Olah Raga

Papua Juara Umum Tarung Derajat PON XX di Mimika

 

Penyerahan Medali kepada para pemenang PON XX Papua Cabor Tarung Derajat di Venue Eme Neme Yauware, Selasa (12/10)

MIMIKA, BM

Laga Final Tarung Derajat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di Klaster Mimika telah rampung dilaksanakan pada Selasa (12/10) di venue Eme Neme Yauware.

Laga di bagi dalam dua sesi yakni final pagi dan final siang. Sejumlah atlet pemenang di final pagi hari sudah diumumkan.

Pertandingan pertama pada laga final siang tadi dibuka dengan pertemuan antara atlet Papua, Akdamina S Epa dengan Vebi Sesmita Husna dari Sumatera Barat. Akdamina menang dengan skor 3-0.

Selanjutnya di kelas 58,1-62 kg, Rizki Ariani dari Kalimantan Barat berhasil meraih emas setelah mengalahkan Ni Made Yogi Astrini dari Bali dengan skor 3-0.

Satu-satunya perwakilan NTB yang tersisa, yakni atlet putri Julyana Dewi Amelia berhasil membawa emas di kelas 62,1-66 Kg usai melawan Darlin Asso dari Papua. Dewi menang dengan skor 3-0.

Laga final putra, di kelas 67,1-70 Kg mempertemukan atlet Papua, Alex Asyerem dan Nikolaus Toni Sega dari Kalimantan Timur.

Pada pertarungan ini, Niko mempersembahkan medali emas untuk Kaltim sedangkan hasil ini membuat Papua kembali mencatatkan medali perak ketiga setelah kalah 2-1.

Pertandingan selanjutnya untuk kategori putra di Kelas 70,1-75 Kg, petarung Aceh, Kandar Hasan melawan tuan rumah yang diwakili Robertus Asso.

Pertandingan ini berakhir cepat di ronde pertama sebab Kandar tak dapat melanjutkan pertandingan akibat pukulan keras Asso yang mengenai dagunya.

Sementara pertandingan penutup mempertemukan Eko Yusuf dari Jawa Barat dengan atlet Bali, Andre Surya.

Bertarung di kelas 75,1-80, medali emas terakhir di kategori seni tarung diraih oleh Andre sekaligus memastikan medali emas yang keempat untuk kontingen Bali.

Laga siang hari ini turut melombakan Seni Gerak Getar Campuran, dengan para peserta berasal Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Daerah Istimewa Aceh.

Hasil Seni Gerak Putera, DIY Aceh mendapatkan skor tertinggi (emas) dengan nilai 772, disusul Jawa Tengah (perak) 766 dan Sulawesi Selatan dengan skor 759 (perunggu).

Hasil Seni Gerak Puteri, Jawa Barat meraih emas dengan nilai 991, Jawa Tengah dengan nilai 863
meraih perak dan Daerah Istimewa Aceh mendapatkan perunggu dengan nilai 855.

Gerak Getar Putra: Jawa Tengah peroleh medali perunggu dengan nilai 662, Sulawesi Selatan meraih perak dengan nilai 801 sementara Daerah Istimewa Aceh sebagai pemenang medali emas dengan catatan nilai 871.

Campuran: Jawa Barat berhak atas perunggu dengan total skor, 640. Sulawesi Selatan kembali raih perak dengan nilai 729 dan Daerah Istimewa Aceh kembali menjuarai nomor ini setelah unggul dengan nilai 881.

Dari hasil final ini, Provinsi Papua diputuskan jadi juara umum di gelaran Tarung Derajat, PON XX Papua Klaster Mimika.

Papua berhasil mengamankan empat medali emas, tiga medali perak dan empat medali perunggu. Sedangkan Bali tempati posisi kedua dengan empat emas, satu perak dan tiga perunggu. Disusul Aceh yang menjadi juara umum ketiga dengan perolehan tiga medali emas, satu perak dan lima perunggu.

Ketiga juara umum ini juga mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan. Papua mendapatkan dana Rp 50 Juta, Bali Rp 30 Juta serta Daerah Istimewa Aceh mendapat dana bantuan sebesar Rp 20 Juta. Dana ini diserahkan oleh Ketua Harian PB Kodrat, Brigjen Pol Syamsul Bahri MM.

Sementara itu, hasil partai final pagi hari yang sudah dirilis media ini pagi tadi, Papua membuka kemenangan di partai pertama setelah unggul atas Kalimantan Timur.

Laga pertama dibuka dengan pertemuan Imanuel B Fakdawer dari Papua yang berhadapan dengan M Marcel Ferdinoor dari Kalimantan Timur.

Imanuel unggul 2-1 dan berhak atas medali emas di kelas 49,1-52 Kg. Sedangkan Marcel Ferdinoor harus puas mendapatkan medali perak.

Pertandingan kedua mempertemukan Yoseph Amoreus dari Nusa Tenggara Timur melawan Chairul Nam dari Lampung.

Di kelas 52,1-55 Kg ini, satu-satunya perwakilan NTT, Yoseph Amoreus dipastikan mendapatkan medali emas setelah unggul 2-1. Hasil ini membuat Chairul pulang dengan medali perak.

Pertarungan ketiga, Rudi Nurudin dari Bali bertemu lawan Lukman Hakim dari Kepulauan Riau. Di kelas 55,1-58 Kg ini, Bali memastikan peroleh medali emas pertamanya dengan keunggulan telak 3-0. Riau harus puas di posisi dua dan mendapatkan medali perak.

Pertandingan keempat merupakan pertarungan putri di kelas 45,1-50 Kg antara Vinka Widyaningrum dari Jawa Tengah melawan Beatriks Arwam dari Papua.

Laga ini berakhir untuk kemenangan Papua dan memastikan medali emas kedua. Vinka memastikan medali perak setelah kalah 1-2 dari Beatriks.

Laga kelima masih untuk kategori putri. Di kelas 50,1-54 Kg ini, petarung Kalimantan Barat, Novianyanti bertemu dengan atlet Jawa Barat, Sri Nurhayati SPd.

Di partai ini, "ibu guru" Sri hanya mendapatkan medali perak setelah kalah dari lawannya dengan skor 1-2.

Pertandingan keenam mempertemukan putra masing-masing dari Jawa Barat dengan atlet Andika Dwiki Arislan dan Gede Dicky Handika Putra dari Bali. Di kelas 58,1-61 Kg ini, Bali meraih medali emas keduanya dengan kemenangan 2-1.

Pertandingan ketujuh di kelas 61,1-64 Kg, Farhan Attamamil Arda dari Sumatera Utara melawan Elim Tabuni, atlet Papua.

Farhan menang telak 3-0 atas Elim di partai ini dan memenangkan medali emas serta membuat Papua mendapatkan medali perak pertama.

Partai kedelapan mempertemukan Muhammad Rizki Firdaus dari Sumatera Utara yang bertemu I Made Ardi Arimbawa dari Bali.

Kemenangan di kelas 64,1-67 Kg ini dipastikan menjadi milik Made Ardi di ronde kedua lantaran Muhammad Rizki tak dapat melanjutkan pertandingan.

(Humas PPM/ Rachmat Julaini, Aprina Lestari Hutapea, Elfrida Sijabat, Kristina Rejang dan Ronald Renwarin)

 

Basket 3x3 Tampil Perdana di PON, Wabup Mimika : Bangga Jadi Tuan Rumah



Wabup Rettob saat memberikan sambutan membuka secara resmi pertandinganya basket 3x3 di GOR MSC, Selasa (12/10)

MIMIKA, BM  

Untuk pertama kalinya Cabor basket disiplin 3x3 dipertandingkan di ajang PON XX Papua Tahun 2021. Sebagai tuan rumah penyelenggara, Mimika sangat berbangga karena dipercaya melaksanakan pertandingan ini.

Usai membuka secara resmi di GOR Mimika Sport Complex (MSC), Selasa (12/10), Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengaku sebagai tuan rumah, Papua khususnya Timika sangat berbangga.

Kebanggaan ini karena pertandingan basket disiplin 3x3 untuk pertama kalinya dipertandingkan di PON XX dan ini diselenggarakan di GOR MSC yang merupakan kebanggan semua masyarakat Mimika.

"Pertandingan olahraga basket disiplin 3x3 untuk pertama kali di PON, dan di Timika. Papua merupakan tempat pertama di mana Cabor ini dipertandingkan, tentu saja kita sangat berbangga," ujar Wabup John Rettob.

Selanjutnya ia berharap dengan pertandingan basket 3x3 ini, bisa menunjukkan jika Timika bisa, Papua Kitong Bisa.

Ia juga harap agar semua atlit tetap menjaga sportivitas selama bertanding. Selain itu, semangat dalam kebersamaan juga diharapkan tetap dijaga.

Sementara kepada seluruh masyarakat Mimika, Wabup John Rettob berharap agar ikut menjaga keamanan selama PON berlangsung. Dengan ikut menjaga ketertiban dan keamanan, maka sukses PON menjadi kebanggaan Timika sebagai tuan rumah.

"Mari kita sama-sama tunjukan jika Timika tuan rumah yang baik untuk menjaga PON ini bisa sukses," jelasnya.

Ditambahkan Wabup Rettob, fasilitas GOR MSC setelah PON diharapkan terus digunakan baik untuk latihan dengan pembinaan atlit maupun pertandingan-pertandingan skala nasional.

Pembukaan pertandingan dimeriahkan tarian dari Sanggar Tari Amungkal di GOR MSC. Ribuan penonton memadati tribun kiri dan kanan, Panpel basket 3x3 tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) selama pertandingan. (Humas PPM/ Sitha/Stefanus Ambing)



Pendapat Para Pelatih Tarung Derajat Tentang PON XX Papua : Dua Jempol, Papua Hebat

Pelatih Sumatera Utara, Hizrah Saputra. Foto Humas PPM/ Kristin Rejang

MIMIKA, BM

Pertandingan Cabang Olahraga Tarung Derajat sudah dilaksanakan dari 8 Oktober 2021 hingga hari ini, Selasa (12/10/20) di Venue Eme Neme Yauware Timika.

Selama pertandingan, situasi keamanan di Gedung Eme Neme Yauware berlangsung sangat baik, dimana para penonton terlihat tertib dan mengikuti aturan yang ditetapkan oleh panitia Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Pelatih dari Papua, Manuel Maker mengatakan selama pelaksanaan pertandingan tarung derajat, semua berjalan baik.

"Saya lihat mulai dari persiapan untuk pelaksanaan ini, kami sangat berterimakasih karena semua berjalan dengan baik. Artinya meskipun ada kekurangan namun tidak ada yang mengurangi semangat atlet untuk bisa tampil disini," katanya.

Sementara itu pelatih dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Marianus Jago mengatakan pelayanan di Klaster Mimika mulai dari transportasi, makanan hingga konunikasi, semua telah disiapkan dengan sangat baik oleh panitia.

"Luar biasa kepada panitia, provisiat kepada panitia yang sudah temani kami sejak awal sampai hari ini final. Kami sangat bersyukur masyarakat Papua juga sangat baik dengan kami," ujarnya.

Zaki MB yang merupakan pelatih dari Kepulauan Riau menghaturkan rasa terimakasihnya kepada seluruh pihak, panitia juga kepada masyarakat Papua.

"Saya ucapkan terimakasih kepada saudara saudari saya di Papua. Pagelaran PON ini sangat bagus sekali dan kami bangga kepada Papua," ungkapnya.

Pelatih kepala dari Kalimantan Barat, Dedi Indarto mengatakan selama pertandingan tarung derajat di Mimika, semua berjalan sangat luat biasa.

"Penginapannya bagus, makannya tidak pernah terlambat, transportasinya bagus dan saya harus ancungi dua jempol untuk Mimika, Papua hebat," ungkapnya.

I Nyoman Dana, Pelatih Bali mengungkapkan situasional di Mimika. Ia mengatakan selama pertandingan berjalan, semua terselenggara dengan baik, kondusif dan aman.

Menurutnya, panitia termasuk warga pun ramah terutama dalam menyambut dan memperhatikan kontingen Bali.

"Pertandingan semua sudah berjalan lancar, dengan hasil yang mengejutkan. Tuan rumah Papua ternyata memberikan kejutan kepada daerah daerah lain. Yang notabene Papua itu masih belum dianggap maju tarung derajatnya tapi ternyata di PON kali ini luar biasa," ungkapnya.

Hizrah Saputra Harahap pelatih dari Sumatera Utara mengucapkan syukur karena bisa menginjakan kakinya di Papua.

"Alhamdulillah di timika luar biasa sambutannya, tidak ada kendala sedikitpun baik dari segi makanan semua bagus. Di kamar hotel itu banyak kotak makanan karena terlalu banyak makanan, dan tepat waktu datangnya kalau terlambat sedikit kita di telpon. Semoga Sumatera nanti sebagai tuan rumah bisa seperti ini," ungkapnya ramah. (Humas PPM/ Kristin Rejang, Aprina Lestari, Rahmat Julaini, Elfrida Sijabat dan Ronald Renwarin)

Top