Nasional

3 Kebijakan dan 6 Kegiatan Yang Sudah Dilakukan Pemda Mimika Dalam Memerangi Corona

Konferensi Pers Tim Gugus Tugas di Puskesmas Timika Jaya

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Tim Gugus Tugas memaparkan secara keseluruhan langka-langka apa saja yang telah mereka lakukan untuk membentengi Mimika dari peredaran Covid-19.

Sejak Mimika nyatakan perang terhadap Covid-19, sudah ada 3 kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah dan 6 kegiatan kesehatan yang dilakukan melalui Tim Gugus Tugas dalam membentengi Mimika.

Hal ini disampaikan melalui Konferensi Pers di kantor lama Puskesmas Timika Jaya SP 2, Kamis (19/3) yang dilakukan oleh Ketua Tim Marthen Paiding dirampingi Ketua Harian Yosias Losu dan Juru Bicara Reynold Ubra.

Marthen Paiding mengatakan 3 kebijakan yang dilakukan adalah membentuk Tim Gugus Tugas, memberlakukan sistem kerja dari rumah bagi seluruh pegawai pemerintah dan meliburkan dunia pendidikan (sekolah dan perguruan tinggi).

Penanganan Corona mulai diberlakukan pada Rabu (18/3) dengan Pembentukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona berdasarkan Surat Keputusan Bupati Mimika Nomor 158 tahun 2020.

Tim ini berisikan 91 anggota plus ketua, ketua harian dan juru bicara (sekretaris) yang berasal dari lintas sektor di Mimika. Ini merupakan kebijakan pertama yang dibuat pemerintah daerah.

Selanjutnya, Pemda Mimika telah mengambil kebijakan mempekerjakan para pegawai negeri dan honorer dari tempat tinggal (rumah) serta meliburkan sekolah dan perguruan tinggi.

“Walau bekerja dari rumah namun tugas kegiatan pemerintahan dan kegiatan pembangunan tetap berjalan sebagaimana mestinya terutama menyangkut persiapan Pesparawi dan PON 2020,” ungkap Ketua Tim Marthen Paiding.

Khusus untuk para pegawai di bidang kesehatan (ASN maupun honorer), mereka tetap bekerja sebagaimana mestinya karena merekalah yang melakukan pelayanan kepada masyarakat. Mereka bekerja di tempat tugas.

“Masa ini diberlakukan hingga 5 April. Kalau ada situasi yang berkembang maka pemerintah akan memperpanjang masa kerja pegawai dari rumah. Namun untuk pegawai, apabila diperlukan maka akan dilakukan rapat internal secara terbatas untuk beberapa urusan saja diantaranya penyelenggaran pemerintahan, percepatan PON dan Pesparawi. Pertemuan inipun hanya dilakukan dalam jumlah yang terbatas,” jelasnya.

Pemda juga telah melarang para ASN termasuk pimpinan-pimpinan OPD untuk melakukan urusan luar daerah. Kecuali ditugaskan oleh bupati, wakil dan sekda.

“Saat ini hanya ada beberapa pimpinan OPD yang sedang melakukan tugas daerah di Jayapura. Besok mereka sudah kembali. Selain mereka tidak ada lagi di luar daerah,” ungkapnya.

Walau diliburkan namun perguruan tinggi dan dan sekolah tetap melakukan aktifitas belajar mengajar secara online. Mereka dirumahkan agar memepersempit penyebaran corona.

Walau demikian pemerintah meminta pihak sekolah (guru) terutama orangtua dalam menjaga para siswa secara ketat dalam suasana seperti ini.

“Jaga mereka baik-baik dan tidak boleh biarkan mereka berkeliaran supaya terhindar dari virus ini,” pesan Marthen Paiding.

Untuk kegiatan yang berdamak langsung terhadap upaya menjaga sterilisasi Mimika dari covid-19, pemerintah daerah telah melakukan 6 kegiatan dasar sebagai langka awal.

Pemda Mimika melalui surat edaran telah menyampaikan agar masyarakat Mimika menjaga pola hidup, kesehatan dan menghindari keramaian guna menghindari penyebaran virus corona.

Surat edaran ini telah disampaikan kepada seluruh pimpinan OPD, pimpinan BUMN, BUMD, swasta, perguruan tinggi, sekolah, denominasi gereja, MUI, tokoh masyarakat, agama, pemuda, wanita termasuk masyarakat.

Kepada pimpinan BUMN dan BUMND dan seluruh pihak swasta yang beroperasi di Mimika, pemerintah juga telah menegaskan untuk menyesuaikan sistem kerja yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Kami juga akan menutupi semua tempat hiburan malam karena potensi penyebaran sangat besar di sana. Malam ini atau besok Satpol PP akan mulai menertibkan hal ini,” ujarnya.

Untuk denominasi gereja, MUI dan agama lainnya, pemerintah tidak melarang namun menghimbau agar proses ibadah atau sembayang diatur sebaik mungkin guna menghindari kerumuman umat/jemaat.

“Kami tidak melarang namun ini untuk menjaga diri kita, warga dan lingkungan serta kabupaten ini dari cobid-19,” ujarnya.

Pada Kamis (19/3), Bupati Omaleng juga telah melakukan apel siaga kepada seluruh ASN Pemda Mimika.

Apel itu dimaksudkan agar para pegawai menjadi media sosialisasi untuk menyampaikan kepada masyarakat tentang situasional saat ini, bagaimana cara menghadapi corona dan tidak menjadi penebar hoax.

Bupati Omaleng bersama Wakil Rettob dan Tim Gugus Tugas juga telah melihat langsung cara kerja, kebutuhan sarana prasarana termasuk penggunaan alat pendeteksi suhu tubuh di Bandara Moses Kilangin sisi utara dan selatan.

Mereka juga telah meninjau kesiapan ruang isolasi di RSUD untuk melihat apa saja kekurangan-kekurangan di sana sebagai tempat rujukan jika ada masyarakat yang tertular virus ini.

“Kami sudah menempatkan personel untuk pendeteksian orang keluar masuk Timika. Bukan hanya bandara, tim ini juga mulai bekerja di pelabuhan,” terangnya.

Tim Gugus Tugas juga telah melakukan penyemprotan disinfektan di Sentra Pemerintahan dan bandara. Besok dan seterusnya akan dilakukan secara kontinue di rumah-rumah ibadah, pusat keramaian dan sarana prasarana lainnya.

Tim Gugus Tugas dan perindag juga telah melakukan sidak penyediaan obat-obatan di apotek sekaligus mengecek kekosongan masker dan hand hanitizer.

“Ternyata masker sudah kosong karena mereka menjual ke luar daerah. Hand hanitizer pun kosong. Tapi masyarakat tidak perlu khawatir tentang keadaan ini. Biasakan pola hidup sehat dan bersih serta ikuti semua anjuran kesehatan yang ada maka kita tidak mudah terjangkit,” ujarnya.

Melalui Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Mimika, Tim Gugus Tugas juga telah melakukan sosialiasi penyebaran dan informasi covid-19 melalui video dan pamflet di beberapa titik seputaran kota Timika.

Hingga Kamis sore, Tim Gugus Tugas melakukan rapat koordinasi antara puskesmas-puskesmas, rumah sakit dan dinas kesehatan dalam rangka percepatan sarana dan prasarana ruang isolasi.

“Mulai besok layanan call centre untuk pengaduan di RSUD mulai diaktifkan. Dan perlu kami sampaikan bahwa hingga hari ini, berdasarkan laporan kewaspadaan dini dari depapan fasilitas kesehatan yang terdiri dari 1 rumah sakit dan 7 puskesmas, belum ada warga Mimika yang terserang atau terjangkit covid-19,” ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas, Reynold Ubra.

Ia juga mengatakan mulai besok dan seterusnya Tim Gugus Tugas akan melakukan kegiatan pemeriksaan lanjutan, sosialiasi masif, penyemprotan dan berbagai kegiatan lainnya guna tetap menjaga Mimika terbebas dari virus ini.

Beberapa kegiatan internal juga akan mereka lakukan termasuk mempersiapkan layanan langsung masyarakat dan ketersediaan obat-obatan di Mimika.

“Ini menjadi tugas kami sebagai pemerintah yang tergabung dalam tim ini. Tapi intihnya bahwa kita semua harus kompak, solid dalam menjaga diri, keluarga dan lingkungan serta kabupaten ini agar terhindar dari virus ini. Kita akan berupaya semaksimal mungkin mendeteksi segala kemungkinan yang ada, selebihnya kita berdoa dan menyerahkan semua perjuangan kita ini kepada Tuhan Yang Maha kuasa agar Mimika selalu diberkati,” tutup Reynold Ubra. (Ronald)

Bupati Perintahkan RSUD Ajukan Proposal Rp100 Miliar

Bupati dan rombongan meninjau kekurangan di RSUD

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Eltinus Omaleng memerintahkan RSUD Mimika agar segera mengajukan proposal sebesar Rp100 miliar mendahului APBD Perubahan guna memperbaiki dan merenovasi fasilitas RSUD.

Pasalnya, beberapa fasilitas dan sarana prasarana kesehatan di RSUD dinilai kurang menunjang.

Pengajuan tersebut sebagai antisipasi untuk penanganan wabah Covid-19 atau Virus Corona, yang kini sudah menyebar di Indonesia sehingga perlu penanganan serius agar Mimika dapat membentengi diri.

"Jangan tunggu-tunggu lagi karena itu harus di perbaiki dengan segera,"tutur Bupati Mimika, Eltinus Omaleng saat memimpin apel siaga darurat ASN di Kantor Pusat Pemerintahan, Kamis (19/3).

Omaleng mengatakan, jika sudah disiapkan proposalnya maka ia akan langsung menandatangani proposal tersebut guna percepatan penanganan dan persiapan serta renovasi RSUD.

“Kalau virus itu masuk Mimika maka langsung dirujuk ke RSUD, makanya fasilitas harus menunjang. Ini merupakan kebijakan daerah masing-masing dan ini tanggungjawab pimpinan daerah sampai dengan waktu yang tidak ditentukan. Pusat punya kebijakan sendiri, begitupun daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Reynold Ubra saat diwawancarai usai apel mengatakan, berdasarkan hasil assesment RSUD memiliki SDM yang mumpuni. Hanya saja perbaikan sarana prasarana termasuk ruang isolasi dan alat penunjang harus segera dieksekusi.

Dijelaskan, hal utama yang harus dilakukan dalam penanganan corona adalah melakukan deteksi, mencari sumbernya dan melakukan isolasi.

"Saya pikir langkah yang diambil oleh bupati sangat baik sekali karena sesuai dengan kebutuhan. Karena ending daripada pandemi corona khusus di Timika harus diwaspadai dan kita harus kendalikan ini, orang dalam pantauan (ODP) ini akan semakin banyak jika tidak dikendalikan apalagi kontak strasing. Kalau ODP banyak kemudian kesadaran masyarakat rendah nanti bisa menjadi pasien dalam pemantauan (PDP),” kata Reynold.

Menurutnya, sarana prasana dari ruang isolasi dibuat sedemikan rupa sehingga tidak semua orang memiliki akses ke ruang tersebut karena pengendalian infeksi akan dilakukan dalam ruang isolasi.

"Jadi peluang ini kami coba optimalkan supaya dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa diselesaikan dan lengkapi dengan segera,"ungkapnya. (Shanty)

Reynold Ubra Ditunjuk Sebagai Jubir Penanganan Corona di Mimika

Pertemuan bersama mengantisipasi Corona di Mimika

MIMIKA,BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika menunjuk Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Reynold Ubra sebagai juru bicara (jubir) penanganan virus corona (Covid-19) di Mimika.

Reynold Ubra nantinya yang akan mewakili pemerintah daerah dalam memberikan informasi kepada masyarakat dan media (satu pintu-red) mengenai perkembangan, penanganan dan peredaran serta informasi terkini tentang Covid-19 di Mimika.

Selain sebagai juru bicara, ia juga ditunjuk sebagai sekretaris tim penanganan Covid-19. Sementara tim ini diketuai oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika, Marthen Paiding. Wakil ketuanya adalah Asisten Bidang Administrasi Umum, Nicolas E Kuahaty.

Selain itu, Kepala BPBD Yosias Losu ditunjuk sebagai ketua harian. Anggota tim ini adalah para asisten dan staf ahli, sekretaris DPRD dan seluruh pimpinan OPD Pemda Mimika, TNI/Polri dan pimpinan fasilitas kesehatan, BUMN dan BUMD.

Penunjukkan ketua, jubir beserta anggota tim ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati nomor 158 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Mimika yang dibacakan dihadapan seluruh stakeholder di Hotel Grand Mozza, Rabu (18/3).

Pertemuan siang tadi di Grand Mozza dipimpin Wakil Bupati Johannes Rettob bersama Pjs Marthen Paiding dan dihadiri oleh para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, pimpinan TNI-Polri, PTFI serta perwakilan instansi pemerintah dan swasta lainnya.

Adapun beberapa kesepakatan yang diambil dalam pertemuan tersebut yakni memperketat pengawasan pintu masuk pelabuhan dan bandara, memberikan himbauan kepada masyarakat untuk menjaga jarak komunikasi 1 meter serta mengingatkan warga untuk tidak berjabat tangan atau bersentuhan langsung dengan orang lain.

Selain itu, pemerintah melalui tim ini juga akan mendirikan layanan call center dan melakukan sosialisasi melalui media untuk memberikan informasi kepada masyarakat agar tidak mudah mempercayai pemberitaan hoax. Hal terakhir, untuk OPD tidak ada perjalanan dinas keluar daerah.

Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob dalam pertemuan bersama antara pemerintah daerah, forkompinda, pimpinan TNI-Polri serta berbagai perwakilan instansi lainnya di Grand Mozza mengatakan, saat ini Provinsi Papua berada dalam situasi tanggap bencana dan untuk Kabupaten Mimika dinyatakan siaga darurat.

"Kita dua kali sudah rapat internal tentang kesiapan dan langkah kita menghadapi kasus ini. Kami juga sudah tunjuk RSUD sebagai rumah sakit rujukan karena telah ada ruang isolasi. Untuk KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) akan dibantu dinas kesehatan dengan fasilitas termosken, alat pelindung diri (APD) dan ambulance,"ujarnya dalam pertemuan ini.

Pada kesempatan ini, dr Rini Poesprojo dan dr Leonard Pardede juga memberikan pemaparan materi tentang langka dan pencegahan serta cara penularan Covid-19.

Disebutkan, penularan covid-19 melalui percikan ludah, dahak dan sentuhan dengan orang lain. Resiko kematian biasa terjadi pada usia diatas 60 tahun.

Untuk pencegahannya harus dimulai dari pintu masuk bandara dan pelabuhan, perbanyak minum air hangat dan suplemen serta rutin berjemur 15 menit di bawah sinar matahari pagi.

“Kita harapkan agar edukasi ini juga diketahui oleh warga Mimika. Dan jika mereka mengikutinya maka Mimika akan aman dari Covid-19,” ujar dr Rini Poesprojo. (Shanty)

Top