Usulan Pemekaran Kampung Baru di Mimika Totalnya Mencapai  318 Kampung


Tim DPMK saat melakukan survei usulan kampung baru di pesisir pantai beberapa saktu lalu

MIMIKA, BM

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Mimika telah mendata ada 318 usulan pemekaran kampung baru yang diusulkan kampung induk di 18 distrik.

Dari usulan tersebut, Distrik Kuala Kencana paling banyak mengusulkan kampung pemekaran baru dengan jumlah 53 kampung disusul Distrik Mimika Baru sebanyak 40 kampung.

Usulan terbanyak berikutnya yakni Distrik Kwamki Narama (33 kampung), Iwaka (31), Tembagapura (23), Wania (22), Jila (19) Amar (18), Mimika Timur (17) Alama (16) dan Distrik Hoya (15).

Selain itu, Distrik Mimika Tengah (8), Jita (7), Mimika Barat Jauh (6), Agimuga (4), Mimika Timur Jauh (4), dan Mimika Barat Jauh 2 kampung.

Kepala DPMK Mimika, Petronela A Uamang melalui Yuliastuti Indarti, Kasie Pembinaan dan Pengawasan Administrasi Kampung mengatakan semuanya sudah disurvei namun tidak semua akan ditetapkan sebagai kampung baru. 

"Kita mulai lakukan pendataan dan survei pada awal Oktober hingga akhir November kemarin. Saat ini kami tengah rampungkan datanya dan akan dilaporkan kepada bapak Plt Bupati Mimika," ungkap Yuliastuti.

Ia juga menjelaskan bahwa dari total usulan pemekaran kampung baru, selain Distrik Kuala Kencana terhitung paling banyak, usulan dari kelurahan yang paling banyak adalah Kelurahan Timika Jaya yakni 7 kampung.

Selanjutnya Kelurahan Kebun Sirih 6 kampung, Kwamki Baru 6, Timika Indah 5, Pasar Sentral 3, Wanagon 2, dan Kelurahan Sempan 2 kampung baru.

"Usulan pemekaran kampung baru secara keseluruhan terbanyak berada di Distrik seputaran kota disusul distrik pegunungan dan pesisir pantai," ujarnya.

Dikatakan bahwa tim pemekaran mengawali surevi usulan pemekaran kampung baru starnya dilakukan mulai dari Distrik Amar dan ditutup di Distrik Tembagapura.

"Ada banyak hal yang kami temui di lapangan. Ada usulan kampung yang memang layak secara aturan namun banyak juga yang setelah kita survey dan datangi langsung, hanya berupa tanah kosong, tidak ada rumah dan warganya juga sedikit. Setelah direkap, semua data ini akan diserahkan ke pimpinan baru diputuskan berapa banyak yang akan dimekarkan nanti," jelasnya. (Ronald Renwarin)

Top