Kesehatan

TP-PKK Mimika Donasikan 400 APD dan 375 Masker, Tim Medis Menangis Menerimanya

Ny Kalina Omaleng menyerahkan APD dan masker ke shelter

MIMIKA, BM

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika periode 2019-2024 pada Selasa (14/4) lalu telah resmi dilantik Bupati Mimika Eltinus Omaleng berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Mimika Nomor 166 Tahun 2020.

Belum sepekan dilantik, TP-PKK Mimika langsung menunjukan kepedulian dan kontribusi nyata mereka terhadap dinamika yang kini sedang dihadapi oleh seluruh masyarakat, yakni penyebaran dan penularan Corona Virus.

Melihat kekurangan dalam hal Alat Pelindung Diri (APD) dan masker bagi tim medis di Mimika yang kini tengah berjuang melawan virus Corona, TP-PKK memberikan bantuan 400 Alat Pelindung Diri (APD) dan 375 masker N-95.

APD dan masker tersebut diserahkan, Senin (20/4) ke 10 fasilitas kesehatan dimulai dari RSUD Mimika, Klinik Puri Husada, Puskesmas (PKM) Pasar Sentral, RSMM, PKM Limau Asri, PKM Bhintuka, PKM Jiliyale, PKM Kwamki Lama, RS Kasih Herlina dan PKM Timika serta tempat penampungan pasien Covid-19 yakni Shelter Wisma Atlet.

Penyerahan bantuan alat kesehatan ini dipimpin langsung Ketua Penggerak TP-PKK Mimika Kalina Omaleng, Wakil Ketua I Suzy HerawatyRettob, Wakil Ketua II Pere Omaleng, Pokja IV beserta badan pengurus lainnya.

Suasana haru begitu terasa saat TP-PKK Mimika memberikan bantuan di Shelter Wisma Atlet sebanyak 75 APD dan 50 masker yang diterima oleh Penanggungjawab Logistik Shelter, Marthina Siska Magai didampingi para perawat. 

Ia meneteskan air mata karena merasa terjawab kebutuhan yang selama ini mereka nantikan. Terlebih mereka berhadapan langsung menangani para pasien setiap hari demi kesembuhan mereka.

 Ny. Suzy Herawati saat menyerahkan bantuan kepada direktur RSMM

"Terimakasih untuk bantuannya kami sangat memerlukan ini karena APD kami terbatas. Ini begitu berarti bagi kami petugas dan masyarakat. Semoga Tuhan yang membalas semua kebaikan TP-PKK Mimika," ungkapnya dengan suara haru.

Ucapan terimakasih pun disampaikan Direktur RSMM dr. Theresia Nina Noviriana yang menerima 100 APD dan 50 masker. Diketahui juga bahwa RSMM beberapa hari yang lalu membuat pengumuman yang menyatakan kekurangan APD dan membutuhkan bantuan masyarakat.

"Kami bersyukur dan berterimakasih atas kepedulian terhadap kami petugas kesehatan. Selama kami bisa melindungi diri sendiri, kami juga bisa melindungi pasien. Semoga Tuhan yang membalas kebaikan ibu-ibu semua. Terimakasih donasinya," ucapnya.

Mewakili TP-PKK Mimika Sekretaris TP-PKK Leentje AA Siwabessy berharap agar APD dan masker dapat digunakan dengan sebaik-baiknya untuk memutus mata rantai covid-19 dengan melayani pasien.

Perjalanan penyerahan bantuan yang dimulai dari pagi hingga siang hari ke 10 fasilitas kesehatan dan shelter, diketahui bahwa tim medis di Mimika memang sangat kekurangan APD.

Wakil Ketua I Nyonya Susi Rettob mengatakan di tengah pandemi Corona TP-PKK Mimika memberanikan diri turun ke lapangan demi rasa kemanusiaan dan solidaritas sebagai warga Mimika.

"Semua yang kita kunjungi dan kami sendiri TP-PKK merasa senang dan puas karena bantuan yang diberikan tepat dimana mereka mulai kehabisan APD. Kami juga ikut terharu karena tadi di shelter sampai ada yang menangis. Semoga bermanfaat," tuturnya.

Rencananya pada keesokaan hari, Selasa (21/4) TP-PKK Mimika akan kembali melanjutkan perjalanan serupa ke beberapa fasilitas kesehatan lainnya.

Mereka berharap walau tidak bisa memenuhi kebutuhan semua layanan fasilitas kesehatan, namun bantuan yang diberikan setidaknya dapat mengurangi kekhawatiran yang selama ini dialami oleh para medis dalam menangani pasien Covid-19 di Mimika. (Elfrida

Dua Pola Penularan Virus Corona Di Mimika

Jubir Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 di Mimika

MIMIKA, BM

Sejak 29 Maret hingga 19 April 2020, trend peningkatan kasus Covid-19, baik yang positif, PDP, OPD maupun OTG terus mengalami peningkatan.

Hingga Senin (19/4), di Mimika sudah ada 32 pasien Covid-19. Selain itu jumlah PDP, ODP dan OTG juga mengalami peningkatan. PDP 52, ODP 158 dan 259 OTG.

Tim Gugus Tugas Pemda Mimika menyimpulkan ada dua pola penularan yang menyebabkan jumlah kasus di Mimika terus meningkat.

Pertama, penularan Corona Virus terjadi karena transmisinya menular secara komunal atau melalui kumpulan banyak orang.

Ini dibuktikan dengan hasil penemuan kasus 12 pasien positif yang tergolong sebagai generasi pertama.

Bahkan dari 12 kasus awal ini merembes hingga mengakibatkan kasus-kasus baru yang dikenal sebagai generasi kedua penyebaran Covid-19.

Kedua, pola penularan terjadi di dalam rumah dan lingkungan terdekat karena adanya kontak erat beresiko tinggi.

Perlu diketahui, 7 kasus positif baru pada Senin kemarin adalah pasien positif 026 inisial VSL (wanit, 23) alamat perumahan Mutiara Regency Jalan Budi Utomo, 027 inisial AKD, (pria, 30) Jalan Samratulangi. Pasien 028 inisial PTL (wanita, 17) alamat Gorong-gorong, 029 inisial SMI (pria, 27) Gorong-gorong.

Selain itu pasien positif 030 (wanita, 52) alamat Jalan Hasanuddin. Pasien 031 (wanita, 24) alamat Gorong-gorong dan pasien positif 032 berinisial PBS (pria, 47) dan juga beralamat di Gorong-gorong.

7 kasus ini menular melalui kontak erat resiko tinggi dengan orang di dalam rumah. Kasus 026 melakukan kontak dengan kasus 005 yang sembuh. Kasus 027 adalah bagian kasus 006 yang sampai sekarang masih dirawat. Kasus 028 memiliki hubungan erat dengan 017 dan 018.

Demikian juga dengan kasus 031 dan 032. Kedua pasien positif ini memiliki kontak erat serumah dengan kasus 017 dan 018 yang merupakan cluster Surabaya.

Hal ini dijelaskan Juru Bicara Pencegahan Covid-19 di Mimika, Reynold Ubra melalui confrence tadi malam yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Pemda Mimika kepada para awak media.

Ubra bahkan memprediksikan bahwa penambahan kasus dari cluster Surabaya akan semakin bertambah seperti terjadi pada cluster Lembang, Jawa Barat.

Ia juga mengatakan bahkan kasus 030 juga memiliki hubungan erat resiko tinggi dengan kasus 007 yang telah almarhum serta pasien positif 021 yang hingga kini masih dirawat di rumah sakit.

“Dari 7 kasus ini juga memiliki tracing kontak erat dari 25 orang yang didapati di lapangan dan telah dilakukan tes cepat. Jadi secara tidak langsung kita sudah masuk ke kurva kedua. Kurva kedua ini trendnya dari generasi kedua sebanyak dua kasus. Ini hampir separuh dari kasus pertama yang komunal berjumlah 13 kasus ditambah kluster Jakarta 4 kasus dan 1 kasus dari kluster Makassar. Jadi total generasi pertama ada 15 kasus,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa bertambahnya kasus akibat karena kontak resiko tinggi dalam rumah sehingga mereka yang berstatus ODP, PDP dan OTG yang melakukan isolasi di rumah harus melakukan isolasasi secara ketat.

Mereka harus terus berada di dalam kamar, tidak boleh keluar, menggunakan masker, tidak boleh menyentuh peralatan dan perabotan rumah secara sembarang dan rutin mencuci tangan.

“Buktinya dari 7 kasus baru, 3 positif yakni pasien 028, 030 dan 032 berasal dari mereka yang sudah dinyatakan statusnya sebagai PDP. Kasus 31 berasal dari ODP. Kasus 026, 027 dan 029 ini OTG dan mereka ini tidak punya gejala tapi ketika diperiksa rapid tes dan hasil swab nyatakan mereka positif Covid-19,” ungkapnya.

Dengan demikian secara kumulatif, dari 54 pasien PDP yang dinyatakan positif sebesar 5,4 persen. Sementara ODP dan OTG masing-masing kumulatifnya 2 persen.

“Artinya apa? Ini memberikan gambaran bahwa yang berpeluang positif bukan hanya mereka dengan status PDP tapi mereka yang tidak punya gejala bahkan tidak memiliki peluang positif juga beresiko tinggi menularakan corona virus. Makanya isolasi harus dilakukan secara ketat,” jelasnya.

“Akibat tidak ketat, melakukan interaksi dengan orang lain dan virus itu menular ke mereka. Yang lain terinfeksi karena tidak tahu orang ini positif. Dengan kenyataan ini maka kita berharap mereka yang tanpa gejala sebaiknya tidak keluar kemana-mana,” harapnya.

Kasus Covid-29 di Mimika Terus Meningkat Karena Hasil Kontak Tracing

Penambahan kasus positif, PDP, ODP dan OTG di Mimika terus ditemukan. Hasilnya selalu terjadi peningkatan. Ini kenapa? Karena Tim Gugus Tugas berhasil menemukan awal mula penyebaran kasus hingga jaringan penularannya.

Misalnya pada 15 kasus positif generasi pertama berawal dari hasil tracing terhadap 4 pasien. Hasil tracing kemudian mendapatkan 11 kasus positif. Kontak tracing merupakan pencarian terhadap mereka atau yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif.

Guna memaksimalkan pemutusan dan penelusuran kasus per kasus maka dalam pekan ini Tim Gugus Tugas berencana melakukan beberapa pemetaan.

Diperkirakan dari hasil ini pula akan semakin menimbulkan peningkatan kasus positif, PDP, ODP maupun OTG.

Mulai hari ini, Senin (20/4) hingga Rabu (22/4) Tim Gugus Tugas akan melakukan tracing kontak dari 7 pasien positif kemarin.

“Kalau satu pasien rata-rata melakukan kontak dengan 30 orang, maka 7 orang ini taruhlah hasil tracingnya 300 orang. Kepada mereka semua kita akan lakukan tes cepat. Termasuk kasus-kasus sebelumnya yang pernah terlibat dalam ibadah bersama. Kami akan komunikasikan dengan tokoh gereja,” jelasnya.

“Kita harus lakukan ini karena baru seminggu saja peningkatan dari cluster Surabaya sangat tinggi. Empat pasien positif baru yakni 028, 029, 031 dan 032 adalah jaringannya. Kamipun akan melakukan testing juga kepada mereka yang sudah ditetapkan statusnya dalam 2 minggu terkahir untuk melihat perkembangan mereka,” ujar Reynold Ubra mengakhiri penjelasannya. (Ronald)

Dir RSUD : Pasien Yang Pingsan Tadi Sudah Pulang dan Tidak Ada Gejala Covid-19

Banyak warga terlihat berkimpul menyaksikan kejadian in

MIMIKA, BM

Direktur RSUD Mimika dr. Antonius Pasulu mengatakan lelaki paru baya yang pada sore tadi diantar ke RSUD akibat terjatuh pingsan di depan Koperasi Koramil Kota, sudah dibawa pulang oleh keluarganya ke rumah.

Dikonfirmasi terkait kondisinya, melalui telepon seluler oleh BeritaMimika, Sabtu (18/4) malam, dr Anton mengatakan ia kelelahan akibat terlalu memaksakan diri berolahraga.

“Menurut data riwayatnya dia melakukan joging tiba-tiba di jalan kelelahan sehingga jatuh. Tadi dokter jada IRD sarankan untuk observasi sampai betul-betul pulih tapi keluarga dan pasien merasa sudah sehat sehingga minta pulang. Kemudian dia juga tidak ada gejala Covid setelah diperiksa dan ditanyakan riwayat kontak dan perjalanan. Walau sudah pulang kami sarankan untuk tetap isolasi diri di rumah sesuai himbauan pemerintah,” jelasnya.

Perlu diketahui lelaki paruh baya yang akhirnya diketahui berinisial DM ini sempat membuat geger masyarakat Mimika.

Pasalnya dalam keadaan pendemi Covid-19 sedang melanda Mimika, warga dibuat panik dengan beredarnya foto serta videonya usai ditemukan terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Bahkan proses pertolongannya juga seperti penanganan pasien terinfeksi Virus Corona. Ini terlihat dengan hadirnya sejumlah petugas medis yang berpakaian APD lengkap untuk membawanya ke RSUD.

Direktur RSUD Mimika dr. Antonius Pasulu meminta warga Mimika agar belajar dari kejadian ini.

Menurutnya apa yang dilakukan DM menunjukan bahwa dia tidak menaati himbauan pemerintah daerah terkait Stay At Home dan Social Distancing.

“Kejadian ini menjadi pengalaman dan memperlihatkan bahwa memang masih banya warga Mimika yang tidak patuh terhadap anjuran pemerintah tentang himbauan berdiam di rumah,” ujarnya.

Ia mengatakan himbauan jelas tertera bahwa setelah pukul 14.00 Wit, warga sudah harus berada di rumah dan tidak diperbolehkan melakukan aktifitas di luar.

Akibat kejadian ini, secara tidak langsung membuat banyak orang berkumpul untuk menyaksikan kejadian tersebut sehingga membuat resiko timbulnya mata tantai penularan Virus Corona.

“Selain itu menambah beban bagi perawat karena kasihan mereka tadinya dipersiapkan untuk tangani pasien covid akhirnya menambah tugas tambahan yang tidak perlu akibat dari kelalaian tidak taat terhadap himbauan pemerintah,” ungkapnya.

Ia juga mengakui bahwa masih melihat adanya warga Mimika yang hingga kini masih berkeliaran di luar rumah.

Demi keselamatan pribadi, keluarga dan orang lain, ia secara khusus meminta semua orang untuk melakukan instruksi Stay At Home dan Social Distancing.

“Kemarin saya juga lihat masih ada yang balap-balap di jalan. Coba bayangkan kalau mereka alami kecelakaan, mereka datang ke rumah sakit dengan situasi transmisi lokal ini maka penanganan perawat terhadap dia juga harus memakai APD yang betul-betul siap. Saya berharap kita semua hindari yang seperti ini supaya petugas medis fokus mengobati pasien yang terindikasi Covid-19,” ujarnya berharap kepada warga Mimika. (Ronald

Top