Hukum & Kriminal

Seorang Security di Kantor Mitra Siaga Ditemukan Mininggal Dalam Kamarnya

Korban saat berada dalam kamar jenazah RSUD Mimika

MIMIKA, BM

Seorang pria yang kesehariannya berprofesi sebagai security di Kantor Mitra Siaga berinisial BS (62) ditemukan meninggal dunia di kamar messnya di jalan Ahmad Yani tepatnya dekat Klinik AU, Selasa (29/11/2022) kemarin.

BS yang diketahui meninggal dalam kamarnya sekitar pukul 05.30 wit adalah seorang pensiunan TNI. Korban diduga meninggal karena sakit, pasalnya didalam kamar messnya ditemukan sejumlah obat-obatan.

Kasat Reskrim Polres Mimika Iptu Sugarda Aditya B. Trenggoro dikonfirmasi BeritaMimika membenarkan hal tersebut.

"Korban pertama kali ditemukan rekannya sesama security di kamar usai melaksanakan sholat subuh, yang selanjutnya dilaporkan ke Sentra Pelayanan Polres Mimika guna proses lanjut,"ungkapnya.

Menurutnya Tim Inafis Satreskrim Polres Mimika langsung merespon ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP. Dan dari hasil olah TKP tidak ada tanda-tanda kekerasan pada korban.

Disampaikan Kasat bahwa dari keterangan saksi, sebelumnya sedang bersama korban masih melaksanakan sholat magrib. Kemudian korban juga masih melakukan aktifitas masak ikan di mess dan sempat melaksanakan sholat isha bersama.

Selanjutnya saksi masuk ke kamar dan sempat menengok karena melihat lampu kamar korban padam.

Usai melaksanakan sholat subuh, saksi kemudian mengetok pintu kamar korban namun tidak ada suara, setelah itu saksi menyampaikan kepada teman-temanya dan berusaha mengetok pintu kamar.

Mereka kemudian mendobrak pintu kamar korban, setelah pintu kamar terbuka didapati korban dengan posisi tertidur terlentang, dalam keadaan dingin dan sudah kaku.

Setelah dievakuasi ke RSUD Mimika, jenazah rencananya akan di berangkatkan oleh kekuarga ke kampung halaman Serang Banten. (Ignasius Istanto)

Aparat Gabungan Tertibkan Pendulang Liar di Area Mandalika

Terlihat aparat gabungan saat menuju area Mandalika Mile 72 untuk menertibkan para pendulang liar

MIMIKA, BM

Aparat gabungan yang terdiri dari Satgas Amole, Polsek Tembagapura, Koramil Tembagapura dan SRM kembali menertibkan pendulang liar di area Mandalika Mile 72 Distrik Tembagapura, Rabu (30/11/2022).

Penertiban di area tersebut dipimpin langsung oleh Dansatgas Amole,AKBP Murjatmo Edi dan Kapolsek Tembagapura, AKP Ahmad Dahlan.

Kapolsek Tembagapura, AKP Ahmad Dahlan saat dikonfirmasi membenarkan adanya penertiban pendulang liar yang masih melakukan aktifitas dulang.

"Karena areal yang ada disana akan dilakukan normalisasi kali oleh pihak PT. Freeport Indonesia, sehingga disana tidak boleh ada lagi pendulang liar atau non karyawan yang melakukan pendulangan," jelasnya.

Dari penertiban tersebut, Kapolsek mengatakan bahwa para pendulang liar atau non karyawan sudah bekerjasama dengan baik dan menerima apa yang sudah disampaikan pada kegiatan sosialisasi beberapa minggu lalu.

"Saya berharap untuk para pendulang liar atau non karyawan di area Mandalika tidak ada lagi kegiatan pendulangan disana,"ungkap Dahlan.

Diketahui dari hasil penertiban, sebanyak 49 pendulang liar berhasil dipulangkan dari area tersebut, diantaranya 29 orang dipulangkan ke Timika dan 20 orang lainnya dipulangkan ke Banti. (Ignasius Istanto)

Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur, Seoran ASN Pemda Mimika Dipolisikan

Ilustrasi : Foto Google

MIMIKA, BM

Seorang oknum ASN dilingkup Pemerintahan Pemda Mimika yang diketahui berinisial JT dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan melakukan tindakan pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Atas dugaan kasus ini pihak kepolisian Mimika dalam hal ini Satreskrim Polres Mimika masih melakukan penyelidikan. Hal ini dilakukan setelah korban melaporkan ke pihak berwajib.

"Laporannya sudah masuk dan untuk saat ini penyidik masih melakukan penyelidikan,"kata Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Sugarda B. Ternggolo, Senin (28/11/2022).

Walaupun tidak disampaikan secara detail, kata Sugarda, korban sudah dilakukan pemeriksaan dan sambil menunggu hasil visum.

"Maaf saya belum bisa sampaikan secara detail karena masih didalami," ujarnya.

Untuk diketahui dugaan kasus ini terjadi sejak tahun 2019 dan baru dilaporkan oleh korban, karena sebelumnya korban tidak berani melapor karena mendapat ancaman dari oknum tersebut.(Ignasius Istanto)

Top