Ekonomi dan Pembangunan

Disperindag Bantah Isu Rencana Penutupan Pasar Sentral Selama 3 Hari

Suasana di Pasar Sentral Mimika

MIMIKA, BM

Isu rencana penutupan Pasar Sentral yang akan berlangsung selama tiga hari kedepan mulai Jumat-Minggu (10-12/4) yang kini beredar di masyarakat dibantah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika selaku dinas teknis.

Kepala Disperindag, Bernadinus Songbes saat dihubungi BeritaMimika.com, Rabu (9/4) malam membantah isu tersebut.

Songbes menegaskan pihaknya tidak pernah mengumumkan kepada pedagang ataupun kepada masyarakat bahwa akan menutup total aktivitas Pasar Sentral selama 3 hari.

“Kami tidak pernah menyampaikan soal penutupan itu. Tapi kalau misalnya ini benar seharusnya kami sebagai dinas teknis mengetahuinya, tapi memang kalau dari kami langsung kami tidak ada rencana itu,” tutur Songbes.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Disperindag, Inosensius Yoga Pribadi yang juga membantah isu tersebut.

Yoga mengatakan, bahwa Disperindag tidak pernah membicarakan hal tersebut dan bahkan dirinya pun juga kaget ketika mendapat informasi ini.

“Saya juga kaget kok ada informasi ini, karena kami tidak pernah menginformasikannya. Mungkin masyarakat merujuk pada edaran yang dibagikan di sosial media itu yang katanya menghentikan aktivitas selama 3 hari tanggal 10-12 April,” kata Yoga.

Namun, tambah Yoga, pihak Disperindag tidak pernah mengeluarkan instruksi tersebut dan kalaupun benar maka harus ada pemberitahuan atau pertemuan bersama pimpinan daerah guna membahasnya.

"Kami tegaskan bahwa isu yang marak beredar bahwa pasar sentral akan ditutup selama tiga itu tidak benar. Kami tidak berikan istruksi apapun kepada pedagang bahkan masyarakat," tutup Yoga.

Sementara itu kepada BeritaMimika, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika, Marthen Paiding melalui pesan pendeknya mengatakan belum ada perintah dari bupati maupun wakil bupati terkait larangan dimaksud.

“Belum ada perintah dan Pemerintah Daerah Mimika tidak keluarkan himbauan itu,” balasnya melalui whatssap. (Shanty)

Dinas Koperasi Mimika Ajak Masyarakat Gunakan Masker Buatan Lokal

UKM Mimika mulai memproduksi masker secara mandiri

MIMIKA,BM

Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop & UKM) mengajak masyarakat Mimika agar dapat menggunakan masker buatan UKM lokal Timika.

Himbauan yang merupakan ‘Gerakan Bersama’ ini bertujuan agar pelaku Usaha Mikro Kecil dan masyarakat yang terdampak covid-19 dapat memproduksi dan menggunakan masker buatan lokal Timika dengan harga terjangkau yakni Rp20 ribu per masker.

"Gunakan masker buatan Timika Gotong Royong untuk kemanusiaan guna menekan penyebaran wabah covid-19," ajak Kepala Diskop & UKM Mimika, Ida Wahyuni saat dihubungi BeritaMimika, Rabu (8/4).

Menurutnya, langkah ini diprakarsai instansinya guna menjawab banyaknya keluhan masyarakat terhadap kelangkaan masker di Mimika.

Kalaupun ada yang menjual, mereka menjualnya dengan harga yang fantastis sehingga sangat menyulitkan warga untuk mendapatkannya.

“Kami berinisiatif untuk mengajak pelaku UKM agar menggerakkan usahanya dengan membuat masker kain sehingga mereka tetap survive dan dapat memperoleh pemasukan walau tidak banyak dalam keadaan ini, karena harganya pun terjangkau,” ujarnya.

Katanya, program ini juga bertujuan untuk mengajak dan mengedukasi masyarakat agar tetap menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Selain itu dengan semakin banyak masyarakat menggunakan masker kain, supplay masker medis akan lebih mudah didapatkan oleh mereka yang lebih membutuhkan terutama tenaga medis, pasien ODP, PDP dan positif covod-19.

“Musibah corona bukan alasan untuk berdiam dan tidak berdaya. Kita bisa membuatnya dari rumah. Masker yang terbuat dari kain ini telah diteliti cukup untuk meminimalisasi kontak langsung dengan debu, virus dan droplet di luar rumah jika memang tidak dapat melakukan work from home (WFH) dan harus berinteraksi dengan banyak orang," jelasnya. (Shanty)

Amandus Gwijangge, Sosialisasi Covid-19 Sambil Bagi Sembako Untuk Masyarakat

Amandus Gwijangge saat memberikan sembako kepada seorang warga

MIMIKA,BM

Disaat seperti ini, kehadiran dan uluran tangan anggota DPRD untuk masyarakat Mimika, sangat dirindukan. Warga ingin melihat sejauh mana 35 anggota DPRD Mimika dapat berbuat lebih membantu mereka melewati badai ini, terutama di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

Beberapa anggota DPRD Mimika telah menunjukan kepedulian mereka kepada masyarakat diantaranya membagikan masker dan hand sanitzer termasuk bahan makanan secara cuma-cuma.

Hari ini, salah satu anggota DPRD Mimika dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Amandus Gwijangge menunjukan perhatiannya kepada masyarakat di Distrik Mapurujaya, yang merupakan dapilnya.

Amandus didampingi beberapa kerabatnya mendatangi langsung masyarakat sambil membagikan sembako dan masker. Bukan hanya itu, ia juga melakukan sosialisasi tentang pencegahan Covid-19 kepada masyarakat.

Amandus Gwijangge yang merupakan mantan wartawan Timika eXpress, saat dihubungi BeritaMimika, Senin (6/4) siang mengatakan, pandemi covid-19 membawah imbas besar kepada masyarakat. Terlebih, bagi masyarakat yang hanya mengandalkan penghasilan sehari-hari.

"Melihat kondisi itu saya merasa terpanggil untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak akibat wabah virus corona itu dengan bagi sembako, masker dan beri sosialisasi tentang pencegahan covid-19,"tutur Amandus.

Diakuinya dengan tetap berdiam diri di rumah membuat sebagian warta kesulitan mendapatkan penghasilan. Namun instruksi pemerintah daerah harus mereka taati demi memutuskan mata rantai penyebaran virus ini.

"Kami harap dapat membantu dan meringankan kesulitan yang mereka alami saat ini,” ujarnya.

Dalam sosialisasi yang diberikan, Amandus mengajak masyarakat untuk tetap di rumah, kurangi kegiatan di luar rumah, menghindari kerumunan warga, tidak berjabat tangan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta rutin mencuci tangan.

"Saya mengajak kepada seluruh masyarakat agar tetap mematuhi instruksi pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar tetap di rumah karena ini demi kebaikan kita semua. Tetap berdoa dan percaya bahwa Tuhan pasti akan memusnahkan virus ini,"ungkapnya. (Shanty

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top