Nasional

Ketika PON diakhiri Dengan Perpisahan, Air Mata dan Kekeluargaan

Para pemain Kalimantan Barat saat merangkul kedua LO di Bandara Moses Kilangin sebelum terbang meninggalkan Timika, Selasa (5/9)

MIMIKA, BM

Ada pertemuan pasti ada perpisahan. Inilah sebuah ungkapan sederhana yang biasa ditemui pada awal dan akhir dari kebersamaan.

Di momen PON XX 2021 di Mimika, hal ini pun terjadi. Di saat ada atlet dari berbagai provinsi baru datang ke Timika, sebagian malah sudah kembali.

Kedatangan dan kepergian mereka sudah pasti disesuaikan dengan jadwal pertandingan yang mereka ikuti. Tidak heran, sebelum pembukaan PON XX di Jayapura, ada atlet yang bertanding di Mimika sudah kembali ke daerah masing-masing.

Untuk Mimika, para atlet yang sudah kembali adalah mereka yang berasal dari cabang olahraga Futsal dan Judo. Mereka kembali karena dua cabor ini sudah selesai dipertandingkan.

Dibalik kepergian dan kepulangan mereka, banyak tersimpan cerita yang mereka bawa ke daerahnya.

Ada yang kembali dengan penuh kebahagiaan karena beprestasi pada PON XX Papua di Mimika, namun tidak sedikit pula yang kembali dengan tangan hampa.

Namun dibalik sisi lain dari cerita PON XX Papua di Mimika, ada sebuah kisah mengharukan yang sangat menyentuh banyak orang, yang melihat dan merasakannya secara langsung.

Kisah ini menceritakan tentang hubungan persaudaraan sejati antara kontingen Futsal Kalimantan Barat dengan panitia penyelenggara PON XX di Mimika, dari bidang Liaison Officer (LO).

Di Bandara Moses Kilangin, Selasa (5/10) kemarin, suasana emosional dan haru begitu terasa ketika dua orang Liaison Officer (LO) mengantar kepergian tim futsal provinsi Kalimantan Barat. Kedua LO tersebut adalah Hilson Leimena dan Stevanus Welerubun.

Seluruh pemain tim futsal Kalimantan Barat mengelilingi keduanya yang berdiri di tengah sambil berbicara secara bergantian kepada kedua LO ini.

Sontak, tidak lama berselang, semua pemain dan official langsung memeluk keduanya seakan mereka baru saja merayakan gol kemenangan.

Air mata para pemain, official dan kedua LO ini membasahi ruang keberangkatan penumpang yang membuat suasana terasa begitu haru karena momen ini penuh dengan tangis, rangkulan, tepukan, salaman dan pelukan bahagia.

Hampir semua pemain dan officia yang ada melepas momen ini dengan dengan isak tangis. Mereka seakan ingin agar kedua LO ini ikut bersama mereka.

Bahkan BeritaMimika merekam ada beberapa pemain yang akan memasuki ruang terakhir keberangkatan, masih kembali menemui kedua LO ini sambil memeluk dan berujar dengan dialog papua.

"Kitorang tunggu kamu dua di Kalimantan e. Kam semua tunggu. Kam semua sayang kalian dua" ujar salah satu pemain sambil memeluk dan merangkul kedua LO ini sambil berlalu dengan tak kuasa menahan air matanya.

Ditemui di pintu pemeriksaan, Manager futsal Kalimantan Barat, Ferry Pangkey mengucapkan terimakasih kepada panitia pelaksana (panpel) karena telah diberikan dua orang LO terbaiknya.

“Kita dikasih LO luar biasa yang sudah membantu dan mengurus tim selama 20 hari ini di Timika. Mereka menjaga kami selama di sini. Kami dari tim futsal Kalimantan Barat mengucapkan terimakasih banyak kepada dua saudara kami, Stevanus dan Hilson,” tuturnya.

Manager mengatakan pelayanan yang diberikan disebutnya sudah 200 hingga 300 persen. Ia dan tim sudah menganggap mereka seperti saudara sehingga terjalin kedekatan emosional saat berpisah.

“Mereka sudah kami terima di tim keluarga besar Kalimantan Barat. Diawal mereka sebagai LO tapi di akhir mereka adalah keluarga. Untuk siapa saja yang datang ke kota Timika tidak perlu takut karena masyarakatnya ramah dan baik-baik tidak seperti yang dipikirkan diluar sana,” ujarnya.

Masih dengan penuh haru tangis, Hilson Leimena dan Stevanus Welerubun juga tak kuasa menyampaikan kesedihan yang mereka rasakan akibat pertemuan dan perpisahan ini.

"Sedih sekali. Kami sama-sama selama berapa hari ini dan tidak ada batasan jadi rasa seperti keluarga sendiri. Mereka semua orang baik. Kami selalu canda dan tawa bersama, baru saja saling mengenal sebagai saudara, mereka sudah harus kembali," ujar keduanya sambil menangis.

Stevanus mengatakan, selama di Timika, Tim Futsal Kalimantan Barat tiga kali dipindahkan oleh panitia. Di KPG, GKI dan di Denkav hingga mereka kembali.

"Mereka orang-orang yang sabar dan jalani semua apa adanya tanpa mengeluh. Itu yang buat kami sayang sama mereka. Ini momen paling indah yang tidak bisa kami lupakan dalam hidup ini. Mereka sudah ke Timika, semoga suatu saat kami juga bisa ke tempat mereka di Kalbar. Ahh.. sayang aaah," ujar Stefanus mengakhiri ceritanya.

Pada kepulangan kemarin, Tim Kalimantan Barat juga diantar oleh Ibu Wakil Bupati Mimika, Ibu Susi Rettob yang merupakan orang Kalimantan Barat dan selama ini menjadi orangtua bagi mereka di Timika.

Ibu Susi mengatar kepergian anak-anaknya kembali ke Kalimantan Barat didampingi Wakil Bupati Johannes Rettob beserta tiga buah hati mereka. Haru tangis juga terjadi ketika Ibu Susi dan keluarga melepaskan kepergian mereka.

"Mereka semua adalah anak-anak saya dari Kalimantan Barat jadi sebagai orangtua di sini kami harus mengantar kepergian mereka. Sedih iya, tapi kita berharap mereka semua kembali dengan selamat, sehat dan dapat berkumpul kembali dengan semua keluarga di Kalimantan Barat," doanya.

Di PON XX Papua Tahun 2021, Kalimantan Barat tergabung bersama Nusa Tenggara Barat, Sumatra Utara, Kepulauan Riau dan tuan rumah Papua di Pool A.

Selama bertanding, Kalbar hanya berhasil meraup tiga poin dengan mengalahkan Kepulauan Riau dengan skor 10-4, sementara tiga pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan sehingga mereka tidak lolos ke putaran berikutnya. (Elfrida)

Wabup John : PON XX Papua Menjadi Suatu Afirmasi Pembangunan



Wabup John saat mendatangi para atlet di Bandara Sisi Selatan Mosen Kilangin untuk mengucapkan terimakasih dan selamat jalan 

MIMIKA, BM

Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di Kabupaten Mimika mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat.

Hal ini ditandai dengan hadirnya empat menteri ke Timika. Selain mereka, gubernur dan beberapa bupati dari daerah lain juga hadir di sini.

Empat menteri yang datang adalah Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi, Menteri BUMN, Erick Thohir dan Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainuddin Amali.

Menanggapi kunjungan para pejabat tersebut, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob kepada BeritaMimika, Selasa (5/10), usai mengantar kepulangan mereka di bandara Mozes Kilangan mengatakan, kedatangan mereka juga untuk melihat secara langsung pembangunan di Mimika.

“Pejabat dari luar daerah baik menteri maupun gubernur mereka semua melihat ternyata Papua itu luar biasa dan bisa melaksanakan even PON. PON XX Papua menjadi suatu afirmasi pembangunan di Papua secara khusus Mimika,” katanya.

Selain itu ia mengungkapkan bahwa para atlet yang bertemu dengannya juga mengatakan hal yang sama. Mereka tidak pernah membayangkan ternyata di Papua semua ada, dan masyarakatnya pun ramah.

“Orang Papua bisa melaksanakan PON ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Sesudah PON jangan langsung diam tetapi apa yang sudah dibangun harus tetap dijalankan. Masyarakat dari luar yang tadinya takut terhadap situasi di Papua ternyata mereka melihat baik," ungkapnya.

Dikatakan, Mimika kini dapat melangsungkan even nasional bahkan internasional. Wabup berharap dengan pengakuan ini, media dan masyarakat berperan untuk memberikan informasi yang baik mengenai pembangunan di Mimika.

“Kita memberikan informasi kepada dunia bahwa ternyata Papua tidak seperti yang dibayangkan. Secara khusus pesan dari pak Ganjar Pranowo kepada media, diharapkan agar media memberikan informasi yang baik dan bagus daripada informasi tentang kekacauan, kekerasan dan ketertinggalan padahal sebenarnya yang mereka (masyarakat-red) saksikan adalah tidak seperti itu,” tandasnya. (Elfrida)

MSC Diresmikan Gubernur Enembe : Era Baru Kebangkitan Olahraga di Papua dan Mimika untuk Indonesia

Gubernur Papua Lukas Enembe nenandatangani prasasti sebagai tanda peresmian Mimika Sport Complex didampingi Presiden Direktur PTFI Tony Wenas (kiri) dan Bupati Mimika Eltinus Omaleng. Foto : Humas PPM/ Joe Situmorang

MIMIKA, BM

Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe yang didampingi Presiden Direktur PTFI Tonny Wenas dan empat Bupati, pada Selasa (05/10/2021) meresmikan Mimika Sport Complex (MSC).

Peresmian MSC yang dibangun oleh PTFI ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemukulan tifa oleh gubernur Papua.

Presiden Direktur PTFI Tonny Wenas menyampaikan, stadion ini dibangun oleh PTFI dengan satu tujuan agar olahraga di Mimika dan Papua lebih bisa ditingkatkan lagi.

Dimana, Papua memiliki atlet yang berpotensi, sehingga dengan adanya stadion ini bisa digunakan sebaik-baiknya untuk kemajuan olahraga.

"Luas MSC seluas 12,5 hektar yang memiliki stadion outdoor dan indoor. Stadion ini juga dibangun dengan standar internasional dan sesuai sertifikat IAAF serta mendapatkan akreditasi world class," ujarnya.

"Kami selalu berkomitmen maju dan berkembang bersama masyarakat. Hal ini sejak awal dilakukan, khususnya untuk mensukseskan PON XX Papua," lanjutnya.

Tonny menambahkan, MSC di bangun dengan nilai Rp470 miliar. Namun demikian, pembangunan ini tidak bisa terwujud tanpa adanya dukungan semua pihak.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu, khususnya kepada bapak gubernur dan bupati serta PB PON," tuturnya.

Bupati Mimika Eltinus Omaleng dalam sambutannya secara khusus memberikan apresiasi dan semangat kepada Gubernur Papua Lukas Enembe, karena meskipun dalam kondisi kurang sehat, namun menyempatkan diri untuk hadir dan meresmikan MSC di Mimika.

Menurut Omaleng, semua ini dilakukan gubernur semata-mata untuk mengangkat orang Papua, dengan visi dan misinya yang luar biasa.

"Terimakasih kepada PTFI atas bangunan gedung yang megah dan berstandar internasional ini. Kalau kita di MSC serasa sudah ada di Australia," ungkapnya.

Eltinus Omaleng berharap, selain membangun MSC, ke depan PTFI diharapkan bisa membantu pembangunan satu sekolah untuk pelatihan dan peningkatan SDM atlit Papua. Sehingga ke depan atlet Papua memperoleh prestasi yang luar biasa dan berada di urutan pertama.

"Sekarang kita berada di urutan kedua, semoga Papua tetap bertahan di urutan ini sampai berakhirnya PON. Sehingga akan terwujud Papua Bisa, bukan saja dalam hal olahraga tapi dalam segala hal. Apapun yang dibuat oleh orang diluar Papua, orang Papua juga bisa lakukan," tambah Eltinus.

Sementara itu Gubernur Papua Lukas Enembe dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada PT Freeport dan Pemerintah Kabupaten Mimika atas terbangunnya GOR MSC yang begitu megah, berstandar Internasional dan itu ada di Papua secara umum dan Kabupaten Mimika pada khususnya.

Gubernur Enembe pada kesempatan ini juga meminta maaf karena kondisinya belum maksimal dan suaranya tidak begitu baik, namun tetap hadir di arena atletik untuk meresmikan GOR MSC.

"Saya merasa, sayalah yang harus meresmikan GOR ini karena saya yang melakukan peletakan batu pertama saat masih penuh rumput. Saya harap GOR ini nantinya PTFI serahkan ke pemerintah, baik itu provinsi maupun kabupaten," Harapnya.

Lukas Enembe menambahkan, semua venue di Papua yang dibangun sudah bertaraf internasional. Dengan standarisasi ini, maka para atlit diharapkan berjuang untuk meraih prestasi sebanyak mungkin bukan saja di PON namun hingga Sea Games. Sehingga Papua Bisa, Torang Bisa menjadi sebuah bukti nyata.

"Kita harus menjadi juara bukan ekor. Supaya tunjukan kalau Torang bisa. Saya percaya dalam kondisi apapun kami bisa dan kami siap. Kami tunjukan ke dunia bahwa Papua bisa bukan saja perang. Kami mau tunjukan kami bisa berprestasi. Tunjukan talenta dan jadi terdepan," harap Lukas Enembe.

Peresmian MSC di Timika, Kabupaten Mimika dihadiri juga oleh empat Bupati yaitu Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Bupati Puncak Wilem Wandik, Bupati Waropen dan Bupati Intan Jaya.

Para Menteri Memuji Kemegahan MSC dan Sumbangsih PTFI untuk Olahraga

Kemegahan Mimika Sport Complex yang dibangun dengan nilai ratusan miliar, juga mendapat pujian dan sanjungan dari pemerintah pusat yang disampaikan oleh beberapa menteri yang berkunjungan ke Papua, khususnya Mimika.

Mereka menilai bahwa kemegahan MSC menunjukan seperti itulah kualitas PT Freeport Indonesia dalam membangunan olahraga di Papua, khususnya Mimika.

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali bahkan secara khusus menyampaikan terimakasih mewakili pemerintah pusat secara langsung kepada Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas.

"Terimakasih kepada PT Freeport Indonesia yang luar biasa dukungannya terhadap penyelenggaraan PON ini terutama melalui venue MSC ini," ujarnya di usai menonton pertandingan basket di venue basket yang berada di areal MSC, Senin (4/10)

Menurutnya, apa yang dilakukan PTFI semakin mempercepat dan memantapkan Provinsi Papua sebagai provinsi olahraga untuk Indonesia.

"Presiden Jokowi sudah menyampaikan pencanangan ini sehingga semua harus mendukungnya, terutama seluruh masyarakat Papua," ungkapnya.

Ia bahkan secara khusus meminta Pemerintah Daerah Mimika dan PT Freeport Indonesia berkolaborasi, berinovasi dan kreatif untuk mengadakan even tahunan di Mimika.

"Saya juga akan berkomitmen sebagai menpora untuk mendorong kegiatan olahraga tingkat nasional bahkan internasional untuk dilakuan di Papua, khususnya Mimika, misalnya kejuaraan nasional karena fasilitas di sini sangat luar biasa," ungkapnya.

Menteri BUMN Erick Thohir juga mengatakan bahwa perhatian PTFI terhadap dunia olahraga di Papua dan Indonesia, tidak hanya ditujukan kepada satau atau dua cabang olahraga saja namun lebih dari pada itu.

Yang membuat Erick Thohir bangga adalah Freeport tidak hanya terlibat dalam olahraga dengan membangun venue dan lainnya namun pada tahun 2022, PTFI mulai melakukan pembinaan secara khusus kepada 100 atlet muda Papua.

"Ini proses pembinaan yang akan dilakukan Freeport dengan tidak hanya mengikat mereka dengan latihan tapi juga pendidikan karena atlet olahraga jangan dilihat hanya sebagai objek semata tapi subjek. PTFI akan persiapkan itu dan bagi saya ini luar biasa bagi pengembangan olahraga untuk Mimika, Papua dan Indonesia," terangnya.

Di Venue basket, Selasa (4/10), Menteri Erick juga memberikan apresiasi terhadap kemegahan Mimika Sport Complex yang dinilainya masih dapat dikembangkan untuk menambah beberapa cabor lainnya.

“Saya berharap ke depan, di MSC ini akan dilakukan pertandingan SD, SMP dan SMA hingga perguruan tinggi di Papua. Pertandingan yang berkelanjutan dan berkesinambungan. Kuncinya adalah bagaimana kita mengelola semua ini degan baik dan benar," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PASI, Luhut Binsar Panjaitan yang juga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) mengungkapkan pihaknya berencana melaksanakan pemusatan latihan atletik di wilayah Indonesia Timur di Mimika Sport Complex (MSC).

Hal ini ia sampaikan setelah melihat dan mengetahui standarisasi MSC yang dibangun PT Freeport Indoensia bertaraf internasional dan dinilai sangat lengkap untuk semua nomor atletik.

"Ke depan kita buat Papua ini berubah, jadi untuk Indonesia Timur nanti kita akan training center di Timika. Mungkin ada 25 atau puluhan atletik," kata Luhut di MSC, Selasa (3/10).

Kata dia, untuk pusat pelatihan di MSC ini akan membina dan mendidik para atlet dari Indonesia Timur seperti Maluku, NTT, NTB, dan Papua.

Pelatihan yang akan diberikan untuk cabang lari 100 m, 200 m, 400 m, lempar lembing, dan tolak peluru.

"Selain itu, akan ada proses pembelajaran untuk bidang fisika, bahasa Inggris, dan wawasan kebangsaan. Sehingga mereka memiliki masa depan," ujarnya.

Termasuk pelatih juga akan disiapkan, yakni dengan merekrut dari mantan atlet-atlet yang bagus untuk dikirim ke Cina, Jamaika, atau Kenya untuk lari jarak jauh.

"Program ini dibuat fokus dan terukur, agar bisa masuk dalam tataran dunia internasional. Tanpa itu kita tidak bisa," ungkapnya.

Menyikapi pernyataan ketiga menteri ini,
Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia (PTFI), Tonny Wennas mengatakan mendukung sepenuhnya pengembangan olahraga di Papua, khususnya melalui keberadaan MSC.

"Dilaksanakan disini tentunya akan sangat baik. Karena pasca PON stadion ini akan dipakai seterusnya. Kami PTFI komitmen untuk ikut membangun sdm Papua di bidang olahraga," tandasnya.

"Harapan kami juga stadion ini tidak hanya menghasilkan atlet-atlet akan tetapi juga secara ekonomi dapat meningkat," harap Tony Wenas.

Sekilas Tentang MSC

Fasilitas olah raga Mimika Sport Complex (MSC), terletak di Jalan Poros Timika-SP5, tepat di depan Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika.

MSC dibangun dengan dana sekitar 33 juta US dollar pada lahan seluas kurang lebih 12,5 hektare oleh PT Freeport Indonesia. Setelah dibangun hingga PON 2020, PTFI terus melakukan perawatan.

Sarana di MSC mencakup stadion tertutup (indoor stadium), Lintasan lari dengan tribun Barat dan tribun Timur, asrama atlet, serta bangunan penunjang lainnya.

Stadion tertutup diperuntukkan sebagai arena bagi cabang olahraga badminton, bola basket, bola voli dan beladiri.

Stadion itu dirancang agar dapat menampung sekitar 5.000-5.500 penonton, termasuk 75 penonton VIP, serta dilengkapi dengan area pertokoan dan perkantoran di dalamnya.

Sementara stadion terbuka dilengkapi dengan jalur lintasan lari jarak pendek dan menengah berstandar internasional serta beberapa cabang atletik lainnya seperti lempar lembing, tolak peluru, lompat tinggi, dan lompat jauh.

Stadion terbuka dilengkapi dengan dua tribun utama di bagian barat berkapasitas 2.200 penonton dan bagian timur berkapasitas 1.300 penonton.

Di dalamnya juga ada dua asrama atlet putra dan putri masing-masing mampu menampung 50 atlet dan tujuh pelatih di setiap asramanya, dengan total kapasitas sebanyak 100 atlet.

Asrama tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas rekreasi (fitness/gym, tempat makan, dsb) yang terdapat di dalam asrama penunjang (support dormitory).
(HumasPPM/ Riki Lodar /Febri/Ety Welerubun/Ryeno/Mujiono/Ronald Renwarin)

Top