Nasional

Mining Industry Indonesia Rayakan HUT Ke-4 dengan Berbagi di Timika

Foto bersama dengan anak-anak usai dilakukan penyerahan  makanan tambahan bergizi

MIMIKA, BM

BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID atau Mining Industry Indonesia merayakan HUT ke-4 dengan kegiatan Charity Week.

Kegiatan ini serentak dilaksanakan di wilayah operasional perusahaan tambang yang tergabung dalam holding MIND ID yaitu PT ANTAM Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero), dan PT Timah Tbk.

Charity Week merupakan kegiatan sosial yang berlangsung selama dua pekan menjelang perayaan hari jadi MIND ID pada tanggal 27 November 2021 nanti.

Di PT Freeport Indonesia (PTFI), kegiatan Charity Week HUT MIND ID dilaksanakan pada hari Kamis (18/11) dengan berbagi bantuan di tiga tempat, TK Nangmora - Yayasan Gerbang Terang Timur (Suku Amungme), SD YPPK Mioko (Suku Kamoro) dan TK Simon Petrus Jalan Baru (7 Suku).

Bantuan yang diberikan berupa makanan tambahan bergizi bagi anak-anak tingkat TK - SD dan kepada para guru serta pendamping.

Kegiatan Charity Week dimulai pagi hari dengan penyerahan bantuan di TK Nangmora.

Pada saat penyerahan proses pembelajaran sedang berlangsung dan bantuan diterima oleh kepala sekolah disaksikan sekitar 20 siswa dan para guru.

Penyerahan bantuan di TK Simon Petrus dilaksanakan siang hari, diterima langsung oleh Kepala Sekolah dan disaksikan sekitar 50 siswa dan para guru.

Sedangkan, untuk penyerahan bantuan di SD YPPK Mioko, tim berangkat dari Pelabuhan Poumako menggunakan perahu menuju kampung Mioko selama satu jam perjalanan menyusuri sungai.

Tiba di kampung Mioko, disambut masyarakat dengan tarian. Penyerahan bantuan disaksikan oleh warga kampung Mioko, para siswa dan guru.

Mewakili para siswa, guru dan juga masyarakat, para kepala sekolah mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Menurut para kepala sekolah bantuan ini menjawab kebutuhan para siswa yang ada disaat ini.

Mereka mengucapkan selamat merayakan HUT kepada pihak perusahaan dan mendoakan supaya MIND ID dan PTFI terus sukses kedepannya.

Selain kegiatan penyerahan bantuan makanan tambahan bergizi, juga dilakukan sosialsasi mengenai pentingnya vaksinasi COVID-19, juga penjelasan mengenai dampak COVID-19 kepada siswa, guru dan masyarakat.

Mewakili PTFI dan MIND ID, Group Leader Community Affairs, Samuel Rorimpandey melalui rilis yang diterima BeritaMimika, Jumat (19/11) menjelaskan, kegiatan Charity Week MIND ID tahun ini difokuskan kepada pemberian makanan tambahan pada anak-anak tingkat TK dan SD.

Dari bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat sehingga mampu bertahan pada masa pandemi COVID-19 yang belum selesai ini.

Kegiatan penyerahan bantuan ini dilakukan bersamaan dengan sosialisasi vaksin COVID-19.

"Ini adalah salah satu upaya PTFI dan MIND ID dalam memberikan kebaikan dan manfaat bagi masyarakat luas," ungkapnya. (Red)

Di Momen HUT Brimob 76, Ramadhona Ajak Anggotanya Tingkatkan Persatuan Serta Solidaritas Hubungan Kerjasama

Danyon B Pelopor Sat Brimob Polda Papua, Kompol Ramadhona saat menyampaikan sambutan pada acara syukuran

MIMIKA, BM

Danyon B Pelopor Sat Brimob Polda Papua, Kompol Ramadhona, mengajak seluruh personil Brimob untuk selalu tingkatkan persatuan dan kesatuan serta solidaritas hubungan kerjasama dengan Pemerintah Daerah, TNI maupun stakeholder yang ada.

Ajakan ini disampaikan Kompol Ramadhona, pada acara syukuran HUT ke-76 Korps Brimob Polri yang diperingati setiap tanggal 14 November yang berlangsung di gedung Ronald H. Sopamena Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Papua, Minggu (14/11).

HUT Korps Brimob Polri ditahun 2021 kali ini mengusung tema "Terlatih, Tangguh dan Responsif. Negara Hadir, Negara Tidak Boleh Kalah".

"Sehingga kedamaian, keamanan dan ketentraman di tanah Papua dapat kita wujudkan," ungkap Ramadhona saat memberikan sambutan.

Menurutnya, dengan semakin bertambahnya usia, semakin tambah pula kedewasaan seluruh insan Brimob akan tugas dan tanggungjawab sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

"Supaya nantinya kita akan mampu menjadi sosok prajurit yang terlatih, tangguh dan responsif dalam menjalankan tugas kedepan. Yang semakin kompleks terkhusus bagi kita yang ada di Timika," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan bahwa korps Brimob Polri lahir tumbuh dan berkembang tidak terlepas dari sejarah perjalanan bangsa.

Sejak dari zaman pra kemerdekaan sampai pasca reformasi, Brimob akan selalu senantiasa setia mengawal dalam satuan dan mengiringi Polri menghadapi berbagai tantangan tugas yang berintensitas tinggi dibuktikan dengan dianugerahkannya Pataka Nugraha Cakanti Yana Utama.

"Wujud kesetiaan itu oleh Presiden RI Soekarno sebagai bentuk penghargaan pemerintah atas pengabdian dan kesetiaannya," ujar Ramadhona.

Dalam acara syukuran HUT Korps Brimob Polri ke 76 juga dilakukan pemberian santunan tali asih kepada purnawirawan, istri warakawuri dan personil yang mengalami sakit saat bertugas. Selain juga ada pemberian tumpeng secara khusus kepada personil yang tertua dan termuda.

Berbagi Kasih ke Mesjid dan Gereja

Sebelumnya, pada Selasa (9/11), Dalam rangka memperingati HUT ke-76 ini, Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Papua dan Bhayangkari melakukan anjangsana ke Masjid Al Ikhlas dan Gereja Antiokhia, Sp 1 Distrik Mimika Baru, Mimika, Papua.

Kegiatan ini juga diisi dengan memberikan bantuan bahan pokok makanan kepada warga setempat melalui tokoh agama masing-masing.

Komandan Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Papua, Kompol Ramadhona mengatakan, Anjangsana ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT Brimob Polri ke-76. Hal ini juga bertujuan untuk mendekatkan Polisi, secara khusus Brimob kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Mimika.

“Kami berharap dengan bantuan ini, dapat memberikan manfaat kepada warga di sini” ujar Kompol Ramadhona saat memberikan sambutan didampingi sejumlah perwira dan Bhayangkari.

Beliau juga menyampaikan pesan kepada, warga agar selalu menjaga keamanan dan ketertiban, serta menghindari miras agar dapat menjaga situasi selalu kondusif.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut ketua Ranting Bhayangkari Yon B Pelopor, Ny. Amelia Ramadhona beserta pengurus. Kegiatan kemudian ditutup dengan Doa bersama dari masing-masing pemuka agama. (Ignas

 

Di Panggung Penutupan Gebyar PON XX Papua, Wabup John Sampaikan HBD Bupati Omaleng

Penutupan Gebyar PON XX Papua ditandai dengan pemukulan tifa secara bersama-sama, Jumat (15/10) 

MIMIKA, BM

Usai sudah seluruh rangkaian Gebyar PON XX Papua 2021 di empat klaster penyelenggara yakni kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke dan Mimika.

Penutupan Gebyar PON dilaksanakan di lapangan Timika Indah, Jumat (15/10) dan dihadiri oleh ribuan warga Timika.

Sebelumnya, pada pagi hingga siang hari, tenaga kesehatan melakukan rapid swab tes kepada masyarakat yang hendak menonton. Selain itu penonton juga diwajibkan memakai masker, menjaga jarak dan menunjukkan sertifikat vaksin.

Kegiatan ini juga melibatkan 300 personil gabungan TNI-Polri guna pengamanan.

Sayangnya, protokol kesehatan yang diterapkan terkesan dilanggar. Hal ini terlihat dengan adanya ribuan masyarakat yang memadati lapangan Timika Indah hingga di luar area yang dibatasi.

Bahkan pada saat malam hari, di pintu keluar masuk khususnya arah Jalan Belibis, tidak lagi terlihat pemeriksaan kesehatan secara detail karena warga terus berbondong keluar masuk lapangan Timika Indah.

Meskipun saat ini Mimika tengah berada pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level II, tetap saja hal ini harus menjadi perhatian bersama.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutan penutupan Gebyar PON telah mengingatkan masyarakat yang datang untuk tetap memakai masker dan tidak boleh terlalu berdesakan.

Walau pada kenyataanya, kepadatan warga tidak bisa dihindari, namun ia tetap meminta mereka untuk selalu menggunakan masker selama giat Gebyar Penutupan PON XX berlangsung.

“PON kita mulai dari tanggal 23 dan kemarin semua pertandingan telah selesai. Hari ini kita menutup seluruh rangkaian PON. Saya bangga Mimika bisa menjadi tuan rumah yang baik dan kita bisa menjadi penonton yang baik,” ujarnya.

Lanjutnya, sesudah pelaksanaan PON XX Papua diharapkan masyarakat tetap tetap menjaga kebersihan dan tetap menjaga kantibmas di Mimika.

“Kita sudah tunjukkan sebagai tuan rumah yang baik jadi harus kita pertahankan. Hari ini PON sudah selesai. Masyarakat Kabupaten Mimika yang terkasih saya dan bupati serta seluruh jajaran forkopimda, seluruh panitia Sub PB PON Mimika mengucapkan banyak terimakasih karena telah menjadi tuan rumah yang baik,” tuturnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh satuan TNI Polri yang terus berupaya menjaga keamanan di Mimika selama perhelatan PON hingga berakhirnya PON XX di Mimika.

“Kita semua bangga bisa menyelenggarakan PON. Kita berterimakasih kepada Tuhan, selama PON tidak ada kecelakaan dan atlet pulang semua aman. Terimakasih untuk semua masyarakat karena memberi kesan yang baik dari Mimika untuk kedamaian Indonesia. Mereka yang pulang mengatakan bahwa Papua luar biasa, Mimika luar biasa,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Panita Gebyar PON Provinsi Papua di Empat Klaster Otniel Deda juga mengucapkan terimakasih kepada Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, dan panitia Sub Cluster Mimika serta pihak kepolisian dan TNI yang telah mendukung suksesnya kegiatan Gebyar PON.

“Kabupaten Mimika tuan rumah terbaik. Saya mewakili Gubernur Papua Lukas Enembe mengucapkan terimakasih untuk semua ini,” ujarnya.

Otniel juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama penyelenggaraan terdapat banyak kekurangan.

”Semua aman dan lancar ini juga berkat doa seluruh masyarakat Mimika. Maaf bila ada kekurangan. Kita terus semangat, Kitorang Semua Bisa dan kita semua sudah tunjukan itu bahwa Papua bisa,” tandasnya.

Penutupan Gebyar PON XX Papua Di Mimika resmi ditutup ditandai dengan penukulan tifa secara bersama oleh Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, Ketua Panita Gebyar PON Provinsi Papua Otniel Deda serta perwakilan forkopimda dan TNI Polri.

Selamat Ulang Tahun Bupati Mimika

Penutupan Gebyar PON ini juga bertepatan dengan hari ulang tahun Bupati Mimika, Eltinus Omaleng. Bupati Omaleng pada hari ini genap berusia 49 tahun.

Walau tidak berada di Mimika dan menurut informasi tengah berada di Jayapura namun dari atas panggung, Wabup John Rettob mengucapkan selamat ulang tahun untuknya.

Sebagian warga Mimika yang mungkin tidak menyadari hari ini merupakan HUT bupati mereka, langsung bertepuk tangan sebagai bentuk ungkapan selamat ulang tahun untuk Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

"Hari ini kita punya bupati ulang tahun! Selamat ulang tahun bapak bupati, kita semua di sini tepuk tangan dulu untuk beliau," ujar Wabup John yang diikuti tepukan tangan penonton sebagai bentuk ucapan selamat HUT untuk Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

Kirab PON, Expo Mimika, Gebyar PON versus Prokes! Salah Siapa?

Perayaan akbar PON di Mimika yang melibatkan ribuan masyarakat, sebenarnya tidak hanya terjadi pada momen penutupan Gebyar PON malam ini!

Sebelumnya, dua pegelaran serupa yang melibatkan masyarakat banyak di tengah pandemi ini juga terjadi pada saat Kirab Api PON (28/9) dan Timika Expo (6-14/10) dilangsungkan.

Namun perlu diketahui, panitia tiga event ini sedikitpun tidak mengabaikan penerapan protokol kesehatan. Mereka bahkan total dan ketat dalam pengawasan prokes.

Namun sebaik dan seketat apapun panitia dalam menghimbau dan memfasilitasi penerapan prokes, letupan warga pada tiga acara ini tidak dapat dibendung.

Euforia PON di Mimika seakan menjadi satu ekpresi massal dalam menyatakan perang terhadap keberadaan Covid-19 di Mimika selama ini.

Selama hampir dua tahun, masyarakat terkurung dalam penjara kehidupan karena dibayang - bayangi ketakutan terhadap penularan covid-19.

Warga Mimika mulai jenuh, bosan dan lelah dan mungkin sebagian tidak lagi peduli terhadap keberadaan covid-19. Mereka ingin mengalami kembali suasana normal seperti sediakala.

Masyarakat ingin berekspresi, merayakan kegembiraan, berkumpul dan saling menyapa serta berinteraksi sebagai makhluk sosial.

Tidak heran, kehadiran ribuan warga pada tiga momen ini mungkin berpengaruh miris terhadap penerapan prokes covid, namun siapa yang pantas untuk disalahkan dengan semua keadaan ini?

Apakah negara? Panitia PB PON ataukah Panitia PON Cluster Mimika? karena telah mengizinkan dan menyetujui penyelenggaraan PON di Papua termasuk Mimika sebagai salah satu cluster!

Ataukah ini menjadi kesalahan pihak keamanan (TNI - Polri) karena memberikan izin keramaian ataukah mungkin kesalahan Dinas Kesehatan yang terlalu protect terhadap covid?

Jika kelompok di atas tidak bersalah, maka apakah ini kesalahan warga Timika karena secara bergerombol menghadiri kemeriahan PON yang mungkin hanya sekali dalam hidup mereka alami suasana ini?!

Kerumunan memang tidak bisa dihindari namun perlu diketahui, sebagian warga yang datang menonton tiga even ini, baik Kirab Api PON, Expo Mimika dan Gebyar PON, juga menerapkan protokol kesehatan.

Bahkan sebagian dari mereka juga telah diberi vaksin, baik pertama maupun vaksin ke dua. Tidak sedikit dari mereka juga menggunakan masker, mencoba menjaga jarak namun tetap saja tidak bisa menghindari kerumunan yang terjadi.

Selain itu, kondisi di Mimika saat ini untuk situasional Covid-19 tergolong minus sehingga Mimika kini berada pada level II status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Selain itu hingga dua pekan lalu, vaksinasi covid sudah hampir mencapai batas minimal 70 persen, pekan ini mungkin telah terlampaui.

Tidak hanya sebatas ini, selama penyelenggaraan PON di Mimika, hanya 14 atlet yang terkena covid-19. Kondisi mereka juga baik karena efek vaksinasi sehingga tidak bergejala. Sebagian dari mereka telah kembali dan hanya menyisahkan 1 atlet yang masih dirawat beberapa hari lalu.

Walau masih ada yang mengkritisi penerapan protokol namun warga Mimika harus menyadari bahwa kesuksesan PON di tengah pandemi Covid-19 baik di Papua maupun Mimika sebagai salah satu cluster, bisa menjadi referensi atau pilot project bagi event nasional maupun internasional di Indonesia.

Jikapun usai PON XX kasus Covid-19 di Mimika kembali melonjak, maka ini merupakan sebuah konsekwensi yang tidak bisa dihindari. Harus dihadapi secara bersama tanpa harus saling menyalahkan apalagi melempar bola.

Ketika belum ada vaksin, Mimika telah mampu menunjukan kepada Indonesia bahwa kitorang bisa melawan covid. Apalagi kondisi saat ini, hampir 70 persen penduduk Mimika sudah di vaksin.

Dengan demikian maka Mimika pasti akan lebih kuat menghadapinya sama seperti sebagian orang yang awalnya meremehkan penyelenggaraan PON di Papua namun kita semua sudah menunjukan bahwa PON XX di Papua termasuk di Mimika telah sukses diselenggarakan  walau berada di tengah pandemi Covid-19. (Elfrida/Red)

Top