Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Mimika Semakin Bertambah, Jumlahnya Kini Ada 45 Orang


Dokter dan perawat saat sedang melakukan pemeriksaan kepada salah satu ODGJ

MIMIKA, BM

Dinas Sosial Mimika kembali menghadirkan program pemeriksaan kesehatan kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dengan mendatangkan dokter spesialis dari Rumah Sakit Jiwa Abepura, yakni Dokter Psikiater, dr.Izak Samay bersama tim.

Pasalnya, ODGJ di Mimika terus bertambah, terbukti di Tahun 2021 lalu, Dinas Sosial mencatat ada 28 ODGJ, namun di 2022 ini sudah bertambah menjadi 45 orang dengan gejala ringan hingga sedang.

Kegiatan tersebut berlangsung di Panti Rehabilitasi KM 7, Kamis (16/6) dan dibuka secara resmi oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Hendritte Tandiono.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Hendritte Tandiono dalam sambutannya mengatakan, bahwa persoalan ODGJ di Mimika memang sulit diatasi karena tidak adanya tempat perawatan khusus.

Namun ia mengatakan tempat bukan menjadi persoalan utamanya, yang terpenting adalah perhatian keluarga.

"Keluarga memiliki peran penting dalam pengobatan ODGJ. Saya harap kegiatan ini dapat terus berlanjut. Karena kegiatan ini sangat penting karena sangat dibutuhkan mereka yang ODGJ,” tegasnya.

Ia berharap ke depan Dinsos bisa terus membuat program yang bertujuan merangkul ODGJ.

“Kita jangan biarkan mereka. Tapi kita harus peduli karena itu yang mereka butuhkan,” tuturnya.

Hendritte nengatakan, Dinas Sosial harus memberikan dan menciptakan kegiatan yang bermanfaat sesuai kebutuhan masyarakat seperti ODGJ.

Sementara, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Mimika, Paulus Saile mengatakan Untuk tahun ini ditargetkan sebanyak 32 ODGJ. Target kali ini meningkat dibandingkan dengan tahun lalu.

"Jadi kegiatan ini sudah kali kedua kita lakukan karena berdasarkan data ODGJ di Mimika kurang lebih ada 45 orang. Jumlah itu sudah termasuk dengan yang didata kemarin," kata Paulus.

Ia mengatakan, bahwa pihaknya  bekerjasama dengan Dinas Kesehatan sehingga nantinya ketika dokter dari Jayapura kembali maka bisa juga ditangani dengan tim medis lainnya.

"Kami juga berikan pelatihan kepada tim relawan agar bisa membantu proses penyembuhan bagi ODGJ,” ungkapnya. (Shanty)

Top