Dinkes Mimika Perkuat Layanan Kesehatan Pesisir Lewat Monitoring di Kokonao

Kadis Kesehatan saat mengunjungi Kokonao

MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi (monev) pelayanan kesehatan di Distrik Mimika Barat, Kokonao, Papua Tengah, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs didampingi para kepala bidang, staf dan serta konsultan.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari roadmap monitoring dan evaluasi Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika di wilayah pesisir dan pedalaman.

Awalnya, tim dijadwalkan melakukan kunjungan ke Agimuga dan Manasari. Namun, akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung, lokasi kunjungan dialihkan ke Kokonao dan Ipaya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika terus berupaya meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah pesisir, pedalaman, maupun perkotaan.

"Pemkab Mimika terus berupaya memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana kesehatan guna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Selain memanfaatkan tenaga kesehatan yang ada, pemerintah juga terus menyediakan fasilitas pendukung, termasuk tempat tinggal bagi tenaga kesehatan," ungkapnya.

Menurut Godfried, Dinas Kesehatan juga terus melengkapi puskesmas pembantu (pustu) dengan sarana telekomunikasi seperti perangkat Starlink dan solar cell.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperlancar komunikasi antara tenaga kesehatan di pustu dengan puskesmas maupun Dinas Kesehatan.

"Semua puskesmas dan pustu diharapkan terintegrasi dengan jaringan komunikasi sehingga pelayanan kesehatan di wilayah terpencil dapat berjalan lebih optimal," katanya.

Selain memperkuat sarana pendukung, pemerintah daerah juga terus membangun dan merehabilitasi fasilitas kesehatan.

Pada tahun 2026, Dinas Kesehatan tengah melaksanakan pembangunan puskesmas baru di Arwanop, Kelurahan Perintis, dan Distrik Wania, serta melakukan rehabilitasi sejumlah puskesmas yang telah ada.

Meski demikian, Godfried mengakui masih terdapat tantangan dalam pemenuhan sumber daya manusia kesehatan, terutama tenaga dokter gigi.

Menurutnya, pemerintah telah membuka peluang dan formasi bagi tenaga kesehatan tersebut, namun ketersediaannya masih sangat terbatas.

"Kami sudah membuka lowongan, tetapi memang masih sulit mendapatkan tenaga yang sesuai kebutuhan, khususnya dokter gigi," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Godfried juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan seluruh fasilitas kesehatan yang telah disediakan pemerintah.

Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu memanfaatkan layanan kesehatan secara optimal, termasuk program-program strategis nasional seperti Medical Check Up (MCU) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi bagian dari program prioritas pemerintah daerah.

"Melalui pemeriksaan kesehatan sejak dini, kita dapat mengantisipasi berbagai penyakit yang tidak diharapkan. Karena itu, masyarakat diharapkan memanfaatkan seluruh fasilitas kesehatan pemerintah yang telah tersedia," pungkasnya. (Nuel)

Top