Reynold Ubra Sentil Kemungkinan Omicron di Timika

Reynold Ubra, Kepala Dinas Kesehatan Mimika

MIMIKA, BM

Pertengahan Januari 2022 kasus covid-19 kembali ditemukan di Mimika. Kasus ini kembali memapar 9 orang. Dari jumlah ini, 2 diantaranya sedang menjalani isolasi di Rumah Sakit Tembagapura dan RSUD Mimika.

Untuk memastikan apakah 2 pasien tersebut terpapar omicron atau tidak, Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika mengirim 2 spesimen ke Jayapura untuk pemeriksaan di Balitbangkes.

"Soal varian omicron itu RSUD sudah kirim sampel tinggal tunggu hasilnya saja. Tetapi intinya apakah omicron atau bukan yang jelas kita polanya sama. Kalau Jakarta meningkat maka daerah-daerah pun ikut meningkat," tutur Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, Reynold Ubra saat ditemui di Gedung MPCC, Rabu (26/1).

Menurut Reynold, selama 2 tahun pandemi ini menjadi pembelajaran untuk Mimika agar tetap waspada. Namun, ia mengimbau agar masyarakat tidak usah panik.

"Memang kasus covid ditemukan lagi 9  kasus  dan dari 9 pasien itu 1 dirawat di RS Tembagapura dan 1 di RSUD. Dan semua itu rata-rata yang punya riwayat perjalanan," Kata Reynold.

Reynold mengaku, bahwa walau sudah di vaksin siapa saja bisa terpapar omicronini namun gejalanya lebih ringan.

Ia mencontohkan, sama halnya dengan anak yang terkena cacar atau campak! Walau sudah diimunisasi namun mereka bisa juga terkena.

"Kita bersyukur karena ketersediaan tempat tidur di RSUD masih kosong dan semoga tidak naik. Artinya dengan pernah orang terpapar ditambah dengan kekebalan buatan melalui vaksinasi itu bisa memberikan perlindungan. Intinya jangan sampai ada kematian," kata Reynold.

Reynold berharap penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi terus dilakukan. Vaksin adalah solusi untuk bagaimana bisa mengendalikan tingkat penyebaran, tingkat keparahan dari paparan covid.

"Terkait pemberlakuan pembatasan dengan adanya penemuan kasus, kami Pemda Mimika tetap akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat," ungkapnya. (Shanty)

Top