Kesehatan

Dua Pola Penularan Virus Corona Di Mimika

Jubir Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 di Mimika

MIMIKA, BM

Sejak 29 Maret hingga 19 April 2020, trend peningkatan kasus Covid-19, baik yang positif, PDP, OPD maupun OTG terus mengalami peningkatan.

Hingga Senin (19/4), di Mimika sudah ada 32 pasien Covid-19. Selain itu jumlah PDP, ODP dan OTG juga mengalami peningkatan. PDP 52, ODP 158 dan 259 OTG.

Tim Gugus Tugas Pemda Mimika menyimpulkan ada dua pola penularan yang menyebabkan jumlah kasus di Mimika terus meningkat.

Pertama, penularan Corona Virus terjadi karena transmisinya menular secara komunal atau melalui kumpulan banyak orang.

Ini dibuktikan dengan hasil penemuan kasus 12 pasien positif yang tergolong sebagai generasi pertama.

Bahkan dari 12 kasus awal ini merembes hingga mengakibatkan kasus-kasus baru yang dikenal sebagai generasi kedua penyebaran Covid-19.

Kedua, pola penularan terjadi di dalam rumah dan lingkungan terdekat karena adanya kontak erat beresiko tinggi.

Perlu diketahui, 7 kasus positif baru pada Senin kemarin adalah pasien positif 026 inisial VSL (wanit, 23) alamat perumahan Mutiara Regency Jalan Budi Utomo, 027 inisial AKD, (pria, 30) Jalan Samratulangi. Pasien 028 inisial PTL (wanita, 17) alamat Gorong-gorong, 029 inisial SMI (pria, 27) Gorong-gorong.

Selain itu pasien positif 030 (wanita, 52) alamat Jalan Hasanuddin. Pasien 031 (wanita, 24) alamat Gorong-gorong dan pasien positif 032 berinisial PBS (pria, 47) dan juga beralamat di Gorong-gorong.

7 kasus ini menular melalui kontak erat resiko tinggi dengan orang di dalam rumah. Kasus 026 melakukan kontak dengan kasus 005 yang sembuh. Kasus 027 adalah bagian kasus 006 yang sampai sekarang masih dirawat. Kasus 028 memiliki hubungan erat dengan 017 dan 018.

Demikian juga dengan kasus 031 dan 032. Kedua pasien positif ini memiliki kontak erat serumah dengan kasus 017 dan 018 yang merupakan cluster Surabaya.

Hal ini dijelaskan Juru Bicara Pencegahan Covid-19 di Mimika, Reynold Ubra melalui confrence tadi malam yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Pemda Mimika kepada para awak media.

Ubra bahkan memprediksikan bahwa penambahan kasus dari cluster Surabaya akan semakin bertambah seperti terjadi pada cluster Lembang, Jawa Barat.

Ia juga mengatakan bahkan kasus 030 juga memiliki hubungan erat resiko tinggi dengan kasus 007 yang telah almarhum serta pasien positif 021 yang hingga kini masih dirawat di rumah sakit.

“Dari 7 kasus ini juga memiliki tracing kontak erat dari 25 orang yang didapati di lapangan dan telah dilakukan tes cepat. Jadi secara tidak langsung kita sudah masuk ke kurva kedua. Kurva kedua ini trendnya dari generasi kedua sebanyak dua kasus. Ini hampir separuh dari kasus pertama yang komunal berjumlah 13 kasus ditambah kluster Jakarta 4 kasus dan 1 kasus dari kluster Makassar. Jadi total generasi pertama ada 15 kasus,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa bertambahnya kasus akibat karena kontak resiko tinggi dalam rumah sehingga mereka yang berstatus ODP, PDP dan OTG yang melakukan isolasi di rumah harus melakukan isolasasi secara ketat.

Mereka harus terus berada di dalam kamar, tidak boleh keluar, menggunakan masker, tidak boleh menyentuh peralatan dan perabotan rumah secara sembarang dan rutin mencuci tangan.

“Buktinya dari 7 kasus baru, 3 positif yakni pasien 028, 030 dan 032 berasal dari mereka yang sudah dinyatakan statusnya sebagai PDP. Kasus 31 berasal dari ODP. Kasus 026, 027 dan 029 ini OTG dan mereka ini tidak punya gejala tapi ketika diperiksa rapid tes dan hasil swab nyatakan mereka positif Covid-19,” ungkapnya.

Dengan demikian secara kumulatif, dari 54 pasien PDP yang dinyatakan positif sebesar 5,4 persen. Sementara ODP dan OTG masing-masing kumulatifnya 2 persen.

“Artinya apa? Ini memberikan gambaran bahwa yang berpeluang positif bukan hanya mereka dengan status PDP tapi mereka yang tidak punya gejala bahkan tidak memiliki peluang positif juga beresiko tinggi menularakan corona virus. Makanya isolasi harus dilakukan secara ketat,” jelasnya.

“Akibat tidak ketat, melakukan interaksi dengan orang lain dan virus itu menular ke mereka. Yang lain terinfeksi karena tidak tahu orang ini positif. Dengan kenyataan ini maka kita berharap mereka yang tanpa gejala sebaiknya tidak keluar kemana-mana,” harapnya.

Kasus Covid-29 di Mimika Terus Meningkat Karena Hasil Kontak Tracing

Penambahan kasus positif, PDP, ODP dan OTG di Mimika terus ditemukan. Hasilnya selalu terjadi peningkatan. Ini kenapa? Karena Tim Gugus Tugas berhasil menemukan awal mula penyebaran kasus hingga jaringan penularannya.

Misalnya pada 15 kasus positif generasi pertama berawal dari hasil tracing terhadap 4 pasien. Hasil tracing kemudian mendapatkan 11 kasus positif. Kontak tracing merupakan pencarian terhadap mereka atau yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif.

Guna memaksimalkan pemutusan dan penelusuran kasus per kasus maka dalam pekan ini Tim Gugus Tugas berencana melakukan beberapa pemetaan.

Diperkirakan dari hasil ini pula akan semakin menimbulkan peningkatan kasus positif, PDP, ODP maupun OTG.

Mulai hari ini, Senin (20/4) hingga Rabu (22/4) Tim Gugus Tugas akan melakukan tracing kontak dari 7 pasien positif kemarin.

“Kalau satu pasien rata-rata melakukan kontak dengan 30 orang, maka 7 orang ini taruhlah hasil tracingnya 300 orang. Kepada mereka semua kita akan lakukan tes cepat. Termasuk kasus-kasus sebelumnya yang pernah terlibat dalam ibadah bersama. Kami akan komunikasikan dengan tokoh gereja,” jelasnya.

“Kita harus lakukan ini karena baru seminggu saja peningkatan dari cluster Surabaya sangat tinggi. Empat pasien positif baru yakni 028, 029, 031 dan 032 adalah jaringannya. Kamipun akan melakukan testing juga kepada mereka yang sudah ditetapkan statusnya dalam 2 minggu terkahir untuk melihat perkembangan mereka,” ujar Reynold Ubra mengakhiri penjelasannya. (Ronald)

Dir RSUD : Pasien Yang Pingsan Tadi Sudah Pulang dan Tidak Ada Gejala Covid-19

Banyak warga terlihat berkimpul menyaksikan kejadian in

MIMIKA, BM

Direktur RSUD Mimika dr. Antonius Pasulu mengatakan lelaki paru baya yang pada sore tadi diantar ke RSUD akibat terjatuh pingsan di depan Koperasi Koramil Kota, sudah dibawa pulang oleh keluarganya ke rumah.

Dikonfirmasi terkait kondisinya, melalui telepon seluler oleh BeritaMimika, Sabtu (18/4) malam, dr Anton mengatakan ia kelelahan akibat terlalu memaksakan diri berolahraga.

“Menurut data riwayatnya dia melakukan joging tiba-tiba di jalan kelelahan sehingga jatuh. Tadi dokter jada IRD sarankan untuk observasi sampai betul-betul pulih tapi keluarga dan pasien merasa sudah sehat sehingga minta pulang. Kemudian dia juga tidak ada gejala Covid setelah diperiksa dan ditanyakan riwayat kontak dan perjalanan. Walau sudah pulang kami sarankan untuk tetap isolasi diri di rumah sesuai himbauan pemerintah,” jelasnya.

Perlu diketahui lelaki paruh baya yang akhirnya diketahui berinisial DM ini sempat membuat geger masyarakat Mimika.

Pasalnya dalam keadaan pendemi Covid-19 sedang melanda Mimika, warga dibuat panik dengan beredarnya foto serta videonya usai ditemukan terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Bahkan proses pertolongannya juga seperti penanganan pasien terinfeksi Virus Corona. Ini terlihat dengan hadirnya sejumlah petugas medis yang berpakaian APD lengkap untuk membawanya ke RSUD.

Direktur RSUD Mimika dr. Antonius Pasulu meminta warga Mimika agar belajar dari kejadian ini.

Menurutnya apa yang dilakukan DM menunjukan bahwa dia tidak menaati himbauan pemerintah daerah terkait Stay At Home dan Social Distancing.

“Kejadian ini menjadi pengalaman dan memperlihatkan bahwa memang masih banya warga Mimika yang tidak patuh terhadap anjuran pemerintah tentang himbauan berdiam di rumah,” ujarnya.

Ia mengatakan himbauan jelas tertera bahwa setelah pukul 14.00 Wit, warga sudah harus berada di rumah dan tidak diperbolehkan melakukan aktifitas di luar.

Akibat kejadian ini, secara tidak langsung membuat banyak orang berkumpul untuk menyaksikan kejadian tersebut sehingga membuat resiko timbulnya mata tantai penularan Virus Corona.

“Selain itu menambah beban bagi perawat karena kasihan mereka tadinya dipersiapkan untuk tangani pasien covid akhirnya menambah tugas tambahan yang tidak perlu akibat dari kelalaian tidak taat terhadap himbauan pemerintah,” ungkapnya.

Ia juga mengakui bahwa masih melihat adanya warga Mimika yang hingga kini masih berkeliaran di luar rumah.

Demi keselamatan pribadi, keluarga dan orang lain, ia secara khusus meminta semua orang untuk melakukan instruksi Stay At Home dan Social Distancing.

“Kemarin saya juga lihat masih ada yang balap-balap di jalan. Coba bayangkan kalau mereka alami kecelakaan, mereka datang ke rumah sakit dengan situasi transmisi lokal ini maka penanganan perawat terhadap dia juga harus memakai APD yang betul-betul siap. Saya berharap kita semua hindari yang seperti ini supaya petugas medis fokus mengobati pasien yang terindikasi Covid-19,” ujarnya berharap kepada warga Mimika. (Ronald

Seorang Pria Ditemukan Terkapar di Depan Koperasi Koramil Kota

Petugas medis saat memberikan pertolongan

MIMIKA, BM

Seorang pria paruh baya ditemukan terkapar di depan kompleks perumahan Koramil Kota Timika, tepatnya di depan ruko koperasi, Sabtu (18/4).

Lelaki ini diketemukan sekitar pukul 15.10 Wit oleh warga dan anggota TNI yang berada di areal tersebut.

Belum diketahui pasti pria ini terkapar karena apa namun Ia ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan menggunakan pakaian olahraga.

Warga dan anggota TNI ingin menolongnya namun mengingat situasional pendemi Covid-19 di Mimika, merekapun takut melakukannya.

Bahkan Kasatpol Mimika dan anggotanya yang merespon kejadian ini meminta warga tidak melakukannya. Mereka diminta menunggu petugas kesehatan yang telah dihubungi.

Tidak lama berselang, ambulance puskesmas keliling Mimika tiba di lokasi kejadian. Lelaki ini kemudian dibawah menggunakan ambulance ke rumah sakit.

Para perawat yang datang menolongnya juga menggunakan pakaian APD, guna menjaga kemungkinan lelaki ini terjatuh akibat Corona Virus.

“Kita tidak tahu dia pingsan karena apa tapi dari pakaian yang digunakan sepertinya dia lagi olahraga. Bisa saja karena kelelahan. Kami juga dilarang untuk beri bantuan sehingga tidak boleh dekat mengingat situasi Mimika saat ini,” ungkap seorang saksi mata yang menghubungi BeritaMimika, Sabtu (18/4) sore.

Saksi mata menyebutkan, pria ini menggunakan jaket olahraga hitam, celana pendek berwarna merah, baju hitam, kaos kaki dan sepatu putih.

“Kelihatanya dia herstroke karena lelah dan panas tubuh tidak keluar karena dia pakai baju sliming sweat warna hitam. Ketika sliming sweatnya dibuka tidak lama dia sudah bisa bangun dan duduk. Ini hanya dugaan karena kebetulan saya juga olahragawan jadi tahu biasa ada yang seperti ini. Tapi kalau lengkapnya nanti hubungi petugas medis atau dokter biar lebih jelas. Petugas barusan sudah bawah dia ke RSUD sekitar pukul 15.45 Wit,” ungkapnya. (Ronald)

Top