Olah Raga

Basket 3x3 Memanas, Putera -Puteri Sulsel dan Papua Kalah

Suasana pertandingan basket 3x3 di Mimika Sport Complex (MSC), Selasa (12/10). Foto : Humas PPM/ Joe Situmorang

MIMIKA, BM

Pertandingan basket 3x3 di Mimika Sport Complex (MSC), Selasa (12/10) semakin panas.

Di grup A Putra Tim Basket Papua melawan Jawa Tengah (Jateng). Pertandingan yang hanya berjalan 10 menit tersebut berhasil dimenangkan Jateng.

Terlihat kedua tim bersaing ketat. Namun Jateng berhasil unggul dengan skor 16 - 14.

Kapten Tim Papua (33) Irwanto mengakui timnya sudah memberikan yang terbaik, karena jalannya pertandingan poin selalu berikutan, namun pada menit terakhir pemain terkesan terburu-buru.

Sedangkan Kapten Tim Jawa Tengah, Zulfikar Nur Muhklisin menyatakan akan berjuang terus pada pertandingan selanjutanya, sehingga bisa tembus final.

Pertandingan selanjutnya mempertemukan Tim Sulawesi Selatan (Sulsel) melawan Jawa Timur (Jatim) yang berhasil dimenangkan Tim Jatim dengan skor 16-19.

Kapten Tim Sulsel, David Liberti Nuban mengakui kekalahan timnya lantaran tenaga sudah terkuras pada pertandingan sebelumnya melawan Papua.

Sementara itu secara terpisah, Kapten Jatim, Putra Wijaya menargetkan tetap menang pada babak penyisihan hingga masuk final.

Pada partai selanjutnya yakni partai kesembilan mempertemukan Tim Basket Putri Bali lawan Sulsel di grup B. Tim Bali unggul dengan skor 6-10. 

Kapten Tim Bali, Regita Pramesti menyatakan kemenangan tersebut adalah karena kekompakan tim tetap terjaga. (Anius Nining/Stefanus Ambing)

 

 

'Langkah Kecil' Bola Tangan di PON XX

Euforia para penonton, yang merupakan supporter, Tim Bola Tangan Papua, saat pertandingan di lapangan Futsal SP, Senin (11/10) (FOTO: Humas PPM/Mayero C Sarioa)

MIMIKA, BM

Olahraga Bola Tangan, memulai “Langkah Kecil” pertamanya di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, dimana Mimika didapok menjadi tuan rumah penyelenggaranya.

Olahraga yang pertama kali dimainkan pada zaman Yunani kuno tersebut, terbilang cukup sukses berjalan hingga babak semifinal dengan tujuh peserta dalam babak penyisihan yang diikuti oleh Papua, DKI Jakarta, jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Sumater Barat.

Bola tangan dimainkan hampir sama dengan futsal. Bedanya mereka bermain menggunakan tangan dengan jumlah pemain sebanyak tujuh orang termasuk kiper, dengan waktu permainan dua kali 30 menit dengan beberapa posisi pemain seperti Right Back, Center Back, Left Back, Right Wing, Pivot, dan Left Wing.

Pada perhelatan PON XX Papua, sejauh ini bola tangan sudah mencapai babak semifinal, dan selama penyisihan hingga babak empat besar yang mempertemukan tim Putri Kalimantan Timur melawan DKI Jakarta dan Jawa Barat bertemu Papua, kemudian putra yang mempertemukan Jawa Barat melawan Jawa Tengah serta Kalimantan Timur berhadapan DKI Jakarta bisa dibilang cukup sukses.

Babak semifinal diprediksi akan seru sebab selain tim tuan rumah yang lolos, siapapun tim yang akan meraih medali emas akan menjadi tim pertama yang berhasil meraihnya dalam ajang PON, hal ini menjadikan pertandingan bola tangan layak untuk diikuti, kendati Olahraga beregu ini kurang populer di Papua bahkan Indonesia.

Hasil pada babak penyisihan pun menunjukan sengitnya pertarungan di semifinal sebab tercatat, ada tiga tim yang belum terkalahkan dalam babak penyisihan kategori putra yakni Kalimantan Timur dan Jawa Tengah yang mencatatkan satu seri dan menang, serta Jawa Barat yang bahkan berhasil melakukan sapu bersih alias menang dalam dua laga secara beruntun.

Sementara untuk tim putri Jawa Barat menjadi satu-satunya tim yang berhasil melakukan sapu bersih, diikuti oleh Papua dan DKI Jakarta, dan Kalimantan Timur yang berhasil lolos karena selisih gol yang lebih baik dari lawan-lawan mereka.

Jadi siapakah yang akan melaju ke babak semifinal? sang tuan rumah dengan dukungan penuh suporternya atau Kalimantan Timur, DKI Jakarta dan Jawa Barat yang berhasil mengirimkan dua perwakilannya? bisa juga Jawa Tengah yang pada babak penyisihan beregu putra berhasil mecatatakan hasil imbang serta sekali menang. (Humas PPM/Aji dan Linda)

 

Papua Juara Umum Tarung Derajat PON XX di Mimika

 

Penyerahan Medali kepada para pemenang PON XX Papua Cabor Tarung Derajat di Venue Eme Neme Yauware, Selasa (12/10)

MIMIKA, BM

Laga Final Tarung Derajat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di Klaster Mimika telah rampung dilaksanakan pada Selasa (12/10) di venue Eme Neme Yauware.

Laga di bagi dalam dua sesi yakni final pagi dan final siang. Sejumlah atlet pemenang di final pagi hari sudah diumumkan.

Pertandingan pertama pada laga final siang tadi dibuka dengan pertemuan antara atlet Papua, Akdamina S Epa dengan Vebi Sesmita Husna dari Sumatera Barat. Akdamina menang dengan skor 3-0.

Selanjutnya di kelas 58,1-62 kg, Rizki Ariani dari Kalimantan Barat berhasil meraih emas setelah mengalahkan Ni Made Yogi Astrini dari Bali dengan skor 3-0.

Satu-satunya perwakilan NTB yang tersisa, yakni atlet putri Julyana Dewi Amelia berhasil membawa emas di kelas 62,1-66 Kg usai melawan Darlin Asso dari Papua. Dewi menang dengan skor 3-0.

Laga final putra, di kelas 67,1-70 Kg mempertemukan atlet Papua, Alex Asyerem dan Nikolaus Toni Sega dari Kalimantan Timur.

Pada pertarungan ini, Niko mempersembahkan medali emas untuk Kaltim sedangkan hasil ini membuat Papua kembali mencatatkan medali perak ketiga setelah kalah 2-1.

Pertandingan selanjutnya untuk kategori putra di Kelas 70,1-75 Kg, petarung Aceh, Kandar Hasan melawan tuan rumah yang diwakili Robertus Asso.

Pertandingan ini berakhir cepat di ronde pertama sebab Kandar tak dapat melanjutkan pertandingan akibat pukulan keras Asso yang mengenai dagunya.

Sementara pertandingan penutup mempertemukan Eko Yusuf dari Jawa Barat dengan atlet Bali, Andre Surya.

Bertarung di kelas 75,1-80, medali emas terakhir di kategori seni tarung diraih oleh Andre sekaligus memastikan medali emas yang keempat untuk kontingen Bali.

Laga siang hari ini turut melombakan Seni Gerak Getar Campuran, dengan para peserta berasal Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Daerah Istimewa Aceh.

Hasil Seni Gerak Putera, DIY Aceh mendapatkan skor tertinggi (emas) dengan nilai 772, disusul Jawa Tengah (perak) 766 dan Sulawesi Selatan dengan skor 759 (perunggu).

Hasil Seni Gerak Puteri, Jawa Barat meraih emas dengan nilai 991, Jawa Tengah dengan nilai 863
meraih perak dan Daerah Istimewa Aceh mendapatkan perunggu dengan nilai 855.

Gerak Getar Putra: Jawa Tengah peroleh medali perunggu dengan nilai 662, Sulawesi Selatan meraih perak dengan nilai 801 sementara Daerah Istimewa Aceh sebagai pemenang medali emas dengan catatan nilai 871.

Campuran: Jawa Barat berhak atas perunggu dengan total skor, 640. Sulawesi Selatan kembali raih perak dengan nilai 729 dan Daerah Istimewa Aceh kembali menjuarai nomor ini setelah unggul dengan nilai 881.

Dari hasil final ini, Provinsi Papua diputuskan jadi juara umum di gelaran Tarung Derajat, PON XX Papua Klaster Mimika.

Papua berhasil mengamankan empat medali emas, tiga medali perak dan empat medali perunggu. Sedangkan Bali tempati posisi kedua dengan empat emas, satu perak dan tiga perunggu. Disusul Aceh yang menjadi juara umum ketiga dengan perolehan tiga medali emas, satu perak dan lima perunggu.

Ketiga juara umum ini juga mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan. Papua mendapatkan dana Rp 50 Juta, Bali Rp 30 Juta serta Daerah Istimewa Aceh mendapat dana bantuan sebesar Rp 20 Juta. Dana ini diserahkan oleh Ketua Harian PB Kodrat, Brigjen Pol Syamsul Bahri MM.

Sementara itu, hasil partai final pagi hari yang sudah dirilis media ini pagi tadi, Papua membuka kemenangan di partai pertama setelah unggul atas Kalimantan Timur.

Laga pertama dibuka dengan pertemuan Imanuel B Fakdawer dari Papua yang berhadapan dengan M Marcel Ferdinoor dari Kalimantan Timur.

Imanuel unggul 2-1 dan berhak atas medali emas di kelas 49,1-52 Kg. Sedangkan Marcel Ferdinoor harus puas mendapatkan medali perak.

Pertandingan kedua mempertemukan Yoseph Amoreus dari Nusa Tenggara Timur melawan Chairul Nam dari Lampung.

Di kelas 52,1-55 Kg ini, satu-satunya perwakilan NTT, Yoseph Amoreus dipastikan mendapatkan medali emas setelah unggul 2-1. Hasil ini membuat Chairul pulang dengan medali perak.

Pertarungan ketiga, Rudi Nurudin dari Bali bertemu lawan Lukman Hakim dari Kepulauan Riau. Di kelas 55,1-58 Kg ini, Bali memastikan peroleh medali emas pertamanya dengan keunggulan telak 3-0. Riau harus puas di posisi dua dan mendapatkan medali perak.

Pertandingan keempat merupakan pertarungan putri di kelas 45,1-50 Kg antara Vinka Widyaningrum dari Jawa Tengah melawan Beatriks Arwam dari Papua.

Laga ini berakhir untuk kemenangan Papua dan memastikan medali emas kedua. Vinka memastikan medali perak setelah kalah 1-2 dari Beatriks.

Laga kelima masih untuk kategori putri. Di kelas 50,1-54 Kg ini, petarung Kalimantan Barat, Novianyanti bertemu dengan atlet Jawa Barat, Sri Nurhayati SPd.

Di partai ini, "ibu guru" Sri hanya mendapatkan medali perak setelah kalah dari lawannya dengan skor 1-2.

Pertandingan keenam mempertemukan putra masing-masing dari Jawa Barat dengan atlet Andika Dwiki Arislan dan Gede Dicky Handika Putra dari Bali. Di kelas 58,1-61 Kg ini, Bali meraih medali emas keduanya dengan kemenangan 2-1.

Pertandingan ketujuh di kelas 61,1-64 Kg, Farhan Attamamil Arda dari Sumatera Utara melawan Elim Tabuni, atlet Papua.

Farhan menang telak 3-0 atas Elim di partai ini dan memenangkan medali emas serta membuat Papua mendapatkan medali perak pertama.

Partai kedelapan mempertemukan Muhammad Rizki Firdaus dari Sumatera Utara yang bertemu I Made Ardi Arimbawa dari Bali.

Kemenangan di kelas 64,1-67 Kg ini dipastikan menjadi milik Made Ardi di ronde kedua lantaran Muhammad Rizki tak dapat melanjutkan pertandingan.

(Humas PPM/ Rachmat Julaini, Aprina Lestari Hutapea, Elfrida Sijabat, Kristina Rejang dan Ronald Renwarin)

 

Top