Politik & Pemerintahan

Kesbangpol Gelar Koordinasi Forum Diskusi Politik

Forum Diskusi Politik dibuka oleh Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob di Gedung Keuskupan Timika, Selasa (28/9)

MIMIKA, BM

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mimika menggelar kegiatan koordinasi forum-forum diskusi politik yang melibatkan pengurus partai politik, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan lainnya.

Kegiatan tersebut mengusung tema "Optimalisasi Peran Partai Politik Menuju Masyarakat Mimika Yang Aman, Damai dan Sejahtera".

Diskusi Politik ini dilaksanakan di Gedung Keuskupan, Bobaigo, Senin (28/9) dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob.

Wakil Bupati Mimika Johanes Rettob dalam sambutannya mengatakan, partai politik memiliki beberapa fungsi utama dalam kehidupan bernegara.

Selain sebagai sarana rekrutmen untuk mengisi jabatan politik, partai politik juga berfungsi sebagai sarana sosialisasi politik, wadah aspirasi dan partisipasi rakyat.

Selain itu sebagai lembaga pendidikan politik bagi masyarakat dan instrumen penting untuk menciptakan kesatuan dan persatuan bangsa dalam bingkai kesejahteraan partai politik.

Dimulai dari orde lama, orde baru sampai masa reformasi, keberadaan partai politik memiliki warna yang unik dalam perjalanan sejarah bangsa dan negara Indonesia.

"Pasca reformasi, partai politik di Indonesia memiliki wajah-wajah baru. Partai politik kini lebih demokratis, bebas dari kontrol, birokrasi dan bukan lagi sebagi alat penguasa untuk melanggengkan kekuasaan,"tutur Wabup John.

Wabup mengatakan, harus diakui bahwa kehidupan berpartai kini berjalan ke arah yang lebih baik, namun euforia demokrasi nyatanya telah mereduksi fungsi partai politik. Masyarakat saat ini mengenal partai politik hanya sebagai alat untuk mencapai kekuasaan.

Katanya, masyarakat berpartisipasi dalam politik hanya 5 tahun setiap kali ada pemilihan legislatif atau pemilihan presiden setelah itu fenomena yang dijumpai adalah fenomena tidak ideal.

"Indikator yang dipakai untuk menjelaskan fenomena tidak ideal tersebut seperti orientasi parpol lebih kepada pengurus dan anggota partai, penyusunan program dan pendidikan politik baru sebatas menjelang pemilu saja,"tutur Wabup John.

Katanya, melalui mekanisme one man one vote pemilihan yang berlangsung secara langsung, umum, bebas, rahasia, jalur, dan adil ini telah dilaksanakan di Kabupaten Mimika.

Pemilihan anggota legislatif berasal dari partai politik serta pemilihan presiden merupakan salah satu agenda utama hajatan politik.

"Usai memilih bupati dan wakil bupati serta gubernur dan wakil gubernur pada tahun 2018, kita juga telah sukses memilih anggota DPR, DPRD, DPD pada pemilihan legislatif dan juga memilih presiden beserta wakil presiden pada 17 April 2019," ujarnya.

Dikatakan, Undang-Undang nomor 2 tahun 2011 tentang Partai Politik dan Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, seharusnya menjadi kerangka dasar bagaimana partai politik mengambil peran sebagai salah satu pilar demokrasi pancasila.

Peran sebagai salah satu pilar demokrasi pancasila, intinya adalah bagaimana para elite berupaya membangun kendaraan politik masyarakat, membuat masyarakat mengetahui hak dan kewajiban politiknya sebagai warga negara.

"Merupakan tanggungjawab kita bersama untuk mendidik masyarakat melalui para OPD, camat, lurah hingha ketua RT/RW. Begitu juga organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan juga sangat diharapkan kontribusinya," tuturnya.

Wabup berharap, dengan adanya sinergi partai politik bersama pemerintah daerah, organisasi masyarakat dan tentu saja KPU sebagai penyelenggara pemilu diyakini dapat menjadikan kesadaran politik warga Kabupaten Mimika semakin baik dari waktu ke waktu.

"Saya berharap forum diskusi politik tahun 2020 yang digagas Bakesbangpol dapat menemukan kolaborasi dan inovasi untuk menjawab persolan-persoalan politik kita,"ungkapnya.

Sementara itu Ketua Panitia, Bakri Atroriq mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menambah pengetahuan, membangun rasa pengertian, toleransi dan kerja sama antara partai politik di Mimika.

Selain itu, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat serta mewujudkan pemerintahan yang baik sesuai dengan demokrasi Pancasila.
(Shanty)  

Forum Anak Harus Menjadi Agent Of Change Dalam Pembangunan di Mimika

Foto bersama peserta sosialisasi dengan Wabup Mimika Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Anak harus diberikan uang berpartisipasi dalam pembangunan. Mereka harus diarahkan agar mampu menjadi inspirator muda pelopor dan pelapor pemenuhan hak dan perlindungan khusus sebagai seorang anak.

Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar sosialisasi tentang hal tersebut.

Sosialisasi dengan Tema Anak Sebagai Pelopor dan Pelapor ini digelar di hotel Grand Tembaga, Kamis (24/9.

Usai membuka kegiatan, Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob dalam sambutannya mengatakan hak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah dan negara.

"Para remaja saat ini berperan sebagai pelopor atau agen perubahan dan pelapor di lingkungan mereka. Pemerintah Indonesia memenuhi hak anak sebagai mana amanat konstitusi. Komitmen ini diperkuat dengan melibatkan peran anak-anak Indonesia yang tergabung dalam forum anak," kata Wabup John.

Menurutnya, remaja sebagai pelopor harus selalu terlibat aktif memanfaatkan waktu untuk kegiatan positif, bermanfaat dan menginspirasi banyak remaja sekitarnya.

"Para remaja yang tergabung dalam forum anak menjadi pelopor berarti menginspirasi sekaligus contoh teladan bagi remaja sekitarnya bahkan banyak orang agar berubah semakin baik," kata Wabup Jhon.

Sementara itu sebagai pelapor, para remaja harus aktif menyampaikan pendapat atau pandangan ketika mengalami, melihat atau merasakan tidak terpenuhinya hak dan perlindungan anak.

Ia mengatakan, forum anak merupakan mitra pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan anak-anak, menjadi wadah dalam rangka pemenuhan hak partisipasi anak yang dibentuk secara berjenjang mulai tingkat nasional hingga daerah.

Menurutnya forum anak sudah dibentuk sejak tahun 2017 sebagai wadah partisipasi anak dan media untuk mendengar serta menyuarakan aspirasi, pendapat juga harapan anak dalam proses pembangunan di Kabupaten Mimika.

Forum ini terdiri dari perwakilan anak dari sekolah menengah pertama dan Sekolah Menengah Atas di Mimika.

Wabup berharap, seiring dengan semakin berkembangnya forum anak di daerah maka sudah seharusnya peran forum anak sebagai pelopor dan pelapor menjadi 'agen of change' dalam pembangunan di Kabupaten Mimika.

"Saya berharap dengan adanya sosialisasi forum anak sebagai pelopor dan pelapor ini agar menjadi wadah atau tempat untuk mengatasi masalah atau meminimalisir permasalahan yang terjadi di lingkungan anak-anak dan remaja," harapnya.

Sementara Agustina Rahaded, ketua panitia giat ini, dalam laporannya mengatakan, maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam sebagai pelopor dan pelapor serta agen perubahan dalam pembangunan daerah.

"Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih anak-anak agar mereka dapat memberikan partisipasi dan penyaluran informasi," ujarnya.

lanjutnya, narasumber untuk kegiatan ini berasal dari Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindingan Anak.

Sementara peserta kegiatan adalah OPD terkait, pengurus dan anggota forum anak Mimika yang merupakan perwakilan dari sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas di Mimika. (Shanty

Dua Bulan Jalan Masing-Masing, Bupati dan Wakil Bupati Kini Kembali Mesra

Bupati Omaleng dan Wakil Bupati Rettob saat menandatangani hasil kesepakatan bersama

MIMIKA, BM

Semua warga Mimika tahu bahwa selama dua bulan ini sedang tercipta suasana disharmonisasi antara bupati dan wakil bupati.

Akibatnya, selama fase ini pula keduanya terlihat jarang bersama dan masing-masing terkesan jalan sendiri.

Banyak warga Mimika beropini bahwa situasi ini tercipta karena beracunnya mulut-mulut para pembisik yang sengaja ingin menceraikan keduanya.

Bahkan BeritaMimika telah mendengarkan informasi yang menyatakan bahwa ada oknum provokator di lingkup ASN yang sengaja memainkan peranannya secara berani untuk terus menciptakan disharmonisasi diantara keduanya.

Namun Tuhan sepertinya berkehendak lain, ada momen menarik dan indah dibalik putusan pemberlakukan Status Tanggap Darurat New Normal selama 14 hari ke depan yang disahkan di Mozza, Rabu (23/9) kemarin.

Pada momen evaluasi ini, Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan Wakil Bupati Johannes Rettob terlihat kembali bersama.

Bupati Mimika Eltinus Omaleng didampingi Wakil Bupati Johannes Rettob bersama Ketua DPRD Robbi Omaleng dan Forkompinda melahirkan keputusan berarti untuk Mimika.

Momen ini bagi sebagian orang terutama mereka yang dulu berjuang bersama pasangan ini mengamini bahwa doa mereka dikabulkan Tuhan.

Kepada BeritaMimika, salah satu ASN Pemda Mimika yang turut hadir dalam pertemuan ini mengisahkan cerita ini.

"Sebelum rapat evaluasi, bupati dan wakil duduk bersama. Suasana mereka terlihat akrab seperti biasa sampai dalam pertemuan. Keduanya terlihat baik-baik saja dalam berkomunikasi dan suasana begitu harmonis. Kami semua senang dan berharap suasana ini selalu tercipta sampai habis periode mereka," ungkapnya.

Salah satu pimpinan OPD juga menyampaikan rasa haru dan bahagianya ketika kembali melihat momen ini. Kepada media ini, ia mengirimkan foto bupati dan wakil bupati dengan meme senyum dan bahagia.

"Puji Tuhan, ini juga bagian dari doa dan pergumulan kita semua. Semoga bapak berdua selalu sehat, terus bersama dan selalu diberkati. Banyak orang berjuang untuk bapak berdua dan kami yang dipercayakan untuk mendampingi dalam tugas pemerintahan. Sebisa mungkin, kami akan berupaya terbaik agar apa yang menjadi visi dan misi OMTOB bisa tercapai untuk Mimika," ungkapnya.

Seorang pendukung dan pejuang pasangan OMTOB lewat pesan whatsaapnya di salah satu group berharap agar keharmonisan ini jangan sampai hanya berumur jagung.

"Kita berharap bukan kemesraan semu, baik hari ini besok diabaikan lagi. Soalnya pengalaman membuktikan. Lebih kuat suara pembisik daripada suara hati," tegasnya.

Sementara itu, kepada BeritaMimika, Pendeta Feri Hukubun lewat pesan whatsaap mengajak semua warga Mimika agar selalu berdoa untuk semua orang yang dipercayakan Tuhan menjadi pemimpin di negeri ini.

Ia mengatakan, keretakan dalam segala hal terjadi karena kurangnya komunikasi. Ia pun berharap momen kebersamaan bupati dan wakil bupati terus terjaga selamanya.

"Saya mengajak kita semua sebagai warga Mimika untuk berdoa ucapan syukur untuk semua orang terutama bagi pemimpin-pemimpn kita dan semua orang yang memegang kekuasaan. Mintalah supaya kita semua dapat hidup tenang dan tentram, bersatu dan bersaudara dalam membangun Mimika. Karena segala hal yang baik selalu berkenan kepada Allah yang maha kuasa," tulisnya. (Ronald)

Top