Jumlah Distrik di Mimika Akan Bertambah Jadi 20
Bupati Mimika Johannes Rettob saat berdialog dengan warga empat suku di kawasan Trans Timika–Wagete, Kamis (30/10).
MIMIK, BM
Kabupaten Mimika saat ini telah memiliki 18 distrik namun jumlahnya akan bertambah menjadi 20 distrik.
Penambahan dua distrik baru dilakukan Pemerntah Daerah Mimika guna memperluas jangkauan dan layanan pemerintahan hingga ke wilayah perbatasan Kabupaten Mimika.
Dua distrik baru yang akan ditambahkan adalah Distrik Mimika Gunung dan Mimika Utara yang merupakan hasil pemekaran Distrik Iwaka dan Kuala Kencana.
Hal ini disampaikan Bupati Mimika Johannes Rettob saat melakukan pertemuan bersama ratusan warga suku Moni, Mee, Amungme, dan Kamoro di Jalan Trans Timika–Wagete, Kamis (30/10)
Bupati Mimika Johannes Rettob bahkan dalam pertemuan ini telah mengumumkan penunjukan Primus Wamoni sebagai Pelaksana Kepala Distrik Mimika Gunung dan Jery Diwitou sebagai Pelaksana Kepala Distrik Mimika Utara.
Dalam arahannya, Bupati Johannes Rettob menegaskan komitmen Pemkab Mimika untuk memperkuat pelayanan dasar di wilayah pesisir, pegunungan dan perbatasan.
“Hari ini saya datang lihat kamu. Saya mau bicara wilayah pemerintahan. Ini Kabupaten Mimika sampai di gunung. Bapa ibu semua orang Mimika,” ujar Bupati Rettob memberi ketegasan di awal sambutannya.
Ia menjelaskan pembentukan dua distrik baru bertujuan mendekatkan pelayanan publik dan mempercepat pembangunan.
“Sebulan sekali pegawai kita akan datang lakukan pemeriksaan kesehatan gratis di sini, juga buka pendaftaran KTP di tempat ini. Kita akan bentuk kampung-kampung persiapan, sesuai masukan 22 kampung. Sementara akan dibangun satu pustu di wilayah ini,” ungkapnya.
Bupati menambahkan, wilayah Distrik Mimika Utara nantinya akan mencakup hingga Kapiraya untuk mendukung pembangunan jalan dan konektivitas antarwilayah.
“Kita bikin kantor distrik sementara, dan mulai tahun depan kita bangun infrastruktur, kesehatan, ekonomi di wilayah perbatasan. Saya punya rencana bangun dari kampung ke kota,” tegasnya.
Aspirasi Warga Empat Suku
Dalam dialog tersebut, para tokoh adat dari empat suku menyampaikan beragam aspirasi. Tokoh adat suku Moni, Samuel Hanau, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Bupati Mimika.
“Selamat datang Bupati Mimika, Kadistrik Kuala dan Iwaka, juga orang tua kami Semuel Yogi. Warga kami yang hidup di sini dari Delama sampai Jayanti tidak banyak datang karena lagi hujan. Timika ibarat rumah besar, tapi kami di sini seperti duduk di serambi lihat ke dalam. Kami selalu tunggu bapa kasih kami yang di luar ini apa,” ungkapnya.
Sementara dari suku Mee, Niko Magai turut menyampaikan harapan agar pemekaran kampung segera diwujudkan.
“Saya hormati Bupati Mimika anak adat Kokonao. Saya bicara untuk anak adat Mimika Gunung, kami minta pemekaran kampung,” ujarnya.
Sementara, Izak dari suku Amungme mengatakan kondisi warga di wilayah pegunungan hidup dalam kesederhanan.
“Kami dari Jayanti sampai Gunung Botak hidup tanpa orang tua di sini, kami hanya berburu dan berkebun. Puji Tuhan bapa sudah datang. Apapun yang bapa berikan kami terima,” katanya.
Sedangkan Ibu Ratna dari suku Kamoro menyoroti persoalan lahan dan pembangunan di Iwaka.
“Puluhan tahun kami tidak diperhatikan. Tolong bangun Iwaka juga. Tanah kami sudah diambil, tolong beri kami tanah sedikit. Orang tua wariskan tanah tapi sudah diambil. Tolong mekarkan Iwaka supaya kami bisa bangun desa baru,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, Bupati John Rettob juga memberikan bantuan sembako bagi warga.
Pertemuan ini juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BPBD, Kepala Inspektorat, Kepala Bapenda, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala BPKAD, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Kepala Dinas Koperasi, Bagian Tatapem, Bagian Hukum, serta Kabag Humas Setda Mimika. (Red)




Suasana penyusunan GDPK
Asisten I Bidang Pemerintahan dam Kesra Mimika Ananias Faot foto bersama perwakilan OPD