Kantor Imigrasi Mimika Gelar Sosialisasi Keimigrasian di STIE Jembatan Bulan

Foto Bersama Peserta Sosialisasi

MIMIKA, BM

Kantor Imigrasi Kelas II Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Mimika gelar Sosialisasi Keimigrasian pada Selasa (8/11) pagi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Jembatan Bulan (JB).

Sosialisasi ini diikuti oleh para peserta baik mahasiswa, pihak manajemen maupun para dosen STIE Jembatan Bulan.

Dalam pemaparannya, Kantor Imigrasi Mimika menjelaskan bahwa Imigrasi adalah perpindahan orang dari suatu negara-bangsa ke negara lain, dimana ia bukan warga negara.

Sementara, keimigrasian adalah hal ihwal lalu lintas orang yang masuk atau keluar wilayah Indonesia serta pengawasannya dalam rangka menjaga tegaknya kedaulatan negara (pasal 1 UU RI No. 6 tahun 2011).

Para peserta kemudian mendapat pemahaman tentang apa itu paspor dan jenisnya. Masa berlaku paspor mulai bulan November ini adalah 10 tahun dan bukan 5 tahun.

Selain itu, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai alur masuk orang asing ke Indonesia, visa dan bahwa Imigrasi memiliki sekolah pendidikan seperti Politeknik Imigrasi.

Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Mimika, Adi Almapega mengatakan sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan lebih jauh kepada para mahasiswa tentang apa itu imigrasi.

“Bagaimana proses pembuatan paspor, ijin tinggal warga negara asing dan sekolah kedinasan di Kementerian Hukum dan HAM. Tahun ini yang terakhir, tahun depan akan kami lakukan sosialsisasi lagi. Ini juga pengenalan untuk adik-adik bagaimana tugas dan fungsi (tusi) dari Imigrasi. Kami berterimakasih kepada kampus,” tuturnya.

Sementara itu, ucapan terimakasih juga disampaikan oleh Direktur Hubungan Kerjasama STIE JB, Yahya Nusa yang mewakili Ketua STIE JB karena sosialisasi ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di STIE-JB.

“Memang keimigraisan imej masyarakat umum kan orang yang berangkat ke luar negeri baru tahu Imigrasi. Akan tetapi, dengan adanya sosialisai Ini tujuannya sangat bagus untuk pengenalan dini kepada mahasiswa,” ucapnya.

Lanjutnya, apabila ada keperluan Imigrasi seperti pembuatan paspor untuk diri sendiri maupun keluarga, para mahasiswa sudah mendapat bayangan. Dengan begitu, diharapkan peserta mahasiswa ini menjadi pionir terpenting untuk bisa menyampaikan kepada masyarakat umum bahwa Imigrasi tidak serumit yang dibayangkan.

“Saya yakin mahasiswa memahami yang disampaikan sehingga menjadi pengetahuan untuk mereka. Harapannya sosialisasi ini tidak berhenti disini, tetapi setiap ada peraturan atau produk keimigrasian yang nantinya diketahui oleh masyarakat bisa melakui STIE JB sebagai pionirnya,” tutupnya.

Kepada BeritaMimika, manajemen STIE JB Fransiskus Heatubun menyampaikan pengetahuannya bertambah usai mengikuti sosialisasi tentang keimigrasian.

“Luar biasa, awalnya saya tidak tahu dan paham  tentang Imigrasi tetapi sekarang jadi tahu. Seperti polemik di media sosial misalnya orang masuk tanpa ijin kita masyarakat biasa berpikir kok bisa, ternyata kita tahu itu ada tahapan-tahapannya,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan mahasiswa STIE JB Michael Uamang dimana pengetahuannya makin bertambah dengan adanya sosialisasi ini.

“Saya jadi tahu dan mengerti kenapa orang asing bisa masuk ke Indonesia dan peran Imigrasi dalam menanganinya. Terimakasih,” katanya. (Elfrida Sijabat)

Top