Politik & Pemerintahan

Tingkatkan Pelayanan MPP, DPMPTSP Gandeng Brida dan Kementerian Haji



Pengguntingan pita oleh Kepala DPMPTSP Mimika, Marselino Mameyao

MIMIKA, BM

Guna meningkatkan pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) di Timika, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggandeng Badan Riset dan Inovasi (Brida) Mimika, bersama Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Mimika melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).

Penandatanganan kerjasama ini dilaksanakan di Aula MPP, dihadiri Plt Kepala Brida, Slamet Sutedjo dan Kepala DPMPTSP, Marselino Mameyao, SKM, Selasa (27/1/2026).

Kepala DPMPTSP Mimika, Marselino Mameyao, mengatakan, penandatangan ini bukan hanya kegiatan administrasi namun ini bentuk kolaborasi nyata antara instansi bersama Pemkab Mimika,.

Melalui kerjasama ini diharapkan seluruh pelayanan di MPP dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat tidak lagi mendapatkan pelayanan yang berbelit.

“Kami sebagai pengelola, berkomitmen terhadap keberhasilan MPP, namun tentu butuh kolaborasi bersama lintas sektor. MoU ini dapat mewujudkan peningkatan penyelenggaraan pelayanan di MPP, semoga kerjasama ini dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan dengan baik,” harap Marselino.

Dengan adanya dua pelayanan tambahan ini, kata Marselino, maka sangat membantu masyarakat dalam memperdekat pelayanan dan permudah urusan masyarakat, seperti pendaftaran Haji.

“Jadi kita ada penambahan dua pelayanan, dengan penambahan Kemenhaj ini dapat mempermudah urusan Haji di Mimika,”ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Brida Slamet Sutedjo mengatakan, Brida hadir di MPP selain untuk meningkatkan pelayanan, juga membuka layanan sistem informasi riset dan inovasi daerah Kabupaten Mimika (Siridakami), agar dapat melahirkan inovasi baru untuk Mimika.

“Dengan dibukanya loket ini dapat memberikan pelayanan kepada pelajar dan mahasiswa dalam melakukan penelitian dan membutuhkan data. Kemudian juga bagi masyarakat yang memiliki hak kekayaan intelektual dapat kami bantu di MPP ini,”katanya.

Plt Kepala Kementrian Haji dan Umroh, Abdul Sakir, mengatakan, dengan bergabungnya Haji dan Umroh di MPP diharapkan dapat membantu umat Muslim di Mimika dalam pendaftaran Haji.

“Kami berterima kasih kepada DPMPST yang melibatkan Kemenhaj dalam MPP. Untuk pengurusan ini kami melayani pendaftaran Haji dan Umroh, daftar tunggu Haji, dan tentunya pengurus visa di MPP ini lebih gampang sebab satu layanan,” pungkasnya. (Shanty Sang)

Kick Off RKPD 2027, Langkah Awal Strategis Pembangunan Mimika


Kepala Bappeda Mimika, Yohana Paliling saat menyerahkan dokumen RPJMD kepada Pj Sekda Mimika Abraham Kateyau

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) gelar Kick Off Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.

Kick off meeting merupakan awal dari rangkaian penyusunan perencanaan Kabupaten Mimika untuk 2027 yang bertujuan merumuskan serta menginformasikan agenda pembangunan yang akan dilaksanakan pada 2027, serta arah kebijakan dalam menyusun Rancangan Awal RKPD dan Rancangan Awal Rencana Kerja Perangkat Daerah 2027

Kick Off Meeting yang digelar di Kantor Bappeda, Senin (26/1/2026) dibuka secara resmi oleh Pj Sekda Mimika, Abraham Kateyau.

Pj Sekda, Abraham Kateyau dalam sambutannya mengatakan, RKPD tahun 2027 merupakan penjabaran tahunan dari RPJMD 2025-2029, yang harus disusun secara partisipatif, transparan, dan berbasis data.

Oleh karena itu, peran Bappeda sebagai koordinator perencanaan menjadi sangat penting untuk memastikan sinkronisasi antara kebijakan pusat, provinsi, dan kebutuhan riil masyarakat di daerah sekaligus membangun komitmen bersama melakukan proses dan tahapan perencanaan lebih tepat waktu serta memperbaiki kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Mimika.

"Penyelenggaraan kick off meeting RKPD Mimika tahun 2027 merupakan salah satu upaya untuk memberikan panduan atau time line bagi seluruh stekholder pembangunan di Kabupaten Mimika dan merupakan awal dari rangkaian kegiatan penyusunan perencanaan Kabupaten Mimika untuk tahun 2027,"kata Abraham.

Abraham mengatakan, bahwa ini juga bertujuan merumuskan serta menginformasikan agenda pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun 2027, serta arah kebijakan dalam menyusun rancangan awal RKPD tahun 2027.

Upaya untuk mencapai target pembangunan maka perencanaan Kabupaten Mimika harus mampu mengintegrasikan indikator utama pembangunan (IUP) yang merupakan arahan dari Pemerintah Pusat, serta 8 misi yang disebut asta cita presiden dalam dokumen RPJMN 2025-2029.

"Penyusunan dokumen RKPD Kabupaten Mimika tahun 2027 merupakan tahun kedua dalam pelaksanaan RPJMD. Sesuai RPJMD 2025-2029. Tema RKPD Kabupaten Mimikatahun 2027 yakni “Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Kearifan Lokal, Pemberdayaan Umkm Dan Koperasi, Serta Percepatan Digitalisasi Layanan Publik”, "ujarnya.

Dari tema tersebut kemudian dirumuskan isu strategis pembangunan Kabupaten Mimika tahun 2027 sebagai berikut:


1. Pengembangan infrastruktur pendidikan
2. Peningkatan kesehatan masyarakat
3. Pengembangan ekonomi lokal
4. Peningkatan kualitas infrastruktur
5. Kesejahteraan keluarga dan pemberdayaan perempuan;
6. Peningkatan kualitas aparatur sipil negara (asn)
7. Penanggulangan konflik sosial dan peningkatan ketertiban masyarakat
8. Promosi dan pengembangan pariwisata
9. Pengembangan teknologi, inovasi, dan smart city
10. Peningkatan ketersediaan perumahan dan permukiman layak
11. Penguatan ketahanan sosial dan penanggulang PMKS
12. Penguatan ketahanan pangan daerah

"Mengingat beban berat tersebut, saya meminta seluruh kepala perangkat daerah untuk mengawal proses penyusunan RKPD tahun perencanaan 2027 melalui SIPD dengan sebaik-baiknya, mulai dari tahapan awal sampai dengan penetapan RKPD," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Mimika, Yohana Paliling mengatakan, Kick Off Meeting merupakan tahapan awal dalam rangka memulai proses perencanaan pembangunan daerah untuk penyusunan dokumen perencanaan.

Kick Off Meeting ini sebagai penanda diawalinya proses penyusunan dokumen perencanaan RKPD Tahun 2027 sebagaimana yang diamantatkan dalam peraturan perundang undangan.

Adapun, tujuan dari pelaksanaan Kick Off Meeting RKPD Kabupaten Mimika Tahun 2025 adalah, penanda dimulainya proses penyusunan RKPD tahun 2027, memberikan gambaran umum penyusunan RKPD tentang tantangan, isu strategis, dan permasalahan pembangunan daerah serta arah kebijakan pelaksanaan pembangunan di tahun 2027 yang akan menjadi pijakan dalam menyusun RKPD Tahun 2027, menyampaikan tahapan, jadwal, serta mekanisme penyusunan RKPD dan mendorong sinergi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan.

"Tahun 2027 adalah akselerasi ekonomi kerakyatan berbasis kearifan lokal, pemberdayaan UMKM dan koperasi, serta percepatan digitalisasi layanan publik. Fokus kita adalah mendorong pertumbuhan ekonomi," jelas Yohana.

Menurutnya, jika ekonomi terakselerasi, maka sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan akan ikut berkembang.

"Kami berharap penyusunan RKPD 2027 dapat lebih tepat waktu, berkualitas, dan mampu mengakomodasi kebutuhan pembangunan daerah secara komprehensif," pungkasnya. (Shanty Sang)

Awal Tahun, Mimika Raih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026

Bupati Mimika Johannes Rettob usai menerima penghargaan

MIMIKA, BM

Untuk ketiga kalinya, Kabupaten Mimika dibawah kepemimpinan Pasangan JOEL kembali berhasil menyabet penghargaan nasional.

Di awal tahun, Kabupaten Mimika berhasil meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award 2026. Dan ternyata Mimika sudah tiga kali meraih penghargaan ini yakni pada tahun 2023, 2024 dan 2026.

Penghargaan ini menegaskan konsistensi dan komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika dalam menjamin seluruh masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara nasional yang digelar hari ini, Selasa, (27/1/2026) di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhaimin Iskandar, Menteri Kesehatan, serta Direktur Utama BPJS Kesehatan hadir dan menyerahkan penghargaan tersebut.

Bupati Mimika Johannes Rettob hadir langsung menerima UHC Award 2026. Bupati didampingi Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kabupaten Mimika, Ernesto Felix.

Keberhasilan ini semakin lengkap karena Provinsi Papua Tengah, tempat Kabupaten Mimika berada, juga meraih penghargaan UHC kategori Utama, sebagai provinsi dengan capaian kepesertaan dan keberlanjutan program JKN terbaik.

Dalam keterangannya, Bupati Mimika Johannes Rettob menjelaskan bahwa capaian UHC kategori Madya menunjukkan Kabupaten Mimika telah berada pada jalur yang tepat dalam memperluas perlindungan kesehatan masyarakat.

“UHC kategori Madya ini menunjukkan bahwa Mimika telah mencapai 98 persen coverage. Sementara yang aktif sebagai peserta JKN sudah mencapai 89 persen dan kita sudah bisa memenuhi 25 persen dari jumlah penduduk,” ujar Johannes Rettob kepada awak media usai menerima Award.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Mimika menargetkan pada tahun 2027 status UHC Mimika meningkat ke kategori Utama.

“Target kami di tahun 2027 harus meningkat menjadi kategori Utama. Dengan itu, saya berharap tahun depan pelayanan kesehatan sudah mencapai 100 persen secara gratis, termasuk pendekatan pembangunan sarana dan fasilitas kesehatan,” katanya.

Lebih lanjut, JR menegaskan bahwa fokus utama pemerintah daerah adalah mewujudkan masyarakat Mimika yang sehat dan sejahtera.

“Target kita adalah membuat masyarakat Mimika sehat dan sejahtera. Artinya kami berkonsentrasi penuh terhadap pelayanan kesehatan yang terbaik. Ini juga sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo dan visi misi Kabupaten Mimika,” tambahnya.

Untuk diketahu, capaian ini melanjutkan prestasi dua tahun sebelumnya. Pada tahun 2023, Mimika untuk pertama kalinya menerima UHC Award sebagai apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan JKN di daerah.

Kemudian pada tahun 2024, Mimika kembali mempertahankan prestasi serupa. Penghargaan diserahkan langsung kepada Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Mimika, Johannes Rettob, pada 8 Agustus 2024 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Saat itu, tingkat kepesertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Mimika telah mencapai 95 persen.

Raihan penghargaan ketiga pada tahun 2026 ini menjadi penegas keberlanjutan kebijakan Pemkab Mimika dalam memperluas perlindungan kesehatan masyarakat.

Melalui dukungan anggaran daerah, sinergi lintas sektor, serta penguatan pelayanan fasilitas kesehatan, program JKN terus diperkuat agar seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati layanan kesehatan yang berkualitas dan merata.

Pemerintah Kabupaten Mimika berharap capaian ini tidak hanya menjadi prestasi kelembagaan, tetapi juga berdampak nyata pada peningkatan kualitas hidup masyarakat serta percepatan terwujudnya pelayanan kesehatan yang adil dan inklusif di seluruh wilayah Mimika. (Red)

Top