Budaya

Dispora Mimika Gelar Pembinaan Bagi Pelaku Seni Di Mimika

Para peserta saat mendengarkan penyampaian materi oleh pemateri kegiatan

MIMIKA, BM

Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Mimika menggelar Kegiatan Pembinaan Kesenian Yang Masyarakat Pelakunya Dalam Daerah Kabupaten atau Kota dengan memilih sub temanya kegiatan peningkatan kapasitas tata kelola lembaga kesenian tradisional.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari sejak Rabu (1/9) hingga Jumat (3/9) di Hotel Grand Tembaga dan diikuti oleh 50 sanggar serta dibuka oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Yulianus Sasarari.

Kegiatan ini bertujuan untuk membina ketua kelompok sanggar tentang manajemen dan pemasaran hasil seni rupa, ukir, musik, tari sanggar masyarakat, sekolah dan sanggar nusantara.

Selain itu juga untuk memberikan kesempatan bagi sanggar masyarakat untuk dibina ditingkat daerah sebagai usaha meningkatan mutu dan kreativitas yang dimilikinya, mengetahui peta perkembangan sanggar masyarakat dalam bina seni sekaligus sebagai bahan evaluasi untuk penyusunan kebijakan lebih lanjut.

Dan, untuk meningkatkan nilai-nilai kekayaan budaya lokal daerah dan meningkatkan manajemen serta pemasaran hasil seni sanggar demi kemajuan kebudayaan.

“Seni budaya menduduki poin penting yang mendasar dalam pembangunan suatu daerah karena memiliki peran sebagai pembangunan karakter untuk terus mendidik dan mengajarkan tentang kearifan lokal pada generasi dengan dasar kesenangan dan kebutuhan untuk memahami seni budaya sebagai identitas pada daerahnya,” tutur Asisten I Setda Mimika Yulianus Sasarari.

Lanjutnya, semakin banyak generasi muda yang mencintai dan memahami seni budaya leluhurnya sendiri maka tidak akan mudah terkontaminasi oleh budaya luar.

“Jika seni budaya dikembangkan dan diberi ruang lebih dalam kehidupan berbangsa dan bernegara maka juga dapat meningkatkan perekonomian suatu daerah,” imbuhnya

Dikatakan salah satu potensi pariwisata yang ada di Mimika adalah seni ukir, anyam dan beragam jenis kesenian yang masih aktif dan berkarya melalui sanggar-sanggar maupun kelompok seni yang mana diantaranya merupakan binaan dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Mimika.

“Kegiatan peningkatan kapasitas tata kelola lembaga kesenian tradisional yang dilaksanakan hari ini merupakan salah satu kegiatan strategis mengingat Mimika memiliki kekayaan budaya bernilai kearifan lokal yang luhur serta memiliki ekspresi kebudayaan yang autentik dan beberapa lainnya yang merupakan hasil akulturasi,” ungkapnya.

Menururnya kegiatan ini merupakan wujud nyata bagaimana pemerintah daerah melibat aktifkan kelompok sanggar di Mimika dalam uapaya mempertahankan dan mempromosikan budaya daerah dengan melibatkan masyarakat asli Mimika agar memanfaatkan kesempatan yang ada.

“Saya harap para pelaku seni di Mimika selalu berinovasi dan beradaptasi mengelola sanggar-sanggar yang ada dan kelompok terlibat secara langsung maupun tidak langsung demi suksesnya kegiatan ini,” tutupnya (Elfrida)

Selamat! Richard Wakum Terpilih Sebagai Ketua Kerukunan BINFORA Mimika

Pemungutan suara dilakukan secara langsung oleh 26 dari 29 perwakilan Bar, kampung dan Keret di Mimika

MIMIKA, BM

Richard Wakum, Kepala Distrik Wania terpilih sebagai Ketua Kerukunan Biak Numfor Raja Ampat (BINFORA) Periode 2021-2026 pada pemilihan yang dilakukan Sabtu (29/8).

Musdat yang dilakukan di sekretariat Jalan Jeruk Sp2 Kelurahan Wanagon ini diikuti oleh 26 dari 29 kepala Bar, kampung dan Keret yang ada di Mimika.

Pemilihan ini awalnya diikuti oleh 8 orang namun saat pemilihan, 5 mengundurkan diri sehingga hanya menyisahkan 3 orang untuk dipilih secara langsung.

Wakum kemudian terpilih secara demokrasi dengan mendapatkan 13 suara dari 26 anggota kerukunan BINFORA Mimika.

Kepada BeritaMimika di Hasanuddin, Minggu (29/8) Wakum mengatakan ia siap menerima tanggungjawab yang telah dipercayakan.

"Kami siap melaksanakan amanah yang telah diberikan oleh seluruh masyarakat BINFORA di Mimika dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggungjawab," ungkapnya.

Di masa kepemimpinannya, ada 4 agenda yang akan ia lakukan yakni merangkul seluruh masyarakat BINFORA, bermitra bersama pemerintah daerah untuk membangun Mimika, memiliki sekretariat sendiri dan melakukan pendataan warga melalui 29 kepala Bar, kampung dan Keret yang ada di Mimika.

"Ini merupakan 4 hal yang menjadi visi dan misi saya untuk membangun kerukunan ini dan saya akan berkomitmen untuk ini," ujarnya.

Kadistrik Wania mengatakan, setelah pemilihan tersebut, selama satu bulan ke depan akan dilakukan segala persiapan untuk pelantikan badan pengurus.

"Setelah selesai pemilihan ketua, dilakukan juga pemilihan sekretaris kerukunan. Semua usulkan lagi dan yang terpilih adalah Yapet Manggara. Jadi setelah pelantikan kami akan mulai dengan melakukan pendataan warga kerukunan supaya kita punya data pasti berapa jumlah warga BINFORA di Mimika," terangnya. (Ronald)

Momen Tahun Baru Islam, PLN Timika Serahkan Bantuan Sarana dan Prasarana Rumah Ibadah

Foto bersama pengurus masjid dan manger bagian keuangan PLN UP3 Timika saat penyerahan bantuan

MIMIKA, BM

PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Timika menyerahkan bantuan prasarana untuk digunakan merehab Masjid Nurul Jannah.

Bantuan ini merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli.

Penyerahan diserahkan oleh Manager Bagian Keuangan, SDM & Administrasi UP3 Timika, Ancas Andhika F kepada Imam Masjid selaku pembina DKM Masjid Nurul Jannah Bachmid Letsoin, Selasa (10/8).

Bantuan ini akan digunakan untuk perbaikan prasarana diantaranya penambahan fasilitas wudhu, perbaikan saluran air, perbaikan toilet dan sebagian atap masjid yang sudah tidak layak.

Ancas Andhika F, Manager PLN UP3 Timika, Manager Bagian Keuangan, SDM & Administrasi UP3 Timika dalam sambutannya mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap stakeholders untuk pembangunan berkelanjutan.

"Dengan momen Tahun Baru Islam 1 Muharam 1443 H yang dilaksanakan hari ini kita berharap untuk semangat dalam Hijrah dan tetap optimis dalam segala hal. Bantuan kami berikan pas di momen ini," tuturnya.

Ancas menambahkan, program TJSL PLN Peduli merupakan program berkelanjutan dan sudah dilakukan setiap tahun di seluruh wilayah kerja PLN Unit Induk wilayah Papua dan Papua barat.

Program TJSL sebagai komitmen PLN untuk menyelaraskan tiga apsek dalam penyediaan listrik yakni, ekonomi, sosial dan lingkungan.

"Semoga dengan bantuan ini dapat meningkatkan sinergi PLN dengan stakeholders sehingga PLN bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada pelanggan dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” tutu4lr Anchas.

Sementara Pembina DKM Masjid Nurul Jannah, Bachmid Letsoin, mengucapkan terima kasih atas bantuan prasarana yang telah diberikan oleh PT. PLN (Persero) UP3 Timika.

"Semoga bantuan ini diimbalankan oleh Allah dan semoga PLN kedepan lebih baik, lebih jaya lagi, segala aktifitas PLN semakin lancar dan sukses untuk PLN UP3 Timika," ungkapnya. (Shanty)

Top