Nasional

Agus Patiung Jabat Ketua SPSI Mimika

Pembacaan SK dan pelantikan Badan Pengurus SPSI Mimika Periode 2021-2026

MIMIKA, BM

Agus Patiung menjabat sebagai Ketua PC FSP KEP Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Mimika Periode 2021-2026.

Pengesahan dan pelantikan badan pengurus mendasari SK Nomor .2kep.002 /pdsskep/ SPSI/ Prov.Papua/II/2021 yang dilantik oleh Ketua PD FSP KEP SPSI Provinsi Papua, Pakris Umbora di Hotel Horison Timika, Jumat (26/2).

Pelantikan yang juga dirangkaikan dengan HUT SPSI ke-48 ini dihadiri Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, perwakilan Pimpinan Pusat (PP) FSP KEP SPSI, B Sulistiono, Manager Stakeholder Relation PTFI Herman Rumbairusi, Kepala BPJS Ketenagakerjaan dan perwakilan perusahan privatisasi dan kontraktor PTFI.

Usai dilantik, Agus Patiung mengatakan dalam setiap organisasi ada dinamika. Namun setiap dinamika yang ada merupakan bagian dari proses kematangan untuk mencapai tujuan organisasi yang lebih besar.

"Apapun bentuk dinamikanya harus kita hadapi dan selesaikan sehingga organisasi ini dapat dibangun dan berjalan dengan baik," ujarnya.

Ia berharap kepada pihak PTFI, kontraktor dan privatisasi agar selalu membangun hubungan yang baik dan dinamis bersama SPSI.

"Saya dan tim menitip harapan ke depan agar kita selalu bersinergi, membangun komunikasi dan hubungan baik sehingga tercapai kondisi yang menguntunkan kedua belah pihak agar perusahan semakin jaya dan pekerja sejaterah," harapnya.

Ia juga meminta kepada Pemda Mimika agar SPSI semasa kepemimpinannya dilibatkan dalam diskusi pembangunan khususnya yang berhubungan dengan ketenagakerjaan.

"Kepada semua PUK, jangan pernah takut menyalahkan satu lilin dalam kegelapan. Walau nanti dipadam, akan lahir 1000 lilin yang akan menerangi. Mari kita bergandengan dan berjuang bersama," harapnya.

Ketua PD FSP KEP SPSI Provinsi Papua, Pakris Umbora menyampaikan ucapan selamat kepada Badan Pengurus SPSI Mimika Periode 2021-2026.

"Pelantikan ini adalah awal mulai kita berjuang. Perjuangan harus dilakukan bersama. Selamat bekerja dan lakukan yang terbaik bagi organisasi ini," harapnya.

Mewakili PP FSP KEP SPSI Pusat, Sulistiono mengatakan bahwa nasib buruh di Timika dititipkan di badan pengurus SPSI yang baru dilantik.

"Baik buruk mereka (buruh-red) ditentukan oleh kalian karena tantangan hubungan industrial ke depan tidak semakin mudah. Banyak tantangan dan semakin sulit," ujarnya.

Dikatakan tantangan dunia industrial saat ini semakin komplek diantaranya revolusi industri 4.0, Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Omnibus Law) yang dinilai tidak berpihak kepada kaum pekerja hingga situasi Covid-19 saat ini yang memporak-porandakan dunia usana.

"Dengan adanya dinamika ini maka kami sangat mengharapkan agar semua stekholder di Mimika baik pemerintah daerah, SPSI dan pengusaha dapat bahu membahu bekerja sama agar kondisi ini cepat membaik," harapnya.

Secara khsusus kepada SPSI Mimika, SPSI Pusat memberikan 4 rekomendasi yang harus dilakukan agar orgnanisasi ini menjadi rumah yang menyenangkan bagi para pekerja.

Pertama, SPSI Mimika harus menjadi mitra dalam hubungan industrial. Artinya SPSI harus hadir sebagai bagian dari solusi menyelesaikan masalah, bukan menambah masalah.

Kedua, SPSI Mimika harus menjadi partner dalam menyusun kebiijakan khusus yang berhubungan dengan dunia kerja bersama pemerintah daerah sekaligus harus menjadi mitra pemda.

Ketiga, setiap badan pengurus dan anggota SPSI harus taat asas dan regulasi yang sudah ditetapkan dalam AD/ART.

Keempat, organisasi ini harus menjadi organisasi yang taat hukum, akuntable dan transparan, melakuan penguatan administrasi dan selalu membangun solidaritas.

"SPSI Mimika harus menjadi leading union. 6 agenda penguatan organsiasi harus dilaksanakan agar organsiasi ini semakin solid, kuat, mandiri dan profesional. Kalian harus mampu menjadi solusi dalam melindungi, membelah, memperjuangkan dan mensejahterahkan pekerja," ujarnya berpesan.

Harapan Pemda Mimika dan PTFI untuk SPSI

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob pada momen ini mengingatkan para pengurus SPSI agar apa yang pernah menjadi catatan merah di masa lalu tidak lagi terulang.

SPSI harus menjadi mitra pemerintah daerah dalam pembangunan terutama dalam hubungan industrial dan ketenagakerjaan.

"Lakukan apa yang menjadi 6 agenda SPSI sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Kalau ada yang kurang pas, sampaikan dengan cara yang baik dan damai. Jalankan tugas dengan baik karena kalian juga membawa nama kami semua. Tetap berusaha sebaik mungkin dalam membangun kerjasama dan menjaga keseimbangan antara pekerja (karyawan) dengan perusahan," ungkapnya.

Wabup menegaskan bahwa tugas utama seorang pekerja atau karyawan adalah bekerja dengan baik. Jangan sampai karyawan malas bekerja namun banyak menuntut.

Ia juga meminta agar organisasi ini jangan sampai mengorbankan para pekerja atau karyawan. Apa yang sudah terjadi di masa lalu, dijadikan pedoman agar membawah organisasi ini semakin lebih baik dan berfaedah bagi para pekerja.

"Jangan sampai sudah ada masalah baru tiba-tiba datang ke kami. Hari ini kita sudah memulainya sebagai awal yang baik, mari kita jalan sama-sama. Ada hal-hal yang tidak berkenan sampaikan juga ke kami baik-baik," harapnya.

Ia meminta badan pengurus untuk menaati aturan dalam AD/RT organisasi, menjaga silahturahmi dan harmonisasi sehingga apa yang menjadi tujuan organisasi dapat tercapai.

"Jadikan masa lalu sebagai pembelajaran untuk lebih baik ke depan. Jangan membuat karyawan menjadi korban karena organisasi. Dan jangan lupa untuk selalu bersinergi dan membangun komunikasi dengan pemerintah daerah," ujarnya.

Senada dengan Wabup John, Manager Stakholder Relation PTFI, Herman Rumbairusi berharap agar pengalaman di masa lalu tidak lagi terulang.

"Harapan kami ke depan harus terus membangun kemitraan, kebersamaan dan sinergitas untuk bekerja bersama. Perusahan jaya, karyawan sejahtera. Paradigma ini harus kita pupuk sama-sama," harapnya. (Ronald)

PARADE FOTO Pelantikan Badan Pengurus PC FSP KEP SPSI Mimika Periode 2021-20216

MIMIKA, BM

Badan Pengurus PC FSP KEP Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Mimika Periode 2021-2026, dilantik oleh Ketua Pimpinan Daerah (PD) FSP KEP SPSI Provinsi Papua, Pakris Umbora di Hotel Horison Timika, Jumat (26/2).

Pelantikan yang dirangkaikan dengan perayaan HUT SPSI ke-48 ini dihadiri oleh Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, perwakilan Pimpinan Pusat (PP) FSP KEP SPSI Pusat, B Sulistiono, Manager Stakeholder Relation PTFI Herman Rumbairusi, Kepala BPJS Ketenagakerjaan dan perwakilan perusahan privatisasi dan kontraktor PTFI.

Foto : Ronald Renwarin (BM)

Laporan Ketua Panitia Pelantikan


Pembacaan SK Pelantikan Badan Pengurus SPSI Mimika

Ketua PD FSP KEP SPSI Provinsi Papua saat melantik Badan Pengurus SPSI Mimika Periode 2021-2026

Sambutan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob

Sambutan Perwakilan PP FSP KEP SPSI Pusat, B Sulistiono


Sambutan Ketua PD FSP KEP SPSI Provinsi Papua, Pakris Umbora

Agus Patiung, Ketua PC FSP KEP SPSI Mimika Periode 2021-20216 saat menyampaikan sambutan

Badan Pengurus PC FSP KSP SPSI Mimika Periode 2021-2026 (Foto bersama tamu undangan)

Pemotongan Kue Ulang Tahun SPSI ke 48

Perwakilan PTFI mendapatkan pemotongan pertama Kue HUT SPSI ke-48

Ketua SPSI Mimika, Agung Patiung bersama tamu undangan

Jalannya kegiatan Pelantikan SPSI Mimika Periode 2021-2026

Tamu undangan yang menghadiri kegiatan pelantikan 

4 Tahun Mengabdi dan Sukses di Mimika, Jesaja Samuel Enock Pindah ke Bali

 

Proses serah terima jabatan dari Jesaja Samuel Enock kepada Agus Purwanto

MIMIKA, BM

Jesaja Samuel Enock telah empat tahun menjabat sebagai Kepala Imigrasi Kelas II TPI Mimika dan terhitung mulai Senin (22/2) dipindahtugaskan sebagai Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus PPI Ngurarai, Provinsi Bali.

Posisinya kini digantikan oleh Agus Purwanto yang sebelumnya juga menjabat sebagai Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus PPI Ngurarai, Provinsi Bali.

Proses Serah Terima Jabatan (Sertijab) ini dilakukan di aula Kantor Imigrasi Kelas II Mimika yang dipimpin Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua, Anthonius Mathius Ayorbaba.

Mathius mengungkapkan, mutasi, rotasi dan promosi menjadi hal yang sudah biasa berlangsung dalam sebuah organisasi, termasuk di Kantor Wilayah Kemenhunkam Papua.

Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengembangan kompotensi dan kepemimpinan serta sebagai upaya untuk terus melakukan pencapaian kinerja pada unit kerja.

Mathius juga mengatakan sertijab di Kantor Imigrasi Kelas II Mimika merupakan rangkaian dari pelantikan yang sebelumnya juga telah dilakukan di Jayapura dan Merauke pada 18 Februari, pekan lalu di Jayapura.

"Saya dan kepala divisi keimigrasian serta beberapa pejabat hadir disini karena kami sudah melihat dan merasa bangga atas apa yang telah dicapai Jessaja Samuel Enock selama kurang lebih 4 tahun memimpin Kantor Imigrasi Kelas 2 Mimika," ungkapnya.

Menurutnya, semua totalitas pengabdian dan pelayanan yang sudah dilakukan telah membentuk sinergitas dan kolaborasi sebagai sebuah nilai dalam menata kinerja di kantor ini.

"Saya ucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Pak Jessaja dan ibu jois (ketua Dharmawanita) yang sudah bekerja dan mengabdi di Mimika. Saya berkeyakinan suatu saat Pak Jessaja akan kembali lagi ke Papua dengan kedudukan dan jabatan yang lebih tinggi," ujarnya.

Mathius juga memberikan pujian karena Kantor Imigrasi Kelas II Timika adalah satu-satunya Kantor Imigrasi yang memiliki poliklinik. Ia merasa bangga karena poliklinik ini tidak hanya melakukan pelayanan kesehatan kepada para pegawai namun juga masyarakat sekitar.

"Kehadiran klinik ini tentu memiliki dampak positif dari upaya kita mendekatkan pelayanan dan tugas-tugas keimigrasian kepada masyarakat terutama dalam pengawasan maupun pelayanan paspor kepada WNA maupun WNI," katanya.

Kepada Kepala Imigrasi Kelas II TPI Mimika yang baru, Agus Purwanto, ia juga juga mengucapkan selamat datang dan berkarya di Timika.

Kakanwil Mathius juga mengatakan, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika saat ini merupakan mantan pegawai kantor Imigrasi Mimika.

Sebelum menjabat Kepala Imigrasi Mimika, Agus Purwanto dulu menjabat sebagai kepala seksi sehingga sertijab ini ia sebutkan dengan istilah orang lama, staf baru.

"Pak Agus dan rekan- di Kantor Imigrasi Kelas I Ngurarai sudah memperoleh predikat sebagai Wilayah Bebas Korupsi (WBK) pada 2020. Kami berharap, di bawah kepemimpinan Pak Agus, Kantor Imigrasi Kelas II Mimika juga bisa memperoleh WBK di tahun ini," harapnya.

Ia juga mengingatkan semua pegawai Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika agar selalu bekerjasama, membangun sinergi dan terus berkolaborasi dalam tugas dan tanggungjawab sebagai pegawai Kemenhunkam.

"Mari kita tunjukan semangat kerja yang baik dan sungguh-sungguh karena kita percaya bahwa masa depan dan karir kita semua berada dalam tangan Tuhan. Kerja saja dan lakukan semuanya dengan baik dan benar karena untuk mencapai kesuksesan, semua dimulai dari diri kita," ujarnya mengingatkan. (Ronald)

Top