Olah Raga

Peraih Emas F2C Akui Venue Aeromodelling di Timika Terbaik



Jajang Nur Jaman, Atlet Cabor Aeromodelling Asal Jawa Barat.Foto: Humas PPM/Marcel Lela Ona

MIMIKA, BM

Jajang Nur Jaman peraih medali emas F2C yang merupakan atlet Cabor Aeromodelling asal Provinsi Jawa Barat mengakui Venue Aeromodelling yang saat ini digunakan untuk pelaksanaan PON XX Klaster Mimika terbaik di Indonesia.

"Venue ini sangat bagus dan luas meskipun di jenis pertandingan lain belum cukup luas. Namun untuk pertandingan Aeromodelling jenis F2C menggunakan landasan lingkaran yang digunakan ini cukup baik karena berbeda dengan tempat kita latihan," ungkap Jajang, Jumat (08/10/2021) usai pertandingan.

Jajang ketika ditanya mengenai kemenangannya di F2C , mengucap syukur atas pencapaian yang ia raih di PON XX Papua, berkat kerjasama tim yang baik.

"Karena kita mainnya berdua sehingga kita harus memiliki kemistri yang baik agar bisa memenangkan pertandingan untuk mencapai hasil yang sempurna," ujarnya.

Lanjut Jajang, adapun kendala pada saat pertandingan adalah cuaca yang sangat berbeda dengan di Jawa Barat.

"Ini yang membuat kami harus beradaptasi namun semua itu sudah kami lalui," ungkapnya.

Ia juga mengaku puas dengan pelayanan yang ia dapatkan selama mengikuti pertandingan.

"Kami sangat senang dan bangga dengan masyarakat Timika yang telah melayani kami dengan baik," pungkasnya. (Humas PPM/ Marcel Lela Ona dan Misba)



Taklukkan Sumut di Final, DIY Sabet Emas Pertama dari Biliar

Pebiliar DIY Gebby Adi Wibawa Putra berhasil meraih medali emas setelah menaklukkan pebiliar Sumut Marlando Sihombing di final nomor 15 reds snooker, berlangsung di Venue Billiar Mimika, Jumat (8/10/2021). /Foto: Humas PPM/ Sevianto Pakiding

MIMIKA, BM

Kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akhirnya berhasil meraih medali emas, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua dari cabang olahraga biliar yang berlangsung di Venue Biliar Mimika, Jumat (8/10).

DIY menang dua angka setelah menaklukkan Sumatera Utara (Sumut), yang harus puas mendapat medali perak.

Di partai final ini, DIY menurunkan Pebiliar andalan mereka, Gebby Adi Wibawa Putra. Adi berhasil mengalahkan pebiliar Sumut, Marlando Sihombing pada kelas Snooker atau English Biliar nomor 15 reds snooker dengan skor 3-1.

Perolehan emas ini merupakan emas pertama dari cabang olahraga biliar untuk DIY yang sebelumnya hanya bisa meraih perunggu.

Pelatih Biliar DIY, Adib Daoudy mengatakan, ini adalah medali emas pertama dari kelas snooker nomor 15 reds snooker single putra.

"Kita sudah bertanding di 6 kelas dan kita sudah mendapat 1 emas dan 2 perunggu," katanya.

Adib mengatakan, medali perunggu didapatkan pada kelas poll nomor 15 ball double putra dan 15 ball single putra.

Sementara, Gebby peraih medali emas ini adalah atlet nasional, yang bermain di SEA Games Filipine 2019.

"Gebby ini salah satu atlet andalan yang ditarget emas oleh KONI DIY," ungkapnya.

Pada ajang PON ini, DIY diperkuat 6 atlet terbaik mereka yakni Gebby Adi Wibawa Putra (snooker putra), Wisnu Eko Marsudi (pool putra 10 ball single dan 15 ball double) serta Iwan Aprianto (pool putra 9 ball single dan 15 ball double).

Selain itu, Agus Deser Efendi (pool putra 10 ball single dan 15 ball double), Widi Harsoyo (pool putra 9 ball single dan 15 ball double), dan Lafitri Panca Wardani  (pool putri 9 dan 10 ball).

"Total atlet kami ada 6 dan kami ikut empat kelas. Kita sudah dapat 3 medali jadi kita masih punya 2 nomor lagi untuk memperebutkan medali emas. Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan 1 emas lagi," harapnya.

(Humas PPM/Shanty Sang/Sianturi)

Panjat Tebing PON XX Papua Berakhir! Maaf Jika Pelayanan Mimika Tidak Sempurna


Usai mengalungkan medali, Ketua Pengprov FPTI Papua, Caesar Avianto Tunya menutup seluruh rangkaian pertandingan cabang olahraga panjat tebing di PON XX Papua. (Foto:HumasPPM/Jefri Manehat)

MIMIKA, BM

Pertandingan Cabang Olahraga (Cabor) Panjat Tebing pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 yang digelar selama 12 hari sejak 27 September dan diikuti oleh 27 kontingen dari 27 provinsi telah berakhir.

Penutupan seluruh rangkaian pertandingan dilakukan oleh Caesar Avianto Tunya, Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Papua, di venue Panjat Tebing, Jalan SP2 Poros SP5, Jumat (8/10/2021).

Pada hari terakhir pelaksanaan dipertandingkan dua nomor, yaitu speed relay dan combine dari total 16 nomor dan 16 medali yang diperebutkan dari cabor ini.

Caesar Avianto Tunya, Ketua Pengurus Provinsi FPTI Papua yang juga Sekretaris Umum PB PON XX Papua Sub Mimika mengapresiasi keikutsertaan seluruh kontingen, sekaligus menyampaikan terima kasih.

"Saat ini panjat tebing merupakan salah satu Cabor yang menjadi perhatian pemerintah, dan ini merupakan hadiah terbesar dari pemerintah," ungkap Caesar.

Ia berharap atlet-atlet yang berprestasi di PON XX Papua tidak berakhir setelah ini, tapi terus berprestasi pada event lain hingga olimpiade mendatang.

"PON XX Papua ini jadi batu loncatan untuk berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional," tambahnya.

Di kesempatan ini, Caesar juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kontingen atas pelayanan yang tidak sempurna selama pertandingan.

Sementara, Yenny Wahid, Ketua FPTI Pusat dalam sambutannya secara virtual, mengapresiasi para atlet yang telah menyelesaikan pertandingan dengan menjunjung tinggi sportivitas.

"Saya ucapkan selamat kepada atlet panjat tebing yang berprestasi dan berhasil meraih medali emas di PON XX Papua," tandasnya.

Adapun hasil pertandingan Cabor Panjat Tebing PON XX Papua 2021, Jawa Timur keluar sebagai juara umum dengan mengoleksi 6 medali emas, 5 perak dan 3 medali perunggu.

Tuan rumah Papua berada di posisi kedua dengan koleksi 3 medali emas, 1 perak dan 1 medali perunggu.

Tim Jawa Tengah berada di posisi ketiga setelah mengumpulkan 2 medali emas, 1 perak dan 3 medali perunggu. Diikuti Nusa Tenggara Barat (NTB) 2 medali emas dan 1 medali perak.

Selanjutnya ada Jawa Barat dengan koleksi 1 medali emas, 3 perak dan 6 medali perunggu.
Disusul Bali dengan 1 medali emas dan 2 perak, dan tim Kalimantan Barat 1 medali emas.

Sedangkan DKI Jakarta hanya mengumpulkan 1 medali perak dan 2 medali perunggu, Banten mengoleksi 1 medali perak sama dengan Kalimantan Timur yang juga hanya meraih 1 medali perak. (HumasPPM/ Jefri, Marsel, Markus, Yosep dan Maurits)

Top