Nasional

Biaya Rapid Tes di Mimika Tetap Rp 600 Ribu Untuk Pelaku Perjalanan

Wabup John saat mengikuti video confrence tadi malam

MIMIKA, BM

Beredarnya Surat Edaran Nomor HK.02.02/ I/2875/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test Antibodi menimbulkan pertanyaan di masyarakat.

Pasalnya dalam surat edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tertanggal 6 Juli 2020 ini menyebutkan bahwa batasan tarif tertinggi untuk pemeriksaan rapid tes antibodi hanya Rp150.000.

Sementara biaya rapid tes bagi masyarakat Mimika yang ingin melakukan perjalaan ke luar daerah berdasarkan Perbup Mimika Nomor 14 tahun 2020 adalah Rp600.000.

Agar warga Mimika tidak salah dalam menanggapi beredarnya surat edaran ini, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan perihal surat tersebut.

Wabup John mengatakan, Selasa (7/7) malam ia bersama Jubir Covid-19 Kabupaten Mimika, Reynold Ubra melakukan rapat video confrence bersama Menko PMK, Menteri Kesehatan dan Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Indonesia serta Komisi XIII DPR RI.

Rapat ini diikuti juga Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal bersama Forkomoinda Provinsi Papua yang dimulai pukul 20.00 Wit hingga 23.00 Wit.

Wabup menjelaskan bahwa terkait rapid tes yang digunakan ada perbedaan spesifikasi dan sensitivitasnya. Tiap daerah juga menggunakan berbeda-beda terutama di bandara.

Dalam pertemuan ini Wabup John mengatakan jika ingin memerangi penularan Covid-19 secara spesifik maka harus menggunakan rapid tes yang memiliki sensitivity tinggi.

"Dalam pertemuan saya sampaikan bahwa di Mimika kita menggunakan yang rapid reagen dan alat rapid yang sensitivitynya tinggin (igg/igm) sehingga mahal dan biayanya Rp600.000 untuk pelaku perjalanan. Namun untuk masyarakat yang bukan pelaku perjalanan, kami gratiskan," ungkapnya kepada BeritaMimika.

Wabup John menyebutkan, penggunaan rapid tes yang biasa dan murah berdampak pada keakuratan hasil tes antibodi. Bahkan sudah 6 penumpang tujuan Mimika ketika tiba di Timika, hasilnya reaktif.

"Sebelum ke Mimika ada yang gunakan rapid tes yang spesifikasinya tidak seperti yang kita gunakan. Sebelum berangkat, mereka tes hasilnya negatif, tetapi tiba di Timika kita tes hasilnya reaktif. Bahkan kami langsung lakukan swab dan periksa PCR ternyata positif Covid-19. Jumlahnya bahkan 6 orang," ungkapnya.

Wabup mengatakan bahwa harga rapid tes di Mimika tetap mengacu pada Peraturan Bupati Mimika Nomor 14 tahun 2020. Artinya Mimika masih tetap memberlakukan biaya rapid tes dengan harga Rp600 ribu.

Kepada BeritaMimika, Wabup John mengatakan ke depan semua daerah di Indonesia akan menggunakan rapid tes buatan dalam negeri.

Harga jualnya hanya Rp90 ribu namun sensitivitasnya lebih berkualitas dan terjamin keefisiennya dalam membaca hasil reaktif dan non reaktif. Ini merupakan instruksi dari menteri kesehatan.

"Ini akan digunakan untuk semua pelaku perjalanan. Tapi saat ini belum diproduksi dalam jumlah banyak dan kita belum dapat. Jadi kesimpulannya, surat edarannya sudah keluar, tapi barangnya belum ada sehingga kita masih diperbolehkan menggunakan yang saat ini kita gunakan dengan harga yang masih mahal," jelasnya.

"Untuk menjaga jangan sampai kejadian seperti yang dialami 6 warga yang baik ke Timika maka kita perketat di bandara. Penumpang datang kami rapid ulang dan screening secara acak. Kita berharap tidak ada pagi yang lolos dan semua yang datang aman dan sehat. Jadi masyarakat boleh menilai untuk saat ini kita gunakan rapid tes yang mana? Murah tapi tidak aman atau mahal tapi kita semua sehat dan terlindungi," ujarnya. (Ronald)

Pesan Sederhana Dari Perayaan HUT Bhayangkara ke-74

Danrem TNI Bangun Nawoko saat hadir membawakan kue ulang tahun

MIMIKA, BM

Selamat Ulang Tahun untuk Semua Anggota Kepolisian Indonesia! Jaya Selalu Polisiku!

Anggota Kepolisian Republik Indonesia saat ini terlihat lebih humanis dan bersahabat jika dibandingkan dengan penilaian masyarakat terhadap mereka beberapa waktu lalu.

Keberadaan polisi ketika itu oleh sebagian masyarakat dianggap sebagi momok yang menakutkan. Bahkan ada warga yang takut melakukan komunikasi dengan anggota polisi secara langsung.

Cara pandang inipun secara tidak langsung terbawah hingga ke dalam rumah. Ketika ada anak yang nakal atau malas belajar, polisi digunakan untuk menakut-nakuti mereka. Padahal jaman itu, ketika ditanya, sebagian besar anak-anak pasti ingin menjadi polisi.

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis pada perayaan HUT Bhayangkara ke-74, Rabu (1/7) kemarin, kembali mengingatkan hal ini kepada seluruh anggota kepolisian Republik Indonesia.

Ia secara tegas meminta anggota kepolisian selalu hadir ditengah masyarakat dan menyatu dengan mereka.

Citra positif polisi yang semakin dekat, bersahaja dan selalu berada diantara masyarakat kembali diingatkan pada momen ini.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Mimika, AKBP I.G.G Era Adhinata saat membacakan sambutan Kapolri Idham Azis di Mako Polres Mimika.

“Kita bekerja baik saja belum tentu dinilai baik oleh masyarakat, apalagi tidak bekerja baik. Oleh karena itu teruslah berbuat kebaikan dan selalu dekat dengan masyarakat. Jangan pernah berhenti menebarkan kebaikan bagi semua orang,” ungkapnya.

Dalam sambutan kapolri, disebutkan juga bahwa momen perayaan HUT Bhayangkara tahun ini berbeda dengan perayaan tahun-tahun sebelumnya.

Indonesia saat ini tengah menghadapi badai pandemi Covid-19. Kondisi ini membuat perhatian negara tercurah untuk bagaimana melakukan penanganan dan penanggulangan terhadap situasional ini.

"Kita semua dalam kondisi penuh keprihatinan karena pandemi covid yang masih melanda hampir di seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Di tengah badai pandemi Covid-19 ini, semoga kita selalu diberikan kekuatan untuk dapat melanjutkan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara," ungkapnya.

Dijelaskan tema peringatan HUT Bhayangkara 74 tahun ini adalah "Kamtibmas kondusif masyarakat semakin produktif".

Tema ini menempatkan Polri sebagai alat negara yang bertugas memelihara kamtibmas, sehingga peran mereka dalam menjalankan tugas dan pengabdian harus senantiasa hadir untuk masyarakat terlebih dalam situasi pandemi ini.

Itulah mengapa pada momen HUT tahun ini, wujud nyata kepedulian polri terhadap masyarakat adalah bagaimana membantu mereka yang paling merasakan dampak pandemi ini. Dan wujud nyata perhatian Polri terhadap masyarakat sudah mereka tunjukan.

Wabup John Rettob saat menandatangani pakta integritas

Berbagai perhatian telah mereka curahkan baik dengan menjadi bagian tim gugus tugas, memberikan bantuan sembako kepada masyarakat, rutin menyampaikan instruksi protokol kesehatan, membagikan masker, melakukan donor darah hingga mengikuti rapid tes guna menekan penularan virus Corona.

"Selaku pimpinan polri, saya menginstruksikan untuk melaksanakan bantuan sembako yang diberikan oleh mabes polri sebanyak 60.000 paket akan didistribusikan ke berbagai wilayah Indonesia," ungkap kapolri dalam sambutannya yang dibakacakan kapolres Mimika.

Peringatan HUT Bhayangkara ke 74 kemarin dilakukan secara virtual di ruangan Mako Polres Mimika, Mile 32 yang terkonek dengan prosesi upacara di Istana Negara yang dipimpin langsung Presiden Indonesia, Ir H Joko Widodo.

Usai peringatan secara virtual, dilakukan penandatangan pakta integritas penyerahan hibah bangunan dari Pemkab Mimika kepada Polres Mimika.

Di momen ini dilakukan juga penyerahan penghargaan dari Presiden RI kepada anggota Polri yang berprestasi.

Selain itu dilakukan pula penyerahan penghargaan dari Kapolda Papua kepada dua perwira menengah Polres Mimika yang diakhiri dengan pemberian tali asih.

Pada perayaan HUT Bhayangkara ini, hadir pula Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, Ketua DPRD Robby Omaleng, Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Pio L Nainggolan beserta sejumlah pimpinan TNI-Polri lainnya serta tamu undangan dari berbagai kelompok dan organisasi kategorial di Mimika.

Yang paling mencengangkan pada perayaan ini adalah kehadiran Komandan Korem (Danrem)174/ATW Merauke, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Bangun Nawoko.

Dengan gagah dan penuh kewibawaan, Jenderal (Brigjen) TNI Bangun Nawoko hadir di Mako Polres Mimika dengan menaiki mobil panser sambil membawa kue ulang tahun kepada seluruh anggota Polres Mimika.

Iapun mengajak seluruh anggota Polres Mimika menyanyikan lagu selamat ulang tahun dalam suasana hujan yang terus saja mendera Mile 32.

Mendapatkan surprise yang tidak terbayangkan oleh Danrem 174/ATW Merauke ini, Kapolres Mimika AKBP I.G.G Era Adhinata menyambutnya dengan senyuman dan pelukan hangat sambil mengucapkan terimakasih.

"Terimakasih atas ucapan dan kehadiran ini. Hubungan persaudaraan seperti ini sangat penting bagi kita semua. Sekali lagi, mewakili seluruh anggota Polres Mimika, kami ucapkan terimakasih," ujar Kapolres Era. (Red)

 

Efektifitas Pemberlakuan Pra New Normal Di Mimika Dalam Menghadapi Covid-19


Suasana PSDD di Mimika beberapa waktu lalu, jalanan kota sepih

MIMIKA, BM

Perlu diingat kembali, dalam memerangi pandemi Covid-19 di Mimika, pemerintah daerah telah empat kali memberlakukan status pembatasan sosial.

Semuanya diawali dengan pembentukan Tim Gugus Tugas melalui Instruksi Bupati Mimika Eltinus Omaleng Nomor 1 Tahun 2020 pada 25 Maret lalu.

Pemberlakuan pembatasan sosial ini diawali dengan status Siaga Darurat Covid-19 kemudian Tanggap Darurat Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD), Tanggap Darurat Pra New Normal dan Status Tanggap Darurat Adaptasi Hidup Baru.

Pemberlakukan Status Tanggap Darurat Pra New Normal akibat Pandemi Covid-19 di Kabupaten Mimika mulai dilakukan sejak Jumat (4/6) dan telah berakhir pada Kamis (18/6) kemarin.

Terhitung mulai hari ini, Jumat (19/6) hingga Kamis (2/7) nanti Mimika mulai memberlakukan Status Tanggap Darurat Adaptasi Hidup Baru Covid-19.

Kegemilangan Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 serta pastisipasi aktif warga Mimika dalam menerapkan protokol kesehatan di keseharian mereka, membuat fase Pra New Normal dikatakan sukses dalam membendung lajunya virus Corona di negeri ini.

Hal ini dibuktikan dengan menurunnya angka reproduksi efektif Covid-19 hingga mencapai 0,7 persen. Prestasi inipun mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal dan pimpinan daerah kabupaten kota di Papua.

BeritaMimika mencatat, selama 14 hari fase Pra New Normal, Mimika mampu menyembuhkan 115 pasien yang terkena Covid-19.

Jumlah ini membuang jauh penambahan kasus positif baru yakni 65 pasien. Dalam kurun waktu ini, tercatat juga hanya 1 pasien yang dinyatakan meninggal dunia, terhitung hingga Kamis (18/6) tadi malam.

Jumlah kasus Covid-19 di Mimika secara keseluruhan terhitung mulai 25 Maret lalu hingga Kamis malam berjumlah 353 kasus. Pasien sembuh telah mencapai 230 kasus.

Dari 353 kasus ini, kasus aktif atau jumlah pasien Covid-19 yang masih dirawat adalah 117 pasien. Sementara pasien meninggal sejauh ini baru 6 orang.

Selama fase Pra New Normal, penambahan kasus baru positif Covid-19 terbanyak terjadi pada Rabu (17/6) yakni 11 kasus, sementara pasien sembuh terbanyak dan menjadi rekor kasus sembuh di Mimika terjadi pada Minggu (14/6) dengan 24 kesembuhan.

Bukan hanya di kasus kesembuhan, di fase Pra New Normal, banyak warga Mimika juga telah dinyatakan sehat dan bebas masa pemantauan sebagai Pasien Dalam Perawatan, Orang Dalam Pengawasan (ODP) serta Orang Tanpa Gejala (OTG).

Sejak 25 Maret Hingga tadi malam tersisa 15 PDP, 500 ODP dan 996 OTG yang sedang dirawat dan dipantau. Secara keseluruhan, jumlah PDP yang selesai masa pemantauan dan dinyatakan sehat adalah 238 orang, ODP 884 dan 937 OTG. Sementara spesimen yang telah diperiksa hingga tadi malam kurang lebih mencapai 12 ribu spesimen.

Selama Pra New Normal beberapa distrik, kelurahan dan kampung juga mengalami perubahan status. Beberapa wilayah awalnya zona merah kini menjadi kuning. Begitupun dari zona kuning berubah menjadi hijau.

Perubahan terjadi karena penyebaran kasus semakin berkurang dan yang paling menentukan adalah banyaknya pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh.

Dua distrik yakni Iwaka dan Distrik Mimika Timur dari zona kuning kini berubah menjadi zona hijau. Sementara Distrik Tembagapura, Mimika Baru dan Kuala Kencana masih zona merah.

Distrik Tembagapura termasuk Mimika Baru, walau banyak pasien telah sembuh namun penyebaran kasus di wilayah ini masih tergolong tinggi sehingga statusnya belum ada perubahan. Begitupun Kuala Kencana yang awalnya kuning, kini kembali merah.

Sementara dari 3 kelurahan, Kelurahan Harapan telah berubah statusnya menjadi Zona hijau. 2 lainnya yakni Kwamki dan Kelurahan Tembagapura masih dinyatakan sebagai zona merah. Kampung Pomako yang awalnya zona kuning juga telah berubah menjadi zona hijau.

Selama masa Pra New Normal, Tim Gugus Tugas juga melakukan rapid tes kepada pelaku perjalanan ke luar daerah dan mereka yang terkena rapid tes massal secara random.

Jumlahnya melebihi angka 2000-an orang. Dari jumlah ini hampir 100 warga Mimika ditemukan positif rapid tes, akibatnya ada yang menunda perjalanan mereka dan harus melakukan isolasi mandiri.

Jumlah ini dipastikan lebih banyak lagi karena data terakhir yang tercover di BeritaMimika hingga Jumat (12/6) pekan lalu. Sementara jumlah keseluruhan rencananya baru akan direkap malam ini oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika.

Beberapa waktu lalu, Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika melalui Juru Bicara Reynold Ubra juga merilis keseluruhan jumlah pasien berdasarkan jenis kelamin, jenis pekerjaan dan usia serta jumlah pasien dengan kasus komorbit, dimulai sejak 25 Maret lalu.

Perlu diketahui, dari total 353 pasien Covid-19 di Mimika, 77 persen didominasi oleh pria sementara wanita hanya sebesar 23 persen.

Distribusi kumulatif menurut jenis pekerjaan menempatkan karyawan swasta baik di Tembagapura maupun di seputaran Kota Timika berada pada posisi teratas sebagai pasien Covid-19 dengan jumlah 186 pasien atau 55,52 persen dari 353 kasus.

Urutan berikutnya adalah ASN dan honorer Pemda Mimika yakni 41 orang, TNI Polri 21, ibu rumah tangga 16, wirausaha 9, tokoh agama 6 dan kelompok non pekerja yang adalah bayi, remaja dan belum bekerja yang terkena Covid-19 adalah 29 orang.

Dari pengelompokan umur, usia 65 tahun ke atas 7 kasus, usia 55-64 sebanyak 19 kasus, usia 45-54 jumlahnya 105 kasus, 25-34 ada 75 kasus, 15-24 tahun 44 kasus dan usia dibawah 15 tahun berjumlah 12 kasus.

Reynold Ubra juga mengatakan bahwa dari keseluruhan pasien positif yang dirawat di RSUD, RSMM dan Rumah Sakit Tembagapura, 95 persen positif tanpa gejala atau OTG dengan gejala ringan.

Dari jumlah pasien Covid-19, beberapa pasien diantaranya dirawat dengan komorbit atau memiliki penyakit bawaan seperti jantung, dibataes, asma (Ispa) termasuk komplikasi lainnya.

Selama musim pandemi ini, Jubir Reynold Ubra sering mengingatkan warga Mimika agar selalu mematuhi protokol kesehatan.

Tiga hal sederhana yang wajib dilakukan adalah menggunakan masker, menjaga jarak atau social distancing dan rutin membersihkan tangan diair mengalir minimal 20 detik sebelum menyentuh mata, hidung dan mulut.

Selain itu ia juga sering mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga imunitas tubuh dengan kualitas tidur 8-10 jam sehari, makan tepat waktu, menjaga perimbangan asupan gizi dan berjemur pada pukul 08.00 Wit - 09.00 Wit serta berolahraga minimal 15 menit sehari.

Jika mengalami sesak nafas, demam, batuk maupun pilek, maka warga diminta segera memeriksakan diri atau menghubungi Call Centre 119.

"Kita harus mulai bersahabat dengan Covid-19 karena hingga saat ini belum ada vaksinnya. Menerapkan protokol kesehatan secara disiplin adalah cara ampuh agar kita tidak tertular. Perlu diingat bahwa penularan covid terlalu gampang dan mudah bepindah dari satu orang ke orang lain. Ini membuat kita semua memiliki kesempatan yang sama untuk tertular apalagi rata-rata kasus positif Covid-19 di Mimika tidak memiliki gejala apapun. Kalau kita mampu menjaga diri, maka kitapun ikut menjaga keluarga dan orang lain di sekitar kita," ungkapnya.

Reynold bahkan menyebutkan efektifitas dari pemberlakuan penggunaan masker, jaga jarak dan rutin mencuci tangan.

Penggunaan masker medis membuat sesorang terlindung 7 kali dari penularan. Masker biasa atau masker rumah tangga 5 kali terlindungi.

Hanya saja harus diingat, penggunaan masker tidak boleh lebih dari 4 jam. Masker biasa setelah digunakan, harus dicuci dan dijemur di panas matahari.

Cuci tangan harus menggunakan sabun di bawah air mengalir minimal 20 detik, membuat seseorang terlindungi 5 kali dibandingkan yang tidak gunakan masker. Sementara dengan menjaga jarak, resiko tertular hanya 1 persen.

"Mau tidak mau, suka ataupun tidak suka, kita berada di wilayah andemis jadi mari selalu gunakan masker sebagai gaya hidup. Pada intihnya, apapun status dan kondisi kita hari ini, kita harus mulai terbiasa untuk menyesuaikan diri dengan tatanan kehidupan kenormalan yang baru," ujarnya mengingatkan. (Ronald)

Top