Hukum & Kriminal

Akibat Masalah Ekonomi, Suami Tega Akhiri Hidup Isteri Gunakan Badik

Ilustrasi penikaman (Foto Google)

MIMIKA, BM

Seorang ibu rumah tangga berinisial SD ditemukan meninggal pada Selasa (10/5) kemarin akibat dianiaya suaminya sendiri yang berinisial ATT karena dipicu masalah ekonomi dalam rumah tangga.

Kepada BM, Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Bertu Harydika Eka Anwar, Rabu (11/5) di Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika menjelaskan kejadian tersebut terjadi di SP2.

"Terhadap kasus ini kita sudah lakukan olah TKP dan visum serta memeriksa saksi-saksi. Pelaku yang adalah suaminya sudah kita amankan beserta BB pisau badik dan juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Informasinya korban akan diberangkatkan ke kampung halamannya," ungkapnya.

Dijelaskan Kasat Reskrim, kejadian tragis ini bermula pada Senin (9/5) malam. Saat itu korban marah kepada pelaku (suaminya) karena uang yang dikasih menurutnya kurang.

Sebagai kepala rumah tangga, pelaku kemudian sempat menenangkan korban dengan mengatakan akan berusaha mencari lagi.

Namun sayangnya, pada Selasa (10/5) subuh, korban kembali memarahi suaminya di kamar. Pelaku yang saat itu tertidur, kemudian terbangun dalam keadaan emosi dan langsung memukul korban menggunakan tangannya.

"Korban juga membalas memukul tangan pelaku. Akhirnya pelaku kemudian mengambil pisau badik yang disimpan dalam lemari, korban sempat katakan jangan ambil pisau dan pelaku berkata kepada korban untuk duduk dan jangan marah-marah,"terang Berthu.

Lanjut Berthu, walau sudah mengancam dengan pisau badik, korban tetap melanjutkan amarahnya sehingga membuat pelaku semakin emosi dan menikam isterinya di bagian perut.

"Saat itu korban sempat berkata jangan. Setelah penikaman, korban langsung tidak sadarkan diri dan pelaku kemudian membawanya ke rumah sakit. Pada saat itu kita juga sampai di TKP, korban masih bernapas dan kita bawah ke rumah sakit. Namun sayang, nyawanya sudah tidak bisa tertolong lagi," ungkapnya. (Ignas

GOR Futsal Dimasuki Pencuri, 3 Unit TV Dan 1 Komputer Raib

Anggota Reskrim Polres Mimika saat melakukan olah TKP

MIMIKA, BM

Sebanyak 3 unit TV dan 1 set komputer yang ada di ruangan ITE GOR Futsal berhasil dibawa kabur maling pada Senin (9/5).

Pencurian aset GOR ini sudah ditangani Satuan Reskrim Polres Mimika setelah menerima laporan dari penjaga GOR tersebut.

"Kita sudah lakukan olah TKP, hasilnya kaca jendela disisi kiri itu pecah sebagian. Kita duga mereka masuk lewat situ dan pasti yang masuk itu berbadan kecil, tidak mungkin yang badannya besar karena pasti akan luka," kata Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Bertu Harydika Eka Anwar, Rabu (11/5).

Kata Berthu, di Gor Futsal ada CCTV namun pihaknya belum mendapatkan hasil rekaman dan bukti kepemilikan barang. Pasalnya rekaman tersebut terhubung langsung ke pusat.

"Karena inikan aset negara sehingga kita juga belum bisa konfirmasi dengan pihak terkait," katanya singkat. (Ignas)

Kios Tempat Nongkrong Awak Media Timika Kembali Dibobol Maling, Kerugian Hingga Puluhan Juta

Pemilik kios, Ibu Lis tampak sedih saat melihat warungnya kembali dibobol pencuri

MIMIKA, BM

Untuk kedua kalinya, kios yang berada di depan Kantor Lama Satlantas Mimika, Jalan Jalan Budi Utomo kembali disatroni maling.

Kejadian di kios yang juga menjadi tempat nongkrong awak media di Timika ini diduga terjadi pada Rabu (11/5/2022) dini hari.

Kepada BM, pemilik warung, Ibu Lis menuturkan ia baru menyadari adanya kejadian tersebut ketika akan membuka warung pada pukul 08.00 Wit.

"Hampir semua barang mereka ambil. Semua jenis rokok, susu, minuman dingin, telur dan dua kompor serta uang di laci habis diambil. Mereka masuk dengan cara bobol pintu kios," ungkapnya dengan sedih.

Lis menuturkan bahwa kejadian ini bukan merupakan kejadian pertama. Kiosnya ini sudah dua kali dibobol malling.

"Hari ini (Rabu-red) total kerugian setelah saya hitung sekitar 10 jutaan. Sebelumnya 20-an juta jadi dua kali kemalingan ini saya sudah rugi sampai 30-an juta," ungkapnya.

Dengan raut sedih, Lis mengaku tidak memiliki harapan lagi untuk kembali berjualan di tempat tersebut.

"Saya trauma sekali. Tidak tahu masih mau lanjut lagi atau tidak. Kejadian pertama dulu saya sudah perbaiki kios ini supaya tidak mudah kemalingan tapi ternyata terjadi lagi. Saya tidak tahu harus mau bagaimana lagi," ungkapnya dengan linangan air mata. (Ade

Top