BMKG Himbau Warga Jangan Panik dengan Potensi Gempa Megathrust

Forecaster BMKG Mimika, Sony Hartono

MIMIKA, BM

Akhir-akhir ini kabar mengenai megathrust di Indonesia yang berpotensi menyebabkan gempa besar dan memicu tsunami menjadi sorotan masyarakat Indonesia.

Terkait hal ini, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mimika meminta masyarakat tidak panik dengan potensi terjadinya gempa megathrust di Indonesia.

Forecaster BMKG Mimika, Sony Hartono saat ditemui, Rabu (21/8/2024) mengatakan sesuai penjelasan tim BMKG pusat megathrust ini merupakan skala nasional.

Menurutnya ini menjadi ancaman di Indonesia dan info ini bukan pertama kali karena hal yang sama juga pernah terjadi pada 2018 lalu dan sempat memicu kehebohan serupa.

"Secara geofisika, kalau sudah lama tidak terjadi gempa maka ada kemungkinan akan terjadi gempa yang besar,"kata Sony.

Menurut Sony, Indonesia sebagai daerah tropis memiliki tumpukan lempeng yang cukup banyak. Seperti di daerah Sumatera bagian Barat sampai Jawa bagian Selatan. Memang sudah kelihatan sedikit-sedikit di daerah Jawa. Jadi ada ancaman untuk terjadinya gempa besar.

Sementara di Kabupaten Mimika yang merupakan bagian Selatan Papua, potensi terjadinya megathrust itu kecil.

"Dibanding daerah lain di Indonesia, Mimika bukanlah merupakan jalur lempeng utama. Bahkan potensi terjadinya gempa juga sangat minim. Yang paling sering adalah di bagian Utara Papua seperti Sorong, Nabire, dan Jayapura,"ujarnya.

Katanya, kalau bagian Selatan ini masih aman karena tidak ada pertemuan lempeng di sini. Yang ada hanya patahan-patahan kecil. Kalaupun ada tsunami mungkin akan lebih berdampak adalah di kampung-kampung dan pesisir-pesisir, namun itu pun tidak terlalu parah.

"Oleh sebab itu saya menghimbau warga Mimika agar jangan panik dengan Info megatrust. Dan yang paling penting adalah kesiapsiagaan bencana baik sebelum ketika kejadian, maupun sesudah kejadian,"tuturnya.

Walaupun di Mimika tidak terlalu berdampak, namun kata Sony masyarakat tetap dingatkan agar tetap waspada, mana tahu suatu saat ada warga pergi ke tempat lain yang memiliki potensi gempa paling tinggi itu sudah tahu apa yang harus dilakukan.

Lebih lanjut, Sony mengatakan, kata potensi Megathrust di Indonesia bukanlah peringatan dini. Karena, gempa berbeda dengan tsunami yang bisa diprediksi oleh BMKG.

"Gempa itu kita tidak bisa prediksi. Jadi ini memang bukan peringatan dini, tapi untuk kesiapsiagaan saja,"ungkapnya. (Shanty Sang)

Top