Budaya

Fix, 2.459 Orang Dari 21 Kabupaten/Kota Ikut Pesparawi di Mimika

Pertemuan Panitia Pesparawi Mimika, Rabu (15/9) di sekretariat Jalan Yos Sudarso

MIMIKA, BM

Panitia Pelaksana (Panpel) Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII se-Tanah Papua Tingkat Provinsi Papua, menggelar rapat Bidang Lomba dan Kesekretariatan pada Rabu (15/9) di Kantor Sekretariat Pesparawi Jalan Yos Sudarso depan eks Pasar Swadaya.

Rapat itu dalam rangka sinkronisasi data dan jumlah peserta Pesparawi dari masing-masing kabupaten/kota yang ikut dalam perlombaan tanggal 30 Oktober sampai 6 November 2021 mendatang.

Ketua Umum Panpel yang juga Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob memimpin langsung rapat sore hingga malam itu didampingi Sekretaris Umum Panpel I Nyoman Putu Arka.

Dalam rapat tersebut diketahui setelah ditutup pendaftaran pada malam kemarin 14 September, jumlah peserta dan official kontingen sebanyak 2.459 orang yang terdiri dari laki-laki 1.131 orang dan perempuan 1.328 orang.

Jumlah peserta terbanyak berasal dari Kabupaten Biak Numfor dengan total 285 orang, diikuti Kabupaten Mimika sebanyakn 254 orang. Kedua kabupaten itu akan berpartisipasi lengkap 12 kategori lomba.

“Pendaftaran kita sudah tutup, namun ada PR (pekerjaan rumah) yang masih harus dikejar panitia yaitu terkait konfirmasi jumlah batas minimum masing-masing kategori lomba. Dalam dua hari ke depan semua harus sudah selesai,” kata Wabup Jhon Rettob dalam rapat.

Hal ini termasuk menindak-lanjuti kelengkapan data beberapa kabupaten yang terkendala jaringan internet saat menginput data-data peserta mereka, diantaranya : Kabupaten Tolikara, Dogiyai, Membramo Tengah, Sarmi dan Keerom.

“Personil panitia yang menangani kabupaten-kabupaten itu silahkan konfirmasi kepada mereka, sehingga kita bisa dapat info seandainya ada peserta mereka yang sudah masuk dalam data kita panitia namun ternyata ikut lebih dari satu lomba. Ini untuk kelengkapan jumlah peserta minimum sesuai juknis yang sudah menjadi persyaratan lomba-lomba ini,” imbuh John Rettob.

Kelengkapan data peserta dinilai penting lantaran menjadi acuan bagi bidang-bidang lainnya seperti bidang akomodasi, konsumsi, acara dan bidang lainnya.

“Data-data di bagian sekretariat ini penting. Sebab dari situ akan diketahui jumlah kebutuhan anggaran kita. Saat data sudah fix, maka sudah bisa kita rasionalkan anggaran,” sebutnya.

Di akhir rapat itu Sekretaris Umum I Nyoman Putu Arka menyimpulkan hasil rapat, sambil berpesan panitia untuk tetap semangat bekerja menyukseskan berbagai persiapan kegiatan rohani akbar ini.

“Mari kita terus bawa kegiatan ini dalam doa sehingga diberikan kelancaran sehingga Pesparawi bisa mendatangkan manfaat bagi tanah ini. Sukseskan Pesparawi,” tandasnya.

Ketika dikonfirmasi humas Pesparawimimika, John Rettob mengatakan lomba akan diikuti 21 kabupaten/kota.

Dalam waktu dekat panitia akan menerbitkan SK bagi semua peserta sebagai acuan dalam keikutsertaan Pesparawi XIII Setanah Papua.

Namun ada beberapa catatan yang akan diselesaikan dalam 2 hari kedepan.

Pertama, untuk musik pop gereja peserta minimal 10 orang tapi ada yang kirim 7 orang saja. "Untuk hal ini silahkan datang nanti soal penilaian tergantung dewan juri," pungkasnya.


Kedua, terkait dirigen. Ada kabupaten yang mengikutsertakan 6 kategori namun hanya 4 dirigen.

"Tentu konsekuensinya ada satu dirigen yang lebih dari satu kategori. Persoalan dibidang lomba, bagaimana kalau jadwal bersamaan beda tempat tapi dirigen hanya satu orang," tuturnya.

Ketiga, ada satu peserta yang tampil di beberapa kabupaten padahal aturan hanya satu kabupaten meskipun dia beberapa kategori.

"Kami akan buat surat pernyataan untuk ditandatangani yang bersangkutan pilih mau tampil di kabupaten mana," tukasnya.

Dikatakan, peserta lomba diikuti 21 kabupaten, namun 8 kabupaten lainnya tetap hadir sebagai pemantau dan peserta musda.

"Dan juga 13 kabupaten/kota di Papua Barat akan hadir saat musda nanti, karena musda untuk penentuan Pesparawi XIV setanah Papua," ujarnya. (Humas/Red)

Technical Meeting V Pesparawi XIII se Tanah Papua Resmi Dibuka, JR: Kami akan Buktikan Mimika Mampu

Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan tifa secara bersama antara Ketua Harian LPPD Papua dan Ketua Umum Pesparawi XIII Mimika

MIMIKA, BM

Technical Meeting V Pesparawi XIII se Tanah Papua tahun 2021 resmi dibuka pada Senin (6/9) di Hotel Grand Tembaga, Jalan Yos Sudarso, Kota Timika, Kabupaten Mimika.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan tifa secara bersama antara Ketua Umum LPPD Provinsi Papua Drs. Elia Loupati yang diwakili oleh Ketua Harian Drs. Constant Karma, Sekretaris I DR. Djong H.W. Makanuay, ST.,MM., dan Ketua Umum Pesparawi XIII Johannes Rettob.

Turut hadir LPPD kabupaten/kota dari Waropen, Jayawijaya, Biak Numfor, Kota Jayapura, Puncak, Mamberamo Tengah, Jayapura, Mamberamo Raya, Asmat, Merauke, Deiyai, Tolikara, Mappi dan tuan rumah Mimika.

Sementara, kabupaten lainnya esok Selasa (7/9/2021) akan tiba di Mimika untuk mengikuti technical meeting tersebut, dimana tercatat 118 orang yang akan hadir.

Sebelumnya, pembukaan diawali dengan ibadah dan khotbah oleh Diakon Paul Weti, serta persembahan lagu pujian dari Gabungan Paduan Suara LPPD Mimika dengan membawa dua lagu, yakni What a Friend We Have on Jesus dan Yang Paling Mengerti.

Ketua Umum Pesparawi XIII Johannes Rettob mengatakan momen ini adalah pembuktian bahwa Mimika mampu menjadi tuan rumah pelaksanaan Pesparawi XIII.

“Kami akan membuktikan apa yang disampaikan dan ditolak oleh seluruh kabupaten/kota pada waktu itu bahwa Mimika tidak sanggup menjadi tuan rumah. Kami akan buktikan bahwa kalian salah walaupun ditengah covid. Ini adalah perjalanan luar biasa,” ucapnya.

Johannes Rettob yang juga Wakil Bupati Mimika menyampaikan bahwa ini merupakan tugas luar biasa karena Mimika diberikan tugas untuk melaksanakan dua event besar, yakni PON XX Papua dan Pesparawi XIII.

“Perjuangan ini tidak main-main, walau pandemi kita terus berusaha bagaimana Covid-19 ini bisa terus menurun,” tuturnya.

John berharap agar peserta technical meeting yang datang dapat pulang dalam keadaan sehat. Disamping itu, diharapkan kegiatan technical meeting dapat menghasilkan kesepakatan yang bermanfaat, serta dapat ditindaklanjuti oleh pengurus LPPD kabupaten/kota.

“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati dan menyertai kita semua dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kita. Semoga penyelenggaraan Pesparawi XIII sukses demi kemuliaan nama Tuhan di Papua,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Harian Drs. Constant Karma mengatakan, Pesparawi adalah sebuah kegiatan besar dan diatur oleh Peraturan Menteri Agama No 19 tahun 2005 untuk anak-anak Tuhan dapat memuji, memuliakan dan membesarkan nama Tuhan di Indonesia.

“Tidak ada sebuah rencana yang kita buat dapat berjalan begitu saja. Banyak sekali rintangan dan tantangan, tetapi saya mau tegaskan bahwa itu pertanda kita sedang maju bukan mundur. Karena kalau kita tidak bikin sesuatu diam saja, maka tidak dapat apa-apa. Tetapi, kalau mau sesuatu pasti ada hambatannya dan kita hadapi. Saya pikir berkat ini adalah urusan Tuhan,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan pesan Ketua LLPD Provinsi Papua Drs. Elia Loupati agar selama kegiatan berlangsung protokol kesehatan tetap dijalankan dengan baik.

“Pendaftaran harus sudah selesai dalam technical meeting ini supaya panitia lebih mantap dalam persiapkan Pesparawi ini. Besok kita akan bicara masalah non teknis,” imbuhnya

“Jadi hamba Tuhan berkotbah bagi dunia, tetapi berbahagialah kamu yang bernyanyi kepada Tuhan karena kamu akan menyanyi untuk Tuhan di bumi dan di surga,” tutupnya. (Tim Publikasi/red)

Panpel Pesparawi XIII Gelar Pertemuan Persiapan Technical Meeting V

Suasana pertemuan Panitia Pesparawi Mimika yang dipimpin langsung Ketua Panitia Johannes Rettob, Kamis (2/9)

MIMIKA, BM

Panitia Pelaksana Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII Se Tanah Papua menggelar pertemuan persiapan Technical Meeting V di Kabupaten Mimika yang dilangsungkan Kamis (2/9) di Sekretariat Pesparawi XIII.

Pertemuan ini menindaklajuti surat dari LLPD Provinsi Papua yakni Nomor : 58/LPPD Papua/VIII/2021 tertanggal 30 Agustus 2021 tentang Pemberitahuan Waktu Pelaksanaan Technical Meeting V Pesparawi XIII tahun 2021.

Pertemuan dihadiri oleh Ketua Umum Johannes Rettob S.Sos.,MM., Sekretaris Umum Dr. I Nyoman Putu Arka M.Si, Ketua I Nathan Kum dan seluruh koordinator bidang.

Dalam pertemuan tersebut Ketua Umum Johannes Rettob menyampaikan bahwa Technical Meeting V Pesparawi XIII akan digelar selama empat hari terhitung sejak Senin (6/9) hingga Kamis (9/9) di Grand Tembaga Hotel.

Mengawali pertemuan Ketua Umum Johannes Rettob menyampaikan bahwa Sekretaris I Limi Makodompit telah pindah tugas ke Sulawesi Utara sehingga untuk mengisi kekosongan posisi tersebut digantikan oleh Asisten II Setda Mimika Syahrial.

“Kita sudah menerima surat resmi dari LPPD Provinsi Papua terkait dengan pelaksanaan Pesparawi XIII tahun 2020 yang dilaksanakan pada 2021 tetap dilaksanakan sesudah PON XX.
Kenapa kita memilih sesudah PON karena semua fasilitas dan yang sudah direncanakan dalam PON kita ikut saja tinggal lombanya saja yang berbeda tentu kita siapkan penunjangnya,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa Technical Meeting V akan dihadiri oleh seluruh LPPD Kabupetan/Kota se Provinsi Papua dan LPPD provinsi Papua.

“Mereka datang sedikit banyak karena nanti disaat hari terakhir akan dilaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) LPPD se provinsi Papua di Timika untuk memilih Ketua Umum LPPD periode ke depan, nanti rencananya tanggal 8,” ungkapnya.

Guna menyukseskan terlaksanakan Technical Meeting V Ketua Umum Johannes Rettob menghimbau agar seluruh koordinator bidang dapat mempersiapakannya hingga kegiatan dapat berjalan baik dan lancar.

“Semua acara kita support dari Mimika untuk ke provinsi namun bidang-bidang yang harus siap nanti kita punya sesi untuk mempersentasikan kesiapan kita atau apa yang harus kita buat pada H-5 dan sampai pada persiapan teknis. Mereka juga akan melakukan survey ke venue-venue pertandingan dan akomodasi serta konsumsi,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan bahwa ada perubahan terkait penempatan para kontingen peserta dikarenakan tempat-tempat yang sudah diundi pada 2020 di Jayapura berubah akibat penundaan pelaksanaan Pesparawi 2020 dan peserta yang tadinya diikuti se Tanah Papua semula dua provinsi menjadi satu provinsi akibat pandemi.

“Begitu juga dengan keamanan, kesehatan sehingga pada saat mereka datang sudah mengetahui. Koordinator bidang penjemputan tamu apa saja yang akan dibuat. Mulai dari dijemput kemudian diserahkan ke bidang transportasi untuk kemudian diantar ke tempat akomodasi, selama disana bidang akomodasi memberikan persentasi segala aturannya,” jelasnya.

Lanjutnya, bidang sekretariat dan data agar dapat memperhatikan mengenai pengisian data peserta dikarenakan data yang diisi melalui google form ternyata belum diisi secara maksimal oleh peserta dengan alasan masalah jaringan internet dan perubahan nama.

“Pendaftaran hingga tanggal 11 September 2021 pukul 24.00 wit setelah itu ditutup. Dari 29 kabupaten/kota ada 5 kabupaten yang tidak ikut lomba tetapi hadir hanya sebagai peninjau dan mengikuti Musda. Dari 24 kabupaten yang sudah mengisi data sudah 20 sedangkan 4 kabupaten lainnya belum sehingga pendaftaran kita mundur sampai tanggal 11 setelah itu ditutup,” paparnya.

Ia menuturkan peserta yang akan mengikuti 12 kategori adalah Biak Numfor dan Mimika, sementara kabupaten/kota lainnya mengikuti 2 hingga 9 kategori saja dengan jumlah peserta tercatat 2000 lebih yang akan hadir di Mimika.

“Kita harus membuktikan dan memastikan kita benar-benar siap dan kebutuhan mereka kita tangkap karena ini Technical Meeting terakhir sehingga kita harus siapkan. Ada beberapa kabupaten yang meminta Hercules seperti Asmat, Merauke, Mappi, Degiyai dan Wamena,” tandasnya.

“Saya harap persiapan kita menuju Pesparawi XIII semua bidang tetap semangat bekerja sesuai tugas dan fungsinya. Mulai sekarang kita rapatkan barisan dan bekerja keras, saya harap koordinasi antar bidang berjalan,” pungkasnya (Tim Publikasi/red).

Top