Lindungi Mimika Dari Corona, Bupati Keluarkan Instruksi Nomor 1 Tahun 2020

Konferensi Pers Pemda Mimika

MIMIKA, BM

Meningkatnya penyebaran Corona Virus Disease 2019 di Indonesia kini telah menjadi bencana nasional. Bahkan penyebaran Covid-19 ini kini telah ditemukan di Papua.

Menyikapi situasi ini guna melindungi Mimika sekaligus menindaklanjuti kesepakatan bersama antara Gubernur Papua, forkompinda, bupati/walikota dan seluruh stakeholder Papua, maka Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengeluarkan Instruksi Bupati Nomor 1 Tahun 2020.

Instruksi ini tentang Pencegahan, Pengendalian dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Mimika yang berisikan 15 point dan mulai diberlakukan hari ini, Rabu (25/3).

Instruksi Bupati Mimika Eltinus Omaleng ini selanjutnya akan diedarkan ke semua instansi pemerintah maupun swasta yang ada di Mimika, termasuk masyarakat untuk ditaati dan dilaksanakan.

Adapaun isi instruksi ini adalah pertama, menghimbau seluruh penduduk baik WNA maupun WNA di Mimika agar tetap berada di rumah dengan melakukan social distancing. Kedua, melakukan karantina mandiri atas inisiatif sendiri atau pembatasan penduduk, pergerakan penduduk secara tegas dan kongkrit.

Ketiga, petugas kesehatan melakukan penerapan 3T (trace, test, treat) atau lacak periksa dan pengobatan khususnya di daerah yang terpapar. Keempat, pembatasan Warga Negara Asing (WNA) yang akan masuk ke Mimika.

Kelima, penutupan penerbangan komersial dan perintis serta pelayaran kapal penumpang di pintu-pintu masuk Bandara Moses Kilangin dan Pelabuhan Pomako.

Keenam, menjamin akses pengiriman logistik, sampel darah dan aspek medis lainnya termasuk tenaga medis dalam rangka penanganan, pengendalian serta penanggulangan Covid-19.

Ketujuh, Pemda Mimika wajib memberikan insentif resiko kerja dan alat pelindung diri sesuai standar kepada tenaga medis dan para medis dan petugas lainnya yang dianggap perlu dan terlibat langsung dalam pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Kedelapan, memberlakukan waktu aktifitas masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok dan aktivitas lain secara terbatas antara pukul 06.00 Wit sampai pukul 14.00 Wit.

Kesembilan, Tim Gugus Tugas di dukung TNI-Polri melakukan penertiban aktivitas masyarakat dan mengambil langkah-langkah tegas untuk mendisiplinkan masyarakat untuk menaati himbauan pemerintah serta melaksanakan social distancing.

Kesepuluh, penghentian pergerakan penduduk lokal Papua, antar kabupaten dan antar distrik serta antar kampung di Kabupaten Mimika. Kesebelas, membatasi berbagai bentuk kegiatan ibadah bagi semua umat beragama yang mengumpulkan orang dalam jumlah banyak.

Keduabelas, menghimbau kepada umat beragama di Kabupaten Mimika untuk melakukan doa dan puasa memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk menyelamatkan umat di atas Tanah Papua pada umumnya dan khususnya Kabupaten Mimika.

Ketigabelas, pencegahan dan penanggulangan Covid-19 dengan pembatasan sosial yang diperluas sebagaimana dimaksud mulai berlaku tangga 26 Maret - 9 April 2020 dan akan dievaluasi sambil mengambil langkah-langkah selanjutnya.

Keempatbelas, setiap orang di Kabupaten Mimika wajib bersedia untuk melakukan tes medis terkait Covid-19 yang dianjurkan oleh petugas medis untuk memutuskan status medisnya.

Kelimabelas, semua pihak yang terkait dan berwenang agar melaksanakan kesepakatan bersama ini dengan penuh kepatuhan dan rasa tanggungjawab.

Instruksi ini disampaikan pada pertemuan bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika bersama, DPRD, Forkompinda, BMUN, BUMD, PTFI serta lembaga pemerintah dan swasta lainnya di Mozza, Rabu (25/3).

Pertemuan ini dipimpin langsung Bupati Mimika Eltinus Omaleng didampingi Wakil Bupati Johannes Rettob, Penjabat Sekda Marthen Paiding dan Ketua DPRD Robby Omaleng.

Dalam instruksi ini juga disebutkan bahwa untuk menjaga kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, maka pemerintah daerah akan dilakukan 7 langkah antisipasi.

Pertama, memastikan ketersediaan kebutuhan pokok strategis masyarakat melalui pembatasan pembelian kebutuhan pokok secara berlebihan, menyiapkan gudang logistik (komoditas pangan dan bahan habis pakai untuk kesehatan) serta menjamin ketersediaan kebutuhan pokok dengan jumlah yang aman selama pembatasan diberlakukan.

Kedua, meningkatkan peran BUMN, BUMD dan pelaku usaha lainnya sebagai distributor bahan pangan strategis.

Ketiga, melakukan sidak terhadap distributor dan pengecer barang bekerjasama dengan satgas pangan.

Keempat, menjamin keselamatan, kesehatan dan menyediakan bantuan sosial kepada pihak terdampak.

Kelima, Pemerintah Kabupaten Mimika, TNI-Polri bersineri untuk memastikan ketentraman dan ketertiban masyarakat.

Keenam, Bupati Mimika dapat mengambil langkah-langkah tindak lanjut dengan berpedoman pada kesepakatan bersama Gubernur Papua dengan Forkompinda Provinsi Papua, bupati/walikota dan semua stakholder.

Ketujuh, Pemprov Papua dan Pemda Mimika bertanggungjawab menyediakan alokasi pembiayaan yang cukup dan bersinergi untuk mendukung penuh upaya pencegahan, pengendalian dan penganggulangan serta penanganan dampak akibat kasus Covid-19.

“Masyarakat Mimika jangan panik. Kita ambil tindakan ini untuk menjaga kita semua agar tidak terkena Virus Corona. Ini hal terbaik yang kita lakukan dalam situasi ini. Pangan kita juga mencukupi hingga 4-5 bulan ke depan. Taati dan patuhi apa yang kami instruksikan. Jaga diri, keluarga dan lingkungan kita selalu dan terpenting jangan lupa untuk selalu berdoa memohon lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa,” pesan Bupati Omaleng untuk warga Mimika. (Ronald

 

 

Top