Politik & Pemerintahan

Launching Mesin ADM, Salah Satu Hadiah untuk Masyarakat di Momen HUT ke-24 Kabupaten Mimika

Wabup John Rettob saat menunjukan hasil cetakan Kartu Keluarganya dari mesin ADM

MIMIKA, BM

Di momen HUT ke-24 hari ini, Kamis (8/10) Kabupaten Mimika melaunching Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

Kehadiran mesian ADM ini menjadi wujud nyata dari visi dan misi Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan Wakil Bupati Johannes Rettob yang menjadikan Mimika Cerdas, Aman, Damai dan Sejahtera.

Mesin ADM ini juga merupkan salah satu hadiah pemerintah daerah kepada masyarakat sebagai upaya mendekatkan pelayanan secara langsung kepada masyarakat.

Keberadaan mesin ADM juga sebagai bentuk program smart city dan digitalisasi pelayanan publik guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan membahagiakan warga Mimika.

Peresmian dilakukan oleh Wakil Bupati Johannes Rettob didampingi Kepala Dinas Slamet Sutejo, Ketua Komisi A DPRD Daud Bunga dan disaksikan sejumlah asisten, staf ahli dan kepala dinas serta tamu undangan lainnya di Gedung A Sentral Pemerintahan.

Launching ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Bupati Johannes Rettob yang dilanjutkan dengan pengoperasian mesin ADM olehnya dengan mencetak Kartu Keluarga.

"Terimakasih atas perhatian ini untuk masyarakat. Kapan saja adminduk kita bisa dicetak dengan mesin ini tanpa harus menunggu lama. Sekarang KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, akta Kematian dan KIA, langsung bisa dicetak hanya dalam beberapa menit," ungkap Wabup John diiringi tepuk tangan semua yang hadir.

Wabup mengatakan suatu karya besar yang dibuat negara adalah bagaimana memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Dulu mengurus KTP dan lainnya rumit dan berbelit-belit. Sekarang mengurus adminduk sangat mudah. Saya sampaikan terimakasih dan apresiasi kepada kepala dinas dan semua pegawai dukcapil atas apa yang kalian hadirkan untuk masyarakat," ujarnya.

Menurutnya apa yang dilakukan Mimika saat ini dalam layanan adminduk, dicontohi oleh kabupaten kota di Papua.



Foto bersama pegawai Dukcapil dengan Wakil Bupati Johannes Rettob usai melauncing mesin ADM

"ADM ini satu-satunya di Indonesia timur. Ini persembahan pemerintah daerah untuk masyarakat. Saya berharap kita semua harus punya kreasi, bagaimana caranya memberikan pelayanan termuda dengan inovasi dan regulasi yang mudah," harapnya.

Menurut Wabup John, inovasi pelayanan ini juga sangat mendukung Mimika menuju smart city. Salah satu bentuk smart city adalah smart people.

"Saya berharap semua pimpinan OPD punya kreasi dan inivasi lebih dalam membangun Mimika dan mendekatkan pelayanan secara langsung kepada masyarakat," harapnya di momen HUT ini.

Wabup kembali menyampaikan bahwa kehadiran ADM merupakan salah satu bentuk pelayanan yang luar biasa karena ini juga menjadwab kecepatan dalam pelayanan kepada masyarakat.

"Selamat Hari Ulang Tahun Mimika ke-24 untuk kita semua. Mari, dengan segala kemampuan dan inovasi yang ada, kita lakukan untuk melayani masyarakat. Tunjukan bahwa kita ada. Mari bersama-sama kita dukung visi misi bupati dan wakil dalam menciptakan Mimika Cerdas, Aman, Damai dan Sejahtera," tutup Wabup John Rettob.

Pada momen ini, didengarkan pula sambutan virtual dari Prof, DR Sudan Arif Faluruloh, Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. Selain laporan panitia oleh Sekretaris Dukcapil Lukas Tahitu.

Perlu diketahui, pengoperasian mesin ADM tidak berbeda jauh dangan mesin ATM. Di layar terpampang beberapa pilihan untuk melakukan pencetakan data adminduk yang dapat terkonek dengan menggunakan sidik jari, NIK atau QR Code.

Namun sebelum dapat mengoperasikan mesin ini, setiap orang terlebih dahulu harus mendaftarkan dulu di Dukcapil. Setelah pendaftaran, kita akan diberikan kode melalui email atau pesan singkat.

Setelah mendapatkan kode, kita bisa langsung melakukan scan QR code (di mesin sudah disediakan) termasuk scan sidik jari.

Setelah proses ini, ikuti langkah-langkah yang ditampilkan di layar, dengan begitu hanya dalam hitungan menit, KTP, Kartu Keluarga, KIA dan Akta sudah langsung terprint secara otomatis tanpa harus mengantri atau lama menunggu. (Ronald)

Dukcapil Mimika Jadi Rujukan di Provinsi Papua

Wabup John saat menyampaikan sambutan di acara seminar Dukcapil Mimika

MIMIKA, BM

Wakil Bupati Johannes Rettob memberikan apresiasi kepada seluruh pegawai ASN dan honorer Dinas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Mimika atas pencapaian mereka dalam mengubah dan menciptakan inovasi dalam layanan adminduk kepada masyarakat.

Hal ini disampaikan Wabup John saat membuka Seminar Membangun Sinergitas Mewujudkan Data Kependudukan yang Akurat dan Multiguna di Moza, Selasa (6/10) kemarin.

"Dulu di Provinsi Papua, Disdukcapil Kota Jayapura selalu jadi rujukan semua pemerintah daerah di Papua. Tetapi sekarang semua merujuk ke Mimika. Mereka melihat inovasi dan prestasi kita sehingga banyak yang mau datang belajar ke kita," ungkap Wabup John di Moza, Selasa (6/10).

Wabup mengaku hal ini karena sejumlah terobosan dan inovasi yang dibuat OPD ini mendapatkan perhatian dari pemerintah kabupaten dan kota di Papua.

Pasalnya terobosan inovasi-inovasi baru yang dihadirkan dukcapil semakin mendekatkan pelayanan secara langsung ke masyarakat.

Adapun beberapa inovasi yang sudah diciptakan agar menjadikan Mimika sebagai Smart City adalah LALA PU KAKA, ORLANDO, JOK MARRIED, PATEN DUKCAPIL-DISTRIK SI LINCAH dan Anjungan Dukcapil Mandiri.

"Menuju smart city harus benar-benar kita berikan pelayanan paling dekat kepada masyarakat. Terimakasih pak Slamet dan semua pegawai dukcapil. Hal baik seperti ini harus terus ditingkatkan untuk Mimika," ujar Wabup John.

Selain Dukcapil, wabup juga mengatakan ada beberapa OPD lainnya yang juga melakukan inovasi serupa kepada masyarakat, ia berharap hal ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

"Kita adaalah pelayan, tugas kita menjadi fasilitator buat masyarakat. Yang terpenting juga, kita semua harus selalu sinergi dalam membangun Mimika," ungkapnya. (Ronald

Dana Dinas Ketahanan Pangan Dipangkas Rp 2 Miliar

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mimika, Julius Koga

MIMIKA, BM

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika di tahun 2020 sebenarnya mengelola APBD sebesar Rp4 miliar. Namun sayangnya, akibat pandemi Covid-19, OPD ini dipangkas dananya sebesar Rp2 miliar.

Kepala Dinas Julius Koga kepada BeritaMimika di ruang kerjanya, mengatakan di APBD-P pihaknya juga telah mengusulkan beberapa program termasuk salah satu kegiatan rehab namun dibatalkan.

"Kemarin kami usul ada pekerjaan renovasi dan beberap kegiatan lain tapi dibatalkan semua. Ini juga dialami oleh OPD lain. Jadi yang ada di kami ini hanya kegiatan rutin triwulan ketiga saja," ungkapnya.

"Saat ini kami tinggal laporan saja karena hampir semua program sudah selesai. Tidak ada program fisik hanya kegiatan biasa dan rutin saja. Empat kegiatan kami di luar kantor termasuk penanaman bibit pekarangan sudah selesai," ujarnya.

Walau masih di 2020, namun Julius Koga mengatakan mereka telah menyusuan dan menyiapkan perencanaan dan program kerja untuk 2021. Ia berharap kondisi covid segera berakhir sehingga tidak lagi menggangu perencanaan kerja tahun depan.

"Diantaranya, tahun depan kami mau bangun toko tani. Semua hasil kelompok tani dan petani kami beli dan jual di sini. Program ini kerjasama dengan dinas provinsi. Mereka siapkan gedung, kami yang beli hasil petani," jelasnya.

Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan juga berencana membuat peta pangan untuk mengetahui kerawanan pangan di distrik dan kampung-kampung.

"Hanya peta kerawanan pangan masih bertolak belakang dengan Bappeda karena ini soal tupoksi sehingga kami akan kordinasi sama-sama. Kemungkinannya kita akan kerjasama dengan Bappeda tentang rencana ini," jelasnya. (Ronald)

Top