Nasional

Persediaan Logistik 25 Ribu Karyawan Freeport di Tembagapura Tersisa 10 Hari

EVP Goverment Relations PTFI, Jony Lingga

MIMIKA,BM

Persediaan logistik bagi 25 ribuan karyawan dan keluarga PT Freeport Indonesia (PTFI) yang ada saat ini hanya tersisa 10 hari.

Hal tersebut terjadi karena truk pengangkut logistik dari lowland tidak bisa naik begitupun sebaliknya dari highland.

EVP Goverment Relations PTFI, Jony Lingga saat diwawancarai di Hotel Horison Ultima Timika, Senin (20/4) menjelaskan, guna mengantisipasi kehabisan logistik di Tembagapura, manajemen PTFI memberitahukan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika agar mobil truk trailer milik Freeport bisa tetap melakukan pengantaran logistik.

Namun, skema pengantaran logistik akan diatur, yakni sopir truk trailer dari dataran rendah mengambil logistik dari Amamapare ke 32 lalu ditukar mobilnya namun tetap menggunakan sopir yang sama.

Menuju Tembagapura, dipertengahan jalan akan dilakukan pertukaran kendaraan dan sopir karena kendaraan dari lowland menjemput dengan membawa kontainer kosong.

"Makanya saya memberitahukan bapak bupati dan wakil bupati agar sopir-sopir trailer kami tetap bekerja karena sopir trailer yang ada di atas tidak boleh turun dan di bawah juga tidak boleh naik. Operatornya pun tidak boleh tinggal di atas karena kalau ke atas kena isolasi," kataJonny.

Menurutnya hanya ini cara terbaik agar kebutuhan makanan bagi karyawan di atas tetap terpenuhi. Karena tidak mungkin pengangkutan dilakukan dengan helikopter.

Lanjutnya, karena keterbatasan ini pula maka jumlah angkutan yang beroperasi di bawah tidak berjalan normal. Hanya 60 kendaraan sehingga PTFI akan mengutamakan pendistribusian makanan dan sayuran.

"Karena tidak ada cara lain, tidak mungkin gunakan helikopter belum lagi masalah keamanan, kemarin siang saja ada di tembakan saat antar bahan makanan untuk anggota," ungkapnya. (Shanty)

Bea Cukai Amampare Bantu 200 Liter Alkohol Kepada Tim Gugus Tugas Covid-19

Bantuan diterima langsung oleh Jubir Covid-19 Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA,BM

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Amamapare memberikan bantuan 200 liter alkohol 98 persen kepada tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19.

Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah guna memerangi pandemi virus corona yang kini sudah mulai menyebar di 5 distrik, yang mana 4 distrik diantara sudah masuk zona merah yakni Mimika Baru, Wania, Kuala Kencana, Tembagapura serta Distrik Mimika Timur yang sudah masuk zona kuning.

Penyerahan alkohol ini diberikan Kepala Sub Bagian Bea Cukai Amamapare, Widodo kepada Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Mimika, Reynold Ubra yang berlangsung di Sekretariat Gugus Tugas, Kamis (16/4).

Jubir Reynold Ubra mengatakan bantuan ini sangat berarti karena alkohol sangat sulit di temukan, apalagi hand sanitizer. Dengan bantuan ini pihaknya akan membuat hand sanitizer untuk membantu teman-teman medis dalam menangani pasien.

"Bantuan ini sangat berarti bagi kami, apalagi saat ini persediaan kami juga sangat terbatas. Terima kasih untuk Bea Cumai Amamapare yang sudah membantu kami dalam melawan pandemi ini,"ujar Reynold Ubra.

Widodo mengatakan Bea Cukai Amamapare siap bekerjasama dengan Pemda Mimika untuk memerangi pandemi ini sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7 Tahun 2020 dan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07 Tahun 2020.

Dalam permenkes diatur relaksasi beberapa komoditas alat kesehatan untuk keperluan penanganan Covid-19, dimana sebelumnya impor alat kesehatan secara umum berlaku ketentuan pembatasan atau harus memiliki perizinan impor berupa izin edar atau Special Access Scheme (SAS) dari Kementerian Kesehatan.

"Dengan diterbitkannya aturan ini, alat kesehatan, alat kesehatan diagnostic in vitro dan perbekalan kesehatan rumah tangga yang digunakan untuk penanggulangan Covid-19 yang tercantum dalam peraturan tersebut di atas diberikan relaksasi yaitu tidak lagi wajib izin edar atau SAS, melainkan hanya dengan rekomendasi pengecualian izin dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” jelasnya kepada BeritaMimika.

Selain bantuan alkohol dan relaksasi kepada Tim Gugus Tugas, Bea Cukai Amamapare juga rutin memberikan bantuan masker kepada instansi-instansi yang membutuhkan.

“Selama ini kami juga terus memberikan bantuan kepada instansi yang membutuhkan masker. Satu persatu instansi di Kabupaten Mimika kami datangi dan kami sumbangkan masker. Ini yang dapat kami lakukan saat ini guna mendukung semua pihak dalam memerangi Covid-19 di Mimika,” tutupnya. (Shanty)

PT Freeport Indonesia Salurkan Bahan Makanan Bagi Masyarakat Kamoro dan Amungme  

Raut kegembiraan warga usai menerima bantuan bama dari PTFI
 

MIMIKA, BM

Di tengah pandemi COVID-19, PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui divisi Community Affairs terus melakukan berbagai upaya untuk membantu masyarakat di sekitar area operasi perusahaan.

Salah satunya dengan memberikan bantuan kemanusiaan berupa bahan makanan kepada masyarakat Amungme dan Kamoro (AMOR) yang tinggal di sekitar area operasi perusahaan.

Dalam melakukan aksi kemanusiaan ini, PTFI melakukan koordinasi dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian COVID-19 Mimika serta Dinas Koperasi Ekonomi Kreatif serta UMKM Mimika.

“Kami sadar betapa pandemi telah membawa berbagai macam dampak yang tidak diinginkan bagi kehidupan hampir setiap lapisan masyarakat. Dalam melalui masa-masa penuh tantangan ini, kami berusaha untuk terus mendukung Pemerintah Mimika dalam memastikan kebutuhan pokok warga, seperti bahan makanan agar dapat tetap terpenuhi,” ujar Direktur Community Affairs dan Social Responsibility PT Freeport Indonesia Claus Wamafma.

Sejak Kamis (9/4) bantuan tahap pertama sudah disalurkan secara bertahap kepada masyarakat Kamaro di lima desa, yaitu Desa Koperapoka, Ayuka, Tipuka, Nawaripi dan Desa Nayaro. Bantuan juga diberikan kepada masyarakat Ex-Banti yang mengungsi ke Timika karena gangguan keamanan.

Bantuan ini  diberikan untuk membantu sekitar 4.500 jiwa dalam bentuk 2.132 sak beras, 6.000 liter minyak goreng, 4.800 dus mi instan, telur, susu dan makanan bayi.

“PTFI masih terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk dapat menyalurkan bantuan kemanusiaan ini bagi masyarakat di wilayah lain,” lanjut Claus.

Bantuan tahap kedua PTFI akan dilakukan dengan mekanisme yang sama mulai akhir April nanti. Pengadaan bantuan tahap kedua dilakukan atas kerjasama Tim Community Affairs PTFI, Koperasi Mimika Bintang Laut (KMBL), Pemerintah Daerah dan dengan pengusaha lokal binaan PTFI sebagai supplier.

Penyerahan bantuan oleh perwakilan PTFI kepada masyarakat 

Selain menyediakan bahan makanan bagi masyarakat, PT Freeport Indonesia melalui Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) juga telah memberi bantuan penanganan Covid-19 kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua dan Pemerintah Pusat.

“Mari kita saling bekerja sama, melakukan apa yang kita bisa, untuk mendukung satu sama lain dalam melalui pandemi ini,” tutup Claus Wamafma.

Perlu diketahui, selain bantuan bahan makanan (bama), sebelumnya PT Freeport Indonesia juga telah menunjukan kepedulian mereka dengan menggelar Sosialisasi Pencegahan Penularan dan Penyebaran Coronavirus Disease (COVID)-19 kepada masyarakat Kamoro dan Amungme.

Sosialisasi yang telah dilakukan hingga akhir Maret lalu juga dilakukan di Kampung Tipuka (Distrik Mimika Timur), Ayuka (Mimika Timur Jauh) Nawaripi, Koperapoka dan Kampung Nayaro (Distrik Mimika Baru). Kelima kampung ini merupakan binaan PTFI.

Sementara sosialisasi kepada masyarakat Amungme telah dilakukan di pemukiman Mil 32, SP 2, Jalan Baru dan daerah Irigasi, dimana di daerah ini dihuni masyarakat Amungme yang berasal dari beberapa kampung di dataran tinggi (Banti, Opitawak dan Kimbeli, Tsinga dan juga lembah Hoya).

Selain diajarkan cara menjaga kebersihan dan kesehatan kepada warga, PTFI juga melakukan penyemprotan desinfektan di berbagai fasilitas umum seperti kantor desa, rumah pintar, kantor PKK, rumah adat, rumah ibadah, pangkalan ojek, pos terpadu, sekolah serta rumah-rumah warga.

Tiap akhir sosialisasi di masing-masing kampung, PTFI juga membagi-bagikan cairan sterilisasi, masker dan sabun untuk mencuci tangan dan mandi kepada masyarakat setempat. (Ronald

Top