Kasus Malaria di Mimika Tahun 2021 Terkonfirmasi 18.919 kasus

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Malaria masih menjadi salah satu penyakit tertinggi yang diderita masyarakat Kabupaten Mimika.

Menyikapi keadaan ini, berbagai stakeholder bersama pemerintah daerah melakukan jemput bola ke lapangan guna memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, mengakui bahwa jumlah kasus malaria di wilayah itu mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir ini.

Berdasarkan data kesehatan, kasus malaria konfirmasi minggu 40 sampai minggu 51 dilaporkan banyak terjadi di Mimika sepanjang 2021 berjumlah 18.919 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra saat ditemui, Kamis (6/1) mengatakan, jika melihat grafik trend kejadian malaria di Provinsi Papua dari minggu 40 sampai minggu 51 mengalami fluktuatif.

Artinya, dari minggu ke minggu selalu terjadi kenaikan dan penurunan kasus namun memasuki minggu ke 41, kasus malari mengalami peningkatan.

"Saya pikir kalau melihat data-data ini kasus malaria di Kuala Kencana dan di wilayah gunung itu masih ada di 1 per 1000 penduduk. Tapi secara keseluruhan data yang saya terima dari minggu pertama sampai minggu ke 51 tahun 2021 jumlah kasus malaria itu 18.919," tutur Reynold.

Meski berdasarkan data banyak terjadi kasus malaria di Mimika, namun Reynold Ubra menyakini bahwa kasus malaria di Mimika perlahan sudah mengalami penurunan.

Reynold menjelaskan, Pemda Mimika telah menetapkan tahun 2026 sebagai tahun eliminasi malaria yang dituangkan dalam rencana strategis program pengendalian malaria.

"Sehingga upaya pengendalian penyakit malaria di Mimika akan terus ditingkatkan mengingat jika tidak ditekan maka bisa memuncak lagi pada waktu-waktu mendatang," ujarnya.

Tidak hanya kasus malaria, jika dilihat berdasarkan Sistem kewaspadaan dini dan Respon (SKDR) untuk Kabupaten Mimika kinerja kelengkapan dan ketepatannya sudah mencapai target laporan yaitu 80 persen dan belum semua mengirimkan datanya.

Adapun data SKDR untuk kasus gigitan hewan Penular Rabies atau di kenal dengan istilah GHPR, minggu 40 sampai 51 dilaporkan banyak terjadi di Kabupaten Mimika dengan jumlah 11 kasus dan paling sedikit di Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Boven Digoel yakni 1 kasus.

Sedangkan, kasus Suspek Dengue minggu 40 sampai minggu 51 dilaporkan terbanyak terjadi di Kabupaten Mimika dengan jumlah 7 kasus dan paling sedikit di Kabupaten Asmat sebanyak 2 kasus.

Sementara, kasus Diare konfirmasi minggu 40 sampai minggu 51 dilaporkan banyak terjadi di Kabupaten Mimika dengan jumlah 2.607 kasus dan paling sedikit di Kabupaten Intan Jaya sebanyak 8 kasus.

Lainnya, kasus Pnemonia konfirmasi minggu 40 sampai minggu 51 dilaporkan banyak terjadi di Kabupaten Mimika dengan jumlah 528 kasus dan paling sedikit di Kabupaten Sarmi sebanyak 1 kasus.

Dan Kasus ILI konfirmasi minggu 40 sampai minggu 51 dilaporkan banyak terjadi di Kabupaten Mimika dengan jumlah 10.170 kasus dan paling sedikit di Kabupaten Tolikara sebanyak 15 kasus.

"Jika melihat grafik trend Kejadian dari semua kasus sesuai data SKDR Provinsi Papua dari minggu 40 sampai minggu 51 mengalami fluktuatif artinya dari minggu ke minggu terjadi naik turun temuan kasus," ungkapnya. (Shanty)

Top