

Nathan mengatakan, ini merupakan agenda tahunan yang dilakukan secara bergilir yang berfokus di area PTFI. Tahun-tahun sebelumnya PTFI sudah laksanakan di Nayaro dan Nawaripi dan tahun ini di Tipuka serta Ayuka.

"Kami berharap dengan kegiatan ini masyarakat dapat merasakan kehadiran PTFI dan bagaimana kita menjaga kesatuan RI," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Dataran Rendah (Lowland), Erikson Daniel, mengatakan bahwa perayaan HUT RI tahun ini berbeda karena melibatkan dua kampung sekaligus, dengan estimasi partisipasi hingga 1.500 warga.

Berbagai kegiatan digelar, mulai dari pembersihan kampung, pemasangan bendera dan umbul-umbul, lomba, edukasi kesehatan, hingga panggung hiburan yang dipusatkan di Kampung Tipuka, Distrik Mimika Timur.

“Tahun lalu hanya satu kampung dengan melibatkan 1.000 orang. Kali ini, selain dua kampung, kegiatan juga diperluas ke luar Kuala Kencana, termasuk di Perumahan HOPE, Amor, MSC, serta program pelatihan untuk SSB,” jelasnya.

Selanjutnya, Kepala Distrik Mimika Timur Jauh, Yulius Katagame, berharap kehadiran PTFI dapat mendorong peningkatan kapasitas masyarakat di kampung dan menjangkau seluruh wilayah Mimika Timur Jauh.

“Kami ingin kolaborasi ini bisa dirasakan di semua kampung, sehingga manfaatnya merata,” ujarnya.

Selanjutnya, Kepala Distrik Mimika Timur, Bakri Atthoriq, mengapresiasi sinergi yang membuat perayaan HUT RI di kampung menjadi lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Biasanya perayaan dilakukan sederhana dengan anggaran terbatas. Kali ini, selain lebih meriah, kegiatan pengobatan gratis dan edukasi kesehatan sangat dirasakan manfaatnya oleh warga. Kami berharap program seperti ini tidak hanya dilakukan saat HUT RI, tetapi bisa berkelanjutan,” tutupnya. (Shanty Sang)

Top