Gandeng Dinkes dan Pelkesi, Program Kampung Sehat YPMAK Akan Menyasar 19 Kampung di Mimika

Pertemuan antara YPMAK, Dinas Kesehatan dan Pelkesi dilakukan di Gedung MPCC, Rabu (26/1)
MIMIKA, BM
Yayasan Pengembangan Masayarakat Amungme Kamoro (YPMAK) menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika dan Persekutuan Pelayanan Kesehatan Kristen di Indonesia (Pelkesi) untuk menjalankan program kampung sehat.
Program Kampung Sehat ini akan menyasar 19 kampung di enam distrik, yakni Distrik Mimika Barat Jauh di Kampung Sumapro, Waituku, Bulumen, Aindua, dan Ararau.
Distirk Mimika Tengah di Kampung Keakwa, Aikawapuka dan Mioko. Distik Mimika Barat di Kampung Aparuka dan Kapiraya serta Distrik Agimuga di kampung yakni Amungun dan Emkomahalama.
Sementara Distrik Mimika Timur Jauh hanya di satu kampung yaitu Ohotya. Dan terakhir Distrik Tembagapura di Opitawak, Miniponogama, Jongkogama, Dolingogin, Beloilawak dan Kampung Jagamin.
Guna mempercepat dan mensukseskan program kampung sehat ini YPMAK melakukan audiensi pengutan program kampung sehat terintegrasi dengan layanan klinik bergerak bersama Dinas Kesehatan yang berlangsung di Gedung MPCC, Rabu (26/1).
Kepala Dinkes Mimika, Reynold Ubra menilai program kampung sehat ini sangat baik karena berbasis masyarakat. Ini sumber daya kesehatan masyarakat dan sumber daya yang harus diterapkan.
Ia menilai jika program ini berhasil, maka Puskesmas dan Rumah Sakit pun ikut berhasil karena kunjungan pasien dengan gejala serius akan berkurang.
"Karena dalam program kampung sehat, jika temukan penyakit harus obati sampai sembuh, minum obat sampai tuntas,” tutupnya.
Sementara Wakil Direktur YPMAK, Nur Ifa Karupukaro usai kegiatan mengatakan, Ini program yang dibuat oleh YPMAK guna melayani masyarakat di pesisir maupun di pegunungan yang berkolaborasi dengan pemerintah terkait dengan pelayanan kesehatan masyarakat terutama masyarakat 7 suku.
"Untuk mekanisme pelaksanaan program kampung sehat nanti akan berkolaborasi bersama pemerintah terkait dengan pelayanan kesehatan yang ada di kampung-kampung," tutur Ifa.
Sedangkan untuk tenaga kesehatannya, akan direkrut oleh Pelkesi sebagai pelaksana program. Mereka akan merekrut tenaga pelayanan yang memang khusus tenaga medis.
"Tenaganya ada yang mobile dan ada yang menetap karena ada integrasi dengan klinik bergerak. Ada 19 kampung yang sasarannya berdasarkan hasil survey rapid yang dilakukan oleh devisi kesehatan dari YPMAK pada bulan Juni dimana kita sudah melakukan survey dari Potowayburu sampai Nakai," ujarnya.
Dari survey tersebut, pihak YPMAK melihat kampung mana saja yang jauh dari layanan kesehatan. Berdasarkan survey tersebut, YPMAK kemudian koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan guna menghindari tumpang tindihnya program kesehatan.
"Kita mencoba untuk sama-sama mengambil pelayanan kesehatan itu untuk bisa dilakukan di masyarakat. Kita kerjasama juga dengan Pelkesi untuk menetapkan titik-titik mana yang harus dilayani oleh program dari YPMAK ini. Kami YPMAK ini melakukan program yang memang betul-betul mendukung program pemerintah," tutupnya.
Ketua Pelkesi, dr. Leonard Pardede mengatakan, Peran pelkesi untuk pengadaan orang-orang untuk kerja di kampung sehat sekaligus memonitor dan bertanggungjawab terhadap keberhasilan ini.
"Jadi Pelkesi perannya di situ. Nanti kolaborasi dengan pemerintah tentunya. Kami berharap program ini dapat berhasil. Jaminannya yah saya sebagai Ketua Pelkesi nantinya akan turun ke daerah-daerah untuk melihat pekerjaan teman-teman di kampung sehat bagaimana," jelasnya.
Menurutnya hal tersebut menjadi tanggungjawab Pelkesi namun brandingnya merupakan kemitraan PTFI bersama YPMAK.
Leo mengatakan, sebelum beroperasi nanti pihaknya terlebih dahulu melakukan worshop sehingga ada perbedaan juknis antara puskesmas dan kampung sehat sehingga tidak terjadi tumpang tindih program kerja.
"Goalnya sesuai dengan YPMAK punya goal juga sehingga sesuai untuk biro kesehatan, kesehatan ibu dan anak, penurunan stunting, STBM, dalam hal BPJS Kesehatan dan lainnya. Kami harap supaya program ini tercapai," ungkapnya. (Shanty)






















