Budaya

Target Rp 1,5 Miliar, Imbas Pandemi Penerimaan Zakat Menurun

Ilustrasi pembayaran zakat (Foto Google)

MIMIKA,BM

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Mimika memastikan penerimaan zakat tahun 2020 ini menurun dari target sebesar Rp 1,5 miliar. Kondisi demikian tidak terlepas menurunnya penghasilan umat sebagai dampak pandemi covid 19.

Sebagaimana diketahui, setiap tahunnya menjelang Hari Raya Idul Fitri, Baznas Mimika membuka Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Namun, sejak dibukanya UPZ, penerimaan zakat fitrah, zakal maal, infaq dan sedekah belum mencapai target.

"Dari 73 UPZ yang ada hingga saat ini, baru dua UPZ yang melaporkan yakni UPZ Masjid Al-Ikhlas SATRAD km 9 dan UPZ LDII. Sedangkan, penerimaan langsung yang datang ke kantor BAZNAS baru empat orang saja, intupun rata-rata hanya zakat fitrah," tutur Ketua Baznas Mimika, Umar Habib saat dihubungi BeritaMimika.com, Rabu (20/5).

Terkait hal itu, Umar menghimbau kepada seluruh umat Islam agar bersama-sama menyempurnakan ibadah puasa dengan membayar zakat. Diharapkan pembayaran zakat selesai pada hari Jumat sehingga masih ada sisa waktu untuk mendistribusikannya kepada Mustahik.

Dan kepada setiap UPZ, Umar berharap agar mengelola dana ZIS sebaik-baiknya, karena hal ini merupakan pelaksanaan dari syariat Islam (syariat zakat).

"Dimohon untuk menata administrasi, menata penyaluran, pendistribusian dan pendayagunaan," tuturnya.

Menurut dia, zakat ditengah pandemi Covid-19 sangat membantu umat yang terdampak akibat adanya kebijakan pembatasan kegiatan di luar rumah.

Selain itu Baznas juga melihat adanya pergeseran pembayaran zakat dari zakat maal ke zakat fitra.

Masyarakat muslim dipastikan lebih banyak menunaikan zakat fitrah ketimbang zakat maal. Sebab, sebagian umat terdampak krisis ekonomi akibat pandemi covid-19, seperti dirumahkan, PHK atau pemotongan gaji.

"Zakat maal ini kan dari penghasilan. Ketika penghasilannya menurun maka zakat maalnya juga ikut turun. Kami harap laporan dari UPZ kepada Baznas nanti dapat selesai pada hari Sabtu pukul 13.30 WIT mengingat kita harus berikan kepada Mustahik," ungkapnya. (Shanty

Tiga Alasan Mengapa Shalat Ied Di Mimika Ditiadakan

Bupati Mimika Eltinus Omaleng

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Eltinus Omaleng sebelumnya telah memberikan izin kepada umat muslim di Mimika agar dapat melaksanakan Shalat Idul Fitri 1441 Hijriah secara berjemaah di tengah pandemi Covid-19.

Namun keputusan ini akhirnya dibatalkan terhitung Rabu (20/5) melalui surat Bupati Mimika kepada ketua MUI Kabupaten Mimika.

Dalam surat ini menyebutkan tiga alasan yang menjadi dasar pertimbangan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika membatalkan pelaksanaan Shalat Ied tahun ini.

Pertama, Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 28 Tahun 2020 tentang Kaifiat Takbir dan Sholat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19

Kedua, Rapat Terbatas Presiden Republik Indonesia dengan semua gubernur seluruh Indonesia tanggal 18 Mei.

Dan ketiga, Video Confrence Wakil Gubernur Papua Kelemen Tinal dengan semua bupati/walikota se-Provinsi Papua pada 20 Mei yang juga dihadiri ketua MUI dan Ormas Islam yang menyatakan untuk tetap beribadah di rumah masing-masing.

Dengan mempertimbangkan semua ketentuan tersebut maka Bupati Mimika Eltinus Omaleng menyampaikan bahwa Sholat Idul Fitri 1441 Hijriah tidak dilaksanakan secara berjemaah di lapangan atau masjid namun dilakukan di rumah masing-masing dengan keluarga.

Selain mendasari keputusan ini, Bupati Omaleng juga menjelaskan bahwa peniadaan ini merujuk pada protokol kesehatan dari WHO dan keputusan Menteri Kesehatan yang berhubungan dengan pandemi Covid-19 yang saat ini melanda Indonesia.

“Sebelum keputusan dan kebijakan ini dikeluarkan, saya sudah nyatakan duluan bahwa kita bisa laksanakan Shalat Idul Fitri. Namun ketika instruksi menteri dikeluarkan maka kita harus menghargai dan menghormati instruksi ataupun keputusan yang lebih tinggi di atas kita,” ungkapnya.

“Pak Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal juga sudah menelpon saya terkait hal ini karena ini keputusan bersama dan berlaku secara menyeluruh sehingga kita harus menaati dan melaksanakannya. Provinsi sudah nyatakan tidak maka kita di Mimika juga harus ikuti karena ini keputusan lebih tinggi dari kita. Tidak boleh kita langgar. Jadi saya minta semua umat muslim di Mimika menghargai dan menghormati kebijakan ini dengan melaksanakan shalat Idul Fitri bersama keluarga di rumah masing-masing karena ini tujuannya demi kebaikan kita semua,” jelasnya. (Ronald

Usai Dilantik Bupati Omaleng, TP-PKK Mimika Akan Turun Lapangan Peduli Covid-19

Pelantikan TP-PKK Mimika di Pondopo Rumah Negara (Selasa 14/4)

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Eltinus Omaleng secara resmi melantik Tim Pengurus Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika periode 2019-2024.

Pelantikan yang dilakukan di Pondopo Rumah Negara, Selasa (14/4) mendasari Surat Keputusan Bupati Mimika Nomor 166 Tahun 2020.

Bupati Eltinus Omaleng dalam sambutannya mengatakan, salah satu tugas utama TP-PKK adalah untuk mewujudkan keluarga sejahtera menuju masyarakat yang maju dan mandiri.

“Saya mengucapkan selamat kepada pengurus baru yang sudah dilantik. Saya harap TP-PKK Mimika segera menyusun program kerja untuk cepat turun ke masyarakat,” harap Bupati Eltinus Omaleng dalam sambutannya.

Omaleng meminta TP-PKK hadir dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat Mimika terutama dalam hal pemberdayaan dan kesejahteraan.

“10 program pokok PKK harus menyentuh masyarakat. Jalani apa yang sudah kalian buat seperti dulu untuk masyarakat agar mereka merasakan kehadiran TP-PKK. Selamat bekerja buat semuanya,” ungkapnya.

Wakil Ketua I TP-PKK Kabupaten Mimika, Ny. Susy Rettob menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan bupati dan wakil bupati sehingga proses pelantikan ini dapat berjalan sesuai harapan bersama.

Ia berharap agar 01 dan 02 Mimika terus mendampingi, memberikan dukungan sepenuhnya terhadap apa yang menjadi sasaran dan program kerja TP-PKK Kabupaten Mimika, periode 2019-2024.

“Terimakasih kepada bapak bupati dan wakil bupati. Kami harap selalu ada dukungan buat kami sehingga apa yang menjadi harapan bersama melalui program kerja PKK, dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat Mimika,” harapnya.

Kepada para pengurus yang telah dilantik, Wakil Ketua I TP-PKK Kabupaten Mimika, Ny. Susy Rettob meminta agar mereka dapat mengembankan tugas yang diberikan dengan sebaik-baiknya, amanah, dapat bekerjasama dan profesional.

“Kita harus maju bersama, berkembang aktif dalam upaya memberdayakan dan mensejahterakan keluarga-keluarga sesuai dengan visi-misi kita. Ini semua kita lakukan untuk mewujudkan keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Sementara itu kepada BeritaMimika, Ny Susy Rettob melalui pesan singkatnya mengatakan bahwa usai dilantik, hal pertama yang akan menjadi perhatian TP-PKK Mimika adalah
melakukan aksi peduli kepada masyarakat akibat pandemi Covid-19.

“Minggu depan kita upayakan sudah turun lapangan untuk peduli Covid-19. Habis pelantikan kami langsung rapat untuk siapkan hal ini. Ini masalah kemanusiaan yang menjadi tanggungjawa kita semua, termasuk TP-PKK Mimika,” ungkapnya. (Elfrida)

Top