Polisi : Pelemparan Bom Molotov di Timika Bukan Aksi Teroris

Terlihat salah satu anggota Satreskrim Polres sedang melakukan olah TKP terhadap mobil yang jadi sasaran pelemparan oleh orang yang tak dikenal

MIMIKA, BM

Di Timika, tepatnya di Gang Anofeles Kelurahan Timika Indah pada Rabu (24/11) malam, telah terjadi ledakan yang diakibatkan oleh lemparan bom molotov terhadap sebuah mobil yang diparkir di rumah pemilik kendaraan tersebut.

Sejumlah pihak menyayangkan aksi tersebut karena sebelumnya di Timika hampir tidak pernah ada kejadian seperti ini sehingga ada yang sesumbar termasuk media mengatakan ini merupakan aksi yang dilakukan oleh teroris.

Kronologis kejadian yang dirangkum BeritaMimika, diketahui bahwa lemparan tersebut dilakukan terhadap mobil Toyota Kalya wana putiih dengan nomor polisi DD 1780 YU.

Dalam posisi terparkir, lemparan ini mengakibatkan kaca depan mobil mengalami retak.

"Saat dia lempar ke arah mobil, saya melihatnya karena lagi berada di lantai dua. Saya langsung teriak dan dia kabur," ungkap pemilik mobil bernama Joko Marianto.

Mengenai kejadian ini, dirinya mengaku tidak mempunyai masalah dengan siapapun sehingga langsung membuat laporan polisi.

"Walaupun mobil tidak mengalami kebakaran karena langsung disiram dengan air, namun warga disekitar lokasi ini panik," ujar Joko. (Ignas)

Hasil Olah TKP

Menindaklanjuti kejadian ini, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika pada Kamis (25/11) kemarin melakukan olah TKP untuk mengumpulkan sejumlah barang bukti.

Sejumlah barang bukti yang ditemukan polisi diantaranya sebuah gelas kopi yang sudah pecah yang diduga dipakai pelaku sebagai wadah molotov.

Selain itu terdapat juga sekumpulan masker yang sudah terbakar, dimana dalam masker terdapat kumpulan nasi yang menempel serta batu kali berdiameter 5cm yang diduga dipakai pelaku untuk melempar kaca mobil.

"Alat bukti tersebut dapat dikatakan bom molotov karena berisi cairan yang mudah terbakar. Dilihat dari alat bukti, maka tidak bisa dikatakan sebagai aksi teror dan pelaku ini juga bukanlah kelompok yang
diidentifikasi sebagai teroris," kata Kasatreskrim Polres Mimika, Iptu Berthu Haridika Eka Anwar.

Usai olah TKP polisi akan terus menindaklanjuti kasus ini namun sekali lagi ditegaskan bahwa ini bukanlah aksi teroris.

Masyarakat diminta jangan terlalu terpengaruh dengan persepsi yang menyebutkan kejadian tersebut bagian dari aksi teror sehingga memungkinkan telah adanya kelompok teroris di Timika. (Ignas)

Top