Sambut Pemekaran, RSUD Mimika Bakal Dikembangkan

Direktur RSUD Mimika, dr Anton Pasulu

MIMIKA, BM

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mimika, tengah mempersiapkan diri menjadi Rumah Sakit tipe B.

Peningkatan status ini membuat Rumah Sakit membutuhkan kajian Amdal, penambahan infrastruktur bangunan dan lain sebagainya.

Saat ini RSUD Mimika merupakan rumah sakit tipe C plus karena merupakan rujukan untuk wilayah Mee Pago dan Asmat.

"Kedepan kita akan naik tipe dari tipe C ke tipe B dan tentunya ada penambahan pelayanan yang diikuti dengan penambahan infrastruktur bangunan," kata Direktur RSUD Mimika, dr Antonius Pasulu saat ditemui di Hotel Horison Ultima Timika.

dr Anton mengatakan, saat ini pihaknya sudah membuat master plan untuk pengembangannya. Ada beberapa tahapan yang diperlukan, salah satu tahapannya adalah pembuatan dokumen analisis dampak lingkungan atau Amdal.

Persyaratan menjadi rumah sakit tipe B harus memiliki tempat tidur minimal 200 dan saat ini sudah ada 197 tempat tidur.

"Saat ini kita ada pembangunan di lantai 2 IRD yakni kamar VVIP dengan kapasitas 3 bed sehingga jika sudah beroperasi maka bisa berjalan 200 bed. Jadi kita bisa mengusulkan dinaikkan tipenya menjadi tipe B,” jelasnya.

Selain itu, dalam pembangunam gedung IRD akan disiapkan juga dengan tempat Helipad. Yang mana helipad ini disiapkan mengingat banyak rujukan dari wilayah pegunungan.

Dengan adanya helipad, aksesnya bisa langsung ke rumah sakit tanpa melalui bandara sehingga respon timenya cepat guna penanganan pasien.

"Untuk pengembangan ini sebenarnya sudah mulai sejak tahun 2021, itu ada di gedung D yakni gedung IRD. Jadi ini sudah bertahap mulai dari lantai 2 IRD," tuturnya.

Sedangkan untuk sumber anggaran ini, pihak RSUD sebenarnya hanya merencanakan dan membuat program juga perencanaan. Jadi, untuk anggaran diharapkan mendapat support dari pusat, provinsi maupun kabupaten.

"Saya berusaha memperjuangkan agar mungkin gedung D ini dulu yang bisa fix bangunannya sehingga kegiatan di emergency bisa berjalan. Konsep emergency nantinya jadi 1 kawasan yang terintegrasi," ujarnya.

Ruangan emergency akan dibuat jadi kawasan yang terintegrasi karena didalamnya selain sebagai layanan darurat ada juga layanan kamar bersalin, NICU, kamar operasi emergency, ICU dan kamar operasi.

"Dan di belakang juga ada pemeriksaan laboratorium dan radiologi, sehingga masyarakat atau pasien yang membutuhkan layanan emergency itu tidak terlalu jauh tapi bisa mengakses layanannya,” jelasnya. (Shanty)

Top