Bermodal 2 Inovasi Unggulan, Pemkab Mimika Masuk Nominasi IGA
Kepala Bappeda Mimika, Yohana Paliling.
MIMIKA, BM
Pemerintah Kabupaten Mimika terpilih sebagai salah satu nominator dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2024.
Pj Bupati Mimika telah memaparkan inovasi daerah di Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) baru-baru ini.
"Sesuai dengan pemberitahuan dari Menteri dalam Negeri (Mendagri), tahun ini Kabupaten Mimika menjadi salah satu nominator penilaian untuk pemberian penghargaan inovatif goverment award (IGA) tahun 2024," kata Kepala Bappeda Mimika, Yohana Paliling.
Selain Kabupaten Mimika yang masuk nominator, ada juga Papua lainnya yaitu Sorong, Kaimana dan Jayapura.
Untuk diketahui, Indeks Inovasi Daerah adalah sistem yang digunakan untuk mengumpulkan seluruh Inovasi Daerah baik itu bidang Digital maupun Non Digital yang kemudian akan dilakukan pengukuran dan penilaian terhadap masing-masing inovasi yang dikirimkan ke Kemendagri.
"Ada 62 inovasi yang sudah kita kirimkan ke sana, ternyata hanya 29 inovasi yang dianggap sudah cukup untuk diikutkan di dalam nominator ini," tutur Yohana.
Dari 29 inovasi tersebut, kata Yohana, ada dua inovasi yang menjadi unggulan Kabupaten Mimika yaitu inovasi kesehatan dari Puskesmas Wania yakni Inovasi Kelabu Cinta. Inovasi Kelabu Cinta adalah kelas ibu hamil cegah kematian ibu dan anak berbasis digital.
"Itu yang kita ajukan sebagai inovasi unggulan karena itu juga urusan kesehatan dan sangat berhubungan tentang prioritas nasional, tentang stunting dan juga menjadi urusan wajib pelayanan dasar," jelasnya.
Kemudian inovasi unggulan kedua adalah Paten Gunung Mesir dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Inovasi ini adalah Pelayanan Adminduk Terpadu Kecamatan distrik pegunungan menuju pesisir.
Katanya, tahap berikutnya setelah presentasi inovasi ini, akan ada tim penilai yang datang ke setiap daerah untuk melihat kebenaran dari setiap inovasi yang sudah disampaikan.
"Kemungkinan akan datang tim penilai untuk melihat apakah inovasi yang kita sampaikan benar dan sesuai. Jadi mereka harus cek langsung di lapangan,"ujarnya.
Ia mengungkapkan, bahwa di tahun 2022 indeks inovasi Kabupaten Mimika itu masih disclaimer alias nol. Sementara di tahun 2023 indeks inovasi daerah Mimika mengalami kenaikan walaupun masih rendah yaitu 2,10 persen. Namun di tahun 2024 indeks inovasi Mimika meloncat ke angka 45,16 persen. Tim pusat dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri pun melihat bahwa itu merupakan lompatan yang sangat luar biasa.
"Jadi semua sudah disampaikan dan dipresentasikan oleh Pj Bupati ke tim penilai. Tim penilai itu banyak sekali, ada dari kementerian dan akademis. Menurut informasi dari kementerian, nominasi ini akan diumumkan pada pertengahan November di Surabaya,"ungkapnya. (Shanty Sang)






















