Pendidikan

Peduli Sesama, Bhayangkari Cabang Mimika Laksanakan Baksos di Dua Tempat

Ketua Bhayangkari Cabang Mimika, Ny Asmi Gede Putra bersama ibu-ibu Bhayangkari lainnya berfoto bersama dengan anak-anak di LPAT

MIMIKA, BM

Sebagai bentuk dan wujud empati sesama, Bhayangkari Cabang Mimika melaksanakan bakti sosial (baksos) di dua tempat, pada Kamis sore (7/6/2023).

Bakti sosial berupa pembagian sembako dilakukan di Tembagapura dan Lembaga Pengembangan Anak-anak Terlantar dan Putus Sekolah (LPAT) di Gorong-gorong, kompleks Kampung Pisang.

Baksos ini dipimpin langsung oleh Ketua Bhayangkari Cabang Mimika, Ny Asmi Gede Putra.

Menurut Ketua Bhayangkari, Ny Asmi Gede Putra, baksos ini dilaksanakan dalam rangka menyongsong Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke -71 tahun 2023.

“Maksud dari kami melaksanakan kegiatan ini adalah kami berbagi kepedulian dengan masyarakat dan anak-anak yang terlantar,” ungkap Ny Asmi.

Menurut istri Kapolres Mimika, HKGB ini sebenarnya jatuh pada bulan Oktober, namun rangkaian kegiatan mulai dilaksanakan.

"Selain baksos ini, nanti ada rangkaian kegiatan lainnya. Dengan harapan kegiatan ini bisa sedikit membantu masyarakat yang ada dan bisa berbagi kebahagian,” ujar Ny Asmi.

Sementara itu selaku Sekretaris LPAT, Mozes Yarangga menyampaikan apresiasi atas apa yang telah diberikan oleh ibu-ibu Bhayangkari Polres Mimika.

"Mewakili ketua LPAT saya mengucapkan terimakasih banyak karena sudah mau menyempatkan datang untuk melihat langsung dan mau membantu anak-anak kami disini," ucapnya.

Disampaikan Mozes bahwa LPAT didirikan karena tergerak oleh hati, yang mana anak-anak yang berjumlah 157 ini butuh perhatian, pendidikan dan kasih sayang.

Mereka ada yang putus sekolah, tidak dapat perhatian dari orangtuanya bahkan ada anak yatim piatu.

"Saat ini yang sudah sekolah ada 90 anak, namun dari jumlah ini, 50 anak biaya sekolahnya sudah kita selesaikan sedangkan 40 anak untuk biayanya kami sedang usaha untuk selesaikan," ujarnya.

“Kami memang tidak punya uang tapi dengan hati yang tulus kami usahakan bagaiamana ada donatur yang bisa bantu," sambungnya. (Ignasius Istanto)

Wapres Apresiasi Pendidikan Vokasi di Institut Pertambangan Nemangkawi

Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amin, saat menyambangi Institut Pertambangan Nemangkawi milik PT Freeport Indonesia, Rabu (12/7/2023)

MIMIKA, BM

Mengawali kegiatan kunjungannya di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Wakil Presiden (Wapres), KH Ma'ruf Amin, menyambangi Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) milik PT Freeport Indonesia (PTFI), Rabu (12/7/2023).

Tiba di sana, Wapres Ma'ruf Amin yang didampingi Ibu Hj. Wury Ma'ruf Amin, Panglima TNI beserta rombongan menyapa para peserta didik IPN.

Dijelaskan Ma'ruf bahwa kunjungannya ke IPN dalam rangka upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang mana telah menjadi fokus utama pemerintah dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang lebih maju.

Guna mencapai tujuan tersebut, pemerintah mendorong berbagai program yang terkait dengan ketenagakerjaan. Salah satu langkah yang diambil pelatihan adalah meningkatkan kompetensi dan produktivitas melalui vokasi.

“Kita harus meningkatkan kompetensi dan produktivitas penduduk usia produktif agar memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi,” ucap Wapres.

Wapres menambahkan bahwa dalam upaya revitalisasi pendidikan, beberapa strategi telah diadopsi oleh pemerintah.

Salah satunya adalah mendorong transformasi pendidikan dan pelatihan vokasi dari hulu ke hilir, dimana fokus tidak hanya pada aspek teoretis, tetapi juga pada aplikasi praktis dalam dunia nyata.

Kemudian memperkuat link and match antara lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi dengan sektor industri, serta melakukan transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan yang menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan vokasi.

Wapres Ma'aruf Amin berharap agar PTFI tidak hanya membangun infrastruktur sekolah, melainkan juga melakukan transformasi pendidikan vokasi dari hulu ke hilir.

“Sangat diharapkan agar dukungan dari dunia industri, seperti PT Freeport Indonesia tidak hanya terbatas pada program Corporate Social Responsibility (CSR), tetapi juga melibatkan kolaborasi yang berkelanjutan,” harapnya.

“Negara-negara maju telah mengakui pentingnya pendidikan kejuruan dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, Indonesia juga harus ikut serta dalam proses serupa guna meningkatkan kualitas tenaga kerja,” imbuhnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menjelaskan bahwa PTFI telah berkomitmen untuk terus meningkatkan pendidikan di Papua.

Tony menyampaikan bahwa sejak tahun 1996, upaya tersebut telah dilakukan oleh PTFI secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan jumlah pekerja asli Papua di PTFI yang saat ini sudah mencapai lebih dari 40 persen.

“Di dalam area kerja, PTFI telah melaksanakan berbagai program untuk meningkatkan pendidikan anak-anak muda Papua, termasuk di Institut Pertambangan Nemangkawi,” jelas Tony.

Dikatakan bahwa Institut Pertambangan Nemangkawi adalah Balai Latihan Kerja, yang bertujuan memberikan pendidikan kepada generasi muda Papua.

“Di lembaga ini, mereka dapat mengikuti pelatihan kerja, seperti program magang, program pelatihan untuk menjadi operator pertambangan dan mengembangkan kemampuan lainnya,” ungkapnya.

Hal ini, kata Tony, bertujuan agar mereka menjadi tenaga kerja terampil atau 'skilled worker' yang siap bekerja baik di PTFI maupun di perusahaan-perusahaan lainnya.

“Sehingga ketika mereka mulai bekerja, baik di PTFI maupun di perusahaan lain, mereka telah memiliki kesiapan dalam melaksanakan tugas sebagai tenaga kerja terampil,” (Endy Langobelen)

Karang Taruna di Mimika Harus Melahirkan Figur Pemimpin di Masa Depan

Asisten I bersama perwakilan forkompimda lainnya saat memukul tifa sebagai tanda dimulainya kegiatan

MIMIKA, BM

Karang Taruna merupakan organisasi pencetak pemimpin yang berkualitas untuk memajukan daerah hingga mengubah karakter pemuda. Oleh karena itu Karang Taruna di Mimika harus melahirkan figur pemimpin di masa depan.

"Saya yakin akan banyak lahir tokoh figur pemimpin di Kabupaten Mimika dari Karang Taruna," Aujar Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Paulus Dumais saat membuka kegiatan sidang Temu Karya II Karang Taruna Kabupaten Mimika periode 2023-2028, di aula Bobaigo Kompleks Keuskupan Timika, Jumat (26/05/2023).

Dijelaskan Asisten I bahwa Karang Taruna sendiri adalah organisasi yang dibentuk oleh masyarakat sebagai wadah generasi muda untuk dapat mengembangkan diri, tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaraan serta tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk generasi muda yang berorientasi pada tercapainya kesejahteraan sosial masyarakat.

"Sebab Karang Taruna menjadi lembaga organisasi pemberdaya dengan sumber daya manusia yang berkualitas serta berdedikasi tinggi," ungkap Dumais.

Dengan adanya sidang Temu Karya Karang Taruna ini, mantan Kasat Pol PP ini berharap dapat menghasilkan rumusan program yang sejalan dengan visi dan misi.

Hal ini agar dapat membawah dampak pada kemajuan dari Karang Taruna sendiri, juga untuk membantu pemerintah daerah dalam mensukseskan program pembangunan dalam berbagai bidang untuk kesejahteraan masyarakat.

"Semoga pelaksanaan gia ini dapat terlaksana dengan baik serta dapat merumuskan dan menghasilkan kebijakan-kebijakan yang berpusat pada keputusan bersama dalam melihat situasi dan perkembangan yang saat ini terjadi," harap Dumais. (Ignasius Istanto)

Top