Budaya

Waket DPRD Mimika Gelar Bakar Batu dan Syukuran Bersama Warga Tembagapura


Alex Tsenawatme bersama masyarakatnya

MIMIKA, BM

Wakil Ketua I DPRD Mimika, Aleks Tsenawatme melakukan bakar batu dan syukuran bersama warga Distrik Tembagapura di halaman Kantor Sekretariat II Konfrensi Sinode Ke XI, Jumat (13/3).

Acara ini dihadiri oleh warga Distrik Tembagapura dari Kampung Banti 1, Banti 2, Kimbeli dan Opitawak yang beberapa waktu lalu diungsikan ke Timika karena faktor keamanan.

Bakar batu dan syukuran ini diawali dengan ibadah pemulihan yang dipimpin oleh Ketua Klasis GKIP Timika, Henok Nawipa.

Mengutip Kitab Mazmur nomor 136-1-4, Henok Nawipa mengisahkan tentang kasih setia Allah kepada orang Israel.

Dalam khotbahnya, ia mengajak warga empat kampung untuk selalu bersyukur kepada Tuhan sebab Dia baik untuk selama-lamanya dalam kasih setianya. Allah telah melakukan keajaiban-keajaiban besar atas kasih setianya itu.

"Allah yang kita sembah dalam nama Yesus adalah Allah yang setia. Kesetiaannya tidak bisa dibatasi oleh suatu kondisi, ruang dan tempat termasuk tidak bisa dibatasi oleh semua orang di berbagai tempat. Dengan setia, kasih dan kuasanya, mujizat dan berkatnya dapat dilimpahkan kepada semua orang Ia kasihi," wtutur Henock.

Sementara, Wakil Ketua I DPRD Mimika Aleks Tsenawatme mengatakan bahwa bakar batu dan ibadah bersama ini tidak mempunyai tujuan lain tapi hanya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan lantaran masyarakat dari empat kampung itu selamat dan keluar dari situasi konflik.

Dalam momen ini Aleks juga sekaligus menyampaikan rasa syukur dan terimakasih atas dukungan masyarakat di empat kampung tersebut pada pemilu 2019 lalu, sehingga saat ini dirinya bisa meraih kursi sebagai Wakil Ketua I DPRD Mimika.

"Saya ini anak yang berasal dari empat kampung ini. Saya ikut prihatin dan merasakan apa yang masyarakat saya alami. Makanya saya bakar batu dengan 13 ekor babi untuk warga di empat kampung tersebut,"tutur Aleks kepada BeritaMimika.

Katanya, masyarakat empat kampung harus meninggalkan rumah, harta termasuk gereja, sehingga melalui ibadah bersama mereka bisa dikuatkan secara iman. Ia mengatakan semua ini adalah cobaan yang harus dihadapi namun Tuhan selalu ada bersama mereka.

"Kita tidak tahu sampai kapan situasi ini kondusif. Diharapkan semuanya cepat kembali normal supaya masyarakat kita kembali dan menjalankan kehidupan dan beribadah di gereja mereka di kampung. Jujur saya sangat prihatin, karena itu dengan bantuan rekan-rekan di dewan, saya bisa gelar ibadah dan bakar batu ini," ujarnya. (Shanty)

PARADE FOTO Perayaan Syukur HUT YPK ke-58

MIMIKA, BM

Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) di Mimika merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 dengan ibadah syukur.

Perayaan ini dipimpin Pendeta Barnabas Weyai STH yang adalah Wakil Direktur Executif YPK di Tanah Papua dan dhadiri oleh semua sekolah dibawah naungan YPK di Mimika yang melibatkan seluruh guru, staf dan pelajar. Kegiatan ini dilangsungkan di Gereka Kristen Injili Kanaan, Gorong-gorong, Senin (9/3).

FOTO ISTIMEWA



Peniupan Lilin HUT YPK ke-58

Ketua panitia Obeth Mano menerima potongan kue pertama

Pemda diwakili oleh Staf Ahli Sherly Lumenta

Perayaan HUT diawali dengan doa bersama

Fragmen saat ibadah syukur oleh pelajar YPK

Ketua PSW Janus Msen, Wakdir executive Pendeta Barnabas Weyai dan Ketua Panitia foto bersama

Foto bersama staf dan dewan guru YPK Mimika

Antusias anak-anak sekolah YPK merayakan HUT

Jalan sehat mengawali rangkaian kegiatan HUT YPK

 

109 Anak SD di Mimika Ikut Lomba Cerita Rakyat

Salah satu peserta saat menyampaikan cerita rakyat

MIMIKA,BM

Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika menggelar Lomba Cerita Rakyat tingkat Sekolah Dasar (SD) di Timika.
Agenda tahunan ini diikuti oleh 109 siswa dari 27 sekolah di Kabupaten Mimika.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, dimulai Jumat (6/3) untuk babak penyisihan dan Sabtu (7/3) untuk putaran final sekaligus pengumuman juara ini digelar di Hotel Horison Ultima Timika dan dibuka secara resmi oleh Asisten II Setda Mimika, Sihol Parningotan.

Diketahui, peserta yang berhasil keluar sebagai juara satu dan dua akan diberangkatkan ke Jayapura mewakili Mimika. Jika menang di provinsi mereka akan mengikuti lomba tingkat nasional.

Asisten II Setda Mimika, Sihol Parningotan mengatakan, kemampuan dan kesenangan membaca merupakan modal dan faktor penting dalam penyelenggara pendidikan baik formal maupun non formal.

Membaca dapat meningkatkan pembangunan masyarakat untuk hidup lebih cerdas, berwawasan luas dan pantas dalam menghadapi peluang dan tantangan di era globalisasi saat ini.

"Kebudayaan gemar membaca perlu ditanamkan kepada anak-anak sedini mungkin untuk menciptakan gemar membaca. Dan ini penanganannya tidak cukup hanya oleh guru atau komunitas di sekolah saja, namun peran serta orangtua, masyarakat, pemerintah, dan lembaga swasta yang peduli juga merupakan faktor penting yang sangat kami harapkan,"tutur Sihol.

Sihol mengatakan, bahwa faktor membaca dapat mendukung kecerdasan seseorang makanya peran serta orangtua diharapkan dapat mendorong anaknya untuk gemar membaca.

Ia juga mengharapkan agar siswa-siswi Mimika dapat berprestasi baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Sementara Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Benediktus Renyaan dalam sambutannya mengatakan, event lomba cerita rakyat merupakan event tahunan yang dilaksanakan setiap tahun mulai tingkat daerah ke tingkat provinsi hingga nasional.

"Tiga tahun yang lalu satu siswa bisa kita bawa mewakili Kabupaten Mimika ke tingkat nasional. Dan tahun lalu bisa kita bawa wakili Mimika ke tingkat Provinsi Papua,"tutur Benny.

Ia mengatakan lomba ini hanya diikuti oleh siswa-siswi kelas IV hingga kelas VI yang disesuaikan denhan kemampuan membaca.

Selanjutnya, Kepala Bidang Pengolahan Bahan Pustaka pada Perpustakaan Nasional, Saharyanto mengatakan, dalam lomba ini ada tiga hal yang perlu dipegang yakni meningkatkan minat baca anak-anak terutama cerita rakyat di daerahnya masing-masing, menumbuhkan minat cinta kebudayaan lokal dan tumbuh serta berkembangnya nilai-nilai budaya nasional.

"Dengan lomba seperti ini mereka diharapkan bisa menguasai cerita rakyat dan mengekspresikan dalam cerita dekaligus untuk menumbuhkembangkan minat baca," tuturnya.

Ia mengatakan di perpustakaan nasional ada kegiatan perpustakaan berbasis instusisosial, dari kegiatan itu pihaknya ke desa-desa dan sekolah untuk meningkatkan minat baca, salah satunya kegiatan lomba bercerita rakyat.

"Kami di perpustakaan nasional juga ada program penulisan buku nantinya untuk semua kabupaten-kota bagaimana membuat suatu karya di daerah untuk membuat buku cerita rakyat. Kami sebagai pembina dan daerah yang memberikan ceritanya,"tutupnya. (Shanty)

Top