Nasional

Ini Penyebab Cuaca di Mimika Terasa Begitu Panas

Kepala BMKG Mimika (putih) bersama stafnyaKepala BMKG Mimika bersama stafnya

MIMIKA, BM

Beberapa hari terakhir banyak warga Mimika mengeluhkan kondisi cuaca yang dirasakan lebih panas dari hari-hari sebelumnya.

Keadaan ini membuat sebagian warga cenderung berdiam diri di rumah jika tidak memiliki urusan berarti di luar.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geografi (BMKG) Kabupaten Mimika, Okto Firdaus Fajri Rianto, kepada BeritaMimika mengatakan ini merupakan kondisi normal.

Tidak ada perubahan atau gangguan alam yang mengakibatkan cuaca di Mimika saat ini terasa begitu panas.

“Tidak ada gangguan apa-apa dari luar. Ini murni terjadi karena gerak semu matahari (deklinasi-red) menuju ekuator atau garis tengah (khatulistiwa). Puncaknya nanti tanggal 21 maret. Kondisi ini akan terjadi hingga tanggal itu. Ini yang membuat sehingga kita merasa bahwa matahari seperti tepat berada di atas kita,” ungkapnya melalui telepon.

Firdaus menjelaskan, untuk Indonesia termasuk Mimika kondisi ini akan terjadi dua kali dalam satu tahun. September tanggal 23, cuaca seperti ini akan kembali dirasakan masyarakat.

“Ini normal, kita di Mimika suhu tertinggi februari kemarin sampai sekarang masih sekitar 35 derajat. Kita belum pernah sampai 39 tertinggi 36 derajat tapi inipun jarang,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi seperti ini hampir dirasakan oleh seluruh daerah di Indonesia, terutama di wilayah selatan.

“Kita di Timika tidak usah khawatir karena kita dibantu dengan hutan yang lebat sehinga curah hujan selalu ada dan penguapan air laut,” katanya.

Terkait keadaan alam ini, BMKG Mimika belum mendapatkan info adanya kekeringan di daerah-daerah lain. Namun Firdaus berharap warga Mimika banyak mengkonsumsi air minum agar tidak dehidrasi.

“Aktifitas seperti biasa tapi kalau bepergian jangan lupa banyak minum atau siapkan bekal air supaya tidak dehidrasi. Pakai pakaian juga jangan yang terlalu tebal, warna jangan yang kontras tapi pakai yang berwana putih karena lebih soft,” ujarnya. (Ronald)

Makna Rabu Abu 2020 : Gereja Tidak Boleh Diam, Jangan Rampas Hak Kami

725A624A-0325-41EB-9892-BBCCABCED97D
Seorang anak diberi abu di dahinya sebagai tanda pertobatan

MIMIKA, BM

Umat Katolik saat ini tengah memasuki awal masa Pra Paskah yang merupakan periode pertobatan dan refleksi perjalanan hidup.

Masa ini ditandai dengan Perayaan Rabu Abu yang merupakan hari pertama umat Katolik berpuasa dan pantang selama 40 hari.

Perayaan di Gereja Santo Stefanus Sempan, Rabu (26/2) malam dipimpin langsung Pastor Paroki Maximilanus Dora OFM.

Makna Rabu Abu yang disampaikan melalui khotbahnya dikatakan bahwa Gereja Katolik tidak akan diam melihat dan menyaksikan pembangunan ekonomi di negeri ini hanya mengutamakan dan menguntungkan segelintir manusia tetapi menghancurkan banyak rakyat khususnya rakyat kecil.

“Gereja dipanggil untuk menegakan keadilan dan persamaan di dunia ini termasuk di Papua. Sungguh tragis bila liturgi-liturgi di gereja kita begitu indah namun manusia-manusia di sekitar kita mengalami kemiskinan, keterpurukan dan hancur baik rohani maupun jasmani,” tegasnya.

Pastor berharap baik pemerintah dan semua lembaga swasta termasuk perusahan yang menyentuh langsung masalah ini agar menjaga kehidupan ekonomi yang bermartabat.

“Kita semua dituntut untuk menjaga ekonomi yang bermartabat. pembangunan ekonomi di tanah Mimika ini diwarnai dengan nilai-nilai injil sehingga harus ada keadilan, kejujuran dan kedamaian,” ungkapnya.

Pastor Max juga menyayangkan banyaknya mafia tanah di Mimika. Sejak 2014 ia melihat bahwa tanah-tanah di Mimika lebih banyak didominasi oleh pendatang. Bahkan merekalah yang melakukan transaksi jual beli, bukan masyarakat Kamoro dan Amungme.

“Jangan rampas hak kami, hak mereka. Yang hanya boleh menjual tanah adalah orang Kamoro dan Amungme namun sekarang telah berbeda, banyak orang mulai menjual tanah di negeri ini dengan cara-cara serakah. Mari kita bersikap jujur dan adil terhadap tanah ini. Ini menjadi bahan permenungan kita selama masa pertobatan ini,”ujarnya.

Pada perayaan ekaristi Rabu Abu ini, dibacakan juga Surat Pra Paskah 2020 Keuskupan Timika yang ditulis oleh Administrator Diosis Keuskupan Timika, Pastor Marthen Ekowaibi Kuayo, Pr.

Pastor Max mengatakan pada momen-momen pra paskah sebelumnya, surat gembala selalu dituliskan oleh Almarhum Uskup John Philips Saklil Pr. Momen ini kembali membangkitkan rasa rindu padanya.

“Kita memasuki masa pra paskah pada Rabu (26/2). Setiap tahun kita membuka masa pra paska yang ditandai dengan abu di dahi masing-masing. Abu sebagai tanda atau simbol bahwa kita memasuki masa pantang dan puasa. Pantang adalah mengurangi kebiasaan dalam hidup seperti merokok, perjudian dan lain-lain,” ujarnya membacakan Surat Gembala.

Puasa berarti makan satu kali dalam sehari khususnya pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung. Bunda gereja mengajak kita semua untuk berpantang dan berpuasa sebagai tanda solider dengan sesama dan mendekatkan diri dengan Tuhan sebagai pemberi kehidupan.

Dalam usaha untuk menghayati arti masa pra paskah, maka kita dibantu tema aksi puasa pembangunan yang ditawarkan KWI dengan merenungkan tema “Membangun Ekonomi yang Bermartabat”.

Tema ini mau mengingatkan bahwa ekonomi untuk melayani manusia karena pembangunan ekonomi berpusat pada manusia. Manusia menjadi tolak ukur pengembangan ekonomi. Ini berarti bahwa pengembangan ekonomi jangan mengeksploitasi manusia dan alamnya.

Ekonomi jangan semata dipandang sebagai lahan bisnis karena dengan demikian, martabat manusia tidak mendapatkan tempat dalam kehidupan ini.

Manusia jangan menjadi barang yang dapat diperjualbelikan oleh siapapun untuk memperoleh keuntungan yang berlebihan.

Lanjutnya, Gerakan Tungku Api kehidupan menjadi perhatian Keuskupan Timika beberapa tahun terkahir besama Almarhum Uskup John Philip Saklil Pr. Tungku merupakan simbol dan lambang kehidupan yang mengarahkan manusia kepada kesejahteraan.

“Kita berbicara tentang tungku api kehidupan berarti kita bicara tentang bagaimana orang menjadi manusia yang sejahtera. Wujud kehidupan sejahtera merupakan impian semua orang. Kesejahteraan akan terwujud dalam bentuk kerja. Kerja merupakan pintu masuk. Kita tidak akan mencapai kesejahteraan ketika melupakan nilai kerja dalam hidup,” ungkapnya.

Kita diajak untuk meningkatkan etos kerja karena panggilan hidup manusia sebagai makhluk individu dan sosial terungkap dalam wujud kerja.

Kerja merupakan satana efeketif untuk melawan kemisiskinian dan menuju kesejahteraan hidup (Amsal 10-4).

Dikatakan Allah telah memberi alam semesta untuk keberlangsungan hidup manusia. Namun daerah yang kaya akan sumber daya alamnya semisal Mimika, belum menjamin masyarakatnya sejahtera.

Dalam keadaan ini, masyarakat yang tergolong miskin tidak akan mendapatkan keuntungan dari sumber daya alam yang memadai karena beberapa alasan.

Pertama, kemisikinan karena struktur yang menjadi penghalang. Struktur kekuasaan dan tata pemerintahan serta sosial yang menyebabkan terjadinya ketimpangan dan hilangnya kemampuan sesesorang untuk mendapatkan sumber daya yang ada.

Kedua, kemiskinan karena ketebatasan keterampilan dan skill atau pengetahuan yang dimiliki oleh orang untuk memiliki kemauan agar ikut terlibat.

Ketiga, kemiskinan terjadi karena kemalasan di diri manusia. Sumber daya alam melimpah dan tanah yang luas namun lemahnya semangat keria menyebabkan manusia hidup dalam keterbatasan. Menjadi apatis dan tergantung pada orang lain. Mencari gampang dalam hidup dan tidak mau berjuang.

“Dalam masa pra paskah ini mari kita merefeleksikan diri kita untuk melepaskan diri dari semua penghalang yang membuat hidup kita menjadi miskin,” ujar Pastor Max di akhir khotbah perayaan ekaristi Rabu Abu. (Ronald)

Kementerian Perindustrian Gelar Pelatihan Pengembangan Wirausaha Industri Baru Di Mimika


Wabup John membuka kegiatan didampingi Trifena Tinal

MIMIKA,BM

Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin) RI menggelar kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Kecil Menengah (WUB IKM) di Kabupaten Mimika yang dibuka di Hotel Grand Mozza, Rabu (4/3).

Kegiatan ini diikuti oleh 120 peserta yang berasal dari wirausaha minuman olahan kopi dan barista (20 peserta), wirausaha makanan ringan berbahan dasar sagu (20) dan wirausaha IKM service komputer (20).

Lainnya, witausaha service handphone (20), kerajinan anyaman dari akar pohon (20) dan wirausaha IKM konveksi (20).

Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob membuka kegiatan ini ditandai pemukulan tifa. Turut hadir dalam giat ini, Anggota Komisi VI DPR RI Trifena Tinal.

Wabup John dalam sambutannya berharap sinergitas yang dibangun antara Kementerian Perindustrian dengan Pemerintah Kabupaten Mimika membuat sektor industri di Mimika semakin maju dan melebar.

Selain itu dapat mempercepat peningkatan jumlah wirausaha industri, meningkatkan potensi dan bekonstribusi serta mengembangkan pemberdayaan ekonomi yang pada akhirnya berdampak positif terhadap ekonomi.

Dikatakan, program kegiatan ini sangat tepat dan penting dalam menghidupkan usaha-usaha kecil maupun menengah di Mimika.

Kegiatan ini juga berpotensi membuka usaha baru bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan karena dunia kerja saat ini bukan hanya menjadi pegawai ASN.

“Ini sangat bagus sekali, kita harapkan apa yang diterima dari pemateri yang hadir bisa dikembangkan oleh wirausaha yang hadir, jangan hanya datang saja terus nanti tidak kembangkan usahanya,” tutupnya.

Sementara, Anggota Komisi VI DPR RI, Trifena Tinal mengatakan, kegiatan IKM ini merupakan kerjasama Kementerian Perindustrian dan Komisi VI DPR RI.

Trifena mengatakan pihaknya diminta untuk menunjukkan tempat pelaksanaan kegiatan pengembangan IKM dan ia memilih Timika sebagai daerah pertama di Papua untuk pengembangan WIB IKM.

"Khusus di Papua ini kan kalau di Timika belum terlalu banyak yang masuk kalau di Jayapura sudah biasa. Saya rasa kita harus mulai di tempat yang sudah bagus tapi mereka tidak pernah dapat kaya begini dan Timika adalah pilihan yang pas,"tutur Trifena.

Katanya, usai di Timika kegiatan ini juga akan dilangsungkan di 28 kabupaten kota lainnya di Papua sehingga semua masyarakat di Papua dapat merasakan manfaat dari program pemerintah.

"Saya harap para wirausaha baru dan juga pelaku IKM bisa mengikuti kegiatan pengembangan ini agar bisa memberikan manfaat untuk kelangsungan usaha masing-masing,"ujarnya.

Selanjutnya, Staf Kementerian Perindustrian Ani Kusmardiani, dalam laporannya mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada WUB dan IKM sebagai bekal untuk berwirausaha.

"Dengan kegiatan pengembangan ini juga kami harapkan para wirausaha mampu mengaplikasikan hasil dari ini untuk menjalankan usahanya. Sehingga dapat menciptakan peluang lapangan kerja untuk lingkungan sekitar dan juga menumbuhkan perekonomian daerah," ungkapnya. (Shanty)

Top