Tiga Alasan Mengapa Shalat Ied Di Mimika Ditiadakan

Bupati Mimika Eltinus Omaleng

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Eltinus Omaleng sebelumnya telah memberikan izin kepada umat muslim di Mimika agar dapat melaksanakan Shalat Idul Fitri 1441 Hijriah secara berjemaah di tengah pandemi Covid-19.

Namun keputusan ini akhirnya dibatalkan terhitung Rabu (20/5) melalui surat Bupati Mimika kepada ketua MUI Kabupaten Mimika.

Dalam surat ini menyebutkan tiga alasan yang menjadi dasar pertimbangan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika membatalkan pelaksanaan Shalat Ied tahun ini.

Pertama, Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 28 Tahun 2020 tentang Kaifiat Takbir dan Sholat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19

Kedua, Rapat Terbatas Presiden Republik Indonesia dengan semua gubernur seluruh Indonesia tanggal 18 Mei.

Dan ketiga, Video Confrence Wakil Gubernur Papua Kelemen Tinal dengan semua bupati/walikota se-Provinsi Papua pada 20 Mei yang juga dihadiri ketua MUI dan Ormas Islam yang menyatakan untuk tetap beribadah di rumah masing-masing.

Dengan mempertimbangkan semua ketentuan tersebut maka Bupati Mimika Eltinus Omaleng menyampaikan bahwa Sholat Idul Fitri 1441 Hijriah tidak dilaksanakan secara berjemaah di lapangan atau masjid namun dilakukan di rumah masing-masing dengan keluarga.

Selain mendasari keputusan ini, Bupati Omaleng juga menjelaskan bahwa peniadaan ini merujuk pada protokol kesehatan dari WHO dan keputusan Menteri Kesehatan yang berhubungan dengan pandemi Covid-19 yang saat ini melanda Indonesia.

“Sebelum keputusan dan kebijakan ini dikeluarkan, saya sudah nyatakan duluan bahwa kita bisa laksanakan Shalat Idul Fitri. Namun ketika instruksi menteri dikeluarkan maka kita harus menghargai dan menghormati instruksi ataupun keputusan yang lebih tinggi di atas kita,” ungkapnya.

“Pak Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal juga sudah menelpon saya terkait hal ini karena ini keputusan bersama dan berlaku secara menyeluruh sehingga kita harus menaati dan melaksanakannya. Provinsi sudah nyatakan tidak maka kita di Mimika juga harus ikuti karena ini keputusan lebih tinggi dari kita. Tidak boleh kita langgar. Jadi saya minta semua umat muslim di Mimika menghargai dan menghormati kebijakan ini dengan melaksanakan shalat Idul Fitri bersama keluarga di rumah masing-masing karena ini tujuannya demi kebaikan kita semua,” jelasnya. (Ronald

 

 

 

 

Top