Nasional

Riza Pratama : PT Freeport Indonesia Tidak Terlibat Sedikitpun Dalam Politik Pemekaran

VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Riza Pratama (Foto Google)

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia menegaskan bahwa mereka tidak terlibat sedikitpun dalam proses politik penentuan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Tengah yang beribukota saat ini di Nabire.

Pernyataan tegas ini disampaikan oleh VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Riza Pratama saat dihubungi BeritaMimika, Senin (4/7/2022).

Penegasan ini sekaligus menjawab segala opini dan isu yang sempat berkembang dan menyebutkan bahwa PTFI menjadi dalang penentuan Nabire sebagai Ibu Kota Provinsi Papua Tengah.

"PTFI tidak pernah terlibat dalam hal pemekaran provinsi dari dulu sampai sekarang," tegasnya.

Riza Pratama mengatakan bahwa PTFI patuh dan tunduk pada hukum dan kebijakan pemerintah sehingga tidak ada alasan apapun bagi manajemen untuk terlibat dalam berbagai persoalan terutama yang berhubungan dengan pemekaran.

"PTFI adalah entitas bisnis yang tunduk terhadap hukum dan kebijakan Pemerintah RI. Dan sesuai kebijakan perusahaan, kami tidak dapat ikut terlibat dalam keputusan politik apa pun, tidak terkecuali penentuan Daerah Otonomi Baru (DOB)," ungkapnya.

Ia berharap penjelasan ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terhasut atau terprovokasi dengan persoalan dan dinamika yang akhir-akhir ini berhubungan dengan pemekaran, apalagi dihubungkan dengan keberadaan PTFI di Mimika.

Keberadaan PTFI di Papua akan terus bersinergi bersama pemerintah dan masyarakat, dan PTFI juga tetap akan berkontribusi dalam hal lain seperti memberikan dukungan pengembangan ekonomi, kesehatan, pendidikan dan infrastruktur. (Ronald Renwarin)

Pinjam Pakai Tanah Pemda Mimika, TVRI Dirikan Stasiun Pemancar TV Digital Di Mayon

Bupati Mimika Eltinus Omaleng saat melakukan peletakan batu pertama

MIMIKA, BM

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia melalui Televisi Republik Indonesia (TVRI) mendirikan stasiun pemancar penyiaran televisi digital di Mayon, Timika.

Penggunaan tanah untuk pembangunan stasiun pemancar yang bersifat pinjak pakai ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng pada Senin (25/4/).

Bupati Omaleng menjelaskan pembangunan stasiun pemancar ini didasari atas dasar nota kesepahaman antara Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia dengan Pemda Mimika.

Nota kesepahaman tersebut berisikan tentang pinjam pakai lahan nomor 1/MOU/15/TVRI/2021 - Nomor: 180/775.

Omaleng juga menyebutkan bahwa luas tanah yang dipinjampakaikan ini adalah 50x50 m². Pembangunan stasiun pemancar ini dananya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) tahun 2022.

"Kita berharap dapat selesai pada Agustus atau September tahun ini sehingga Oktober nanti sudah bisa dioperasikan," ujarnya.

Secara khusus, Bupati Omaleng mengucapkan terima kasih kepada Menteri Kominfo RI dan Direktur Penyelenggaraan Pos dan Informatika karena menjadikan Mimika sebagai salah satu titik pembangunan stasiun pemancar digital TVRI di Provinsi Papua.

"Kita berharap stasiun pemancar ini dapat memberikan pelayanan informasi, baik dalam hal pendidikan, hiburan, budaya, dan sebagainya," ujarnya.

"Semoga dengan kerjasama ini dapat membantu mempublikasikan dan mensosialisasikan program pembangunan wilayah yang akan dan telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Mimika," harapnya.

Sementara itu, Koordinator Infrastruktur Penyiaran Pita Lebar, Indra Siswoyo menjelaskan dalam sambutannya bahwa di 2022 ini, Kemenkominfo akan membangun infrastruktur pemancar TV Digital di 15 lokasi.

"5 diantaranya adalah lokasi baru yang sebelumnya tidak ada satuan transmisi TVRI, maka dari itu akan dibangun satuan transmisi baru termasuk di Nabire dan Mimika," ungkapnya.

Untuk Mimika, Indra mengatakan pemerintah pusat akan membangun infrastruktur berupa gedung, ruang pemancar genset menara, dan perangkat sistem pemancar digital.

Menurutnya pembangunan stasiun pemancar ini akan menjadi awal mulanya stasiun transmisi LPP TVRI di Mimika. Dia juga mengharapkan dukungan dan sinergitas dari berbagi elemen masyarakat.

"Implementasi TV Digital tidak akan berhasil tanpa adanya kolaborasi dan sinergi antara pemerintah pusat, kemkominfo,pemda, lembaga penyiaran publik TVRI, TV lokal maupun komunitas industri perangkat, serta seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung transformasi digital," terang Indra.

"Kami harap dukungan bupati, DPRD, pimpina Forkopimda diskkmimfo dan lainnya untuk bersama mensukseskan pembangunan infrastruktur ini," imbuhnya.

Selain itu, apresiasi juga diberikan oleh perwakilan TVRI Papua, Didik Kusjatmika kepada Pemda Mimika karena telah merespon dengan baik permohonan pinjam pakai lahan tersebut sehingga pembangunan stasiun pemancar dapat direalisasikan.

"Ini merupakan pembangunan pemancar digital pertama dan terlengkap karena ada gedungnya juga. Yang lain mungkin sudah ada gedungnya jadi Kemenkominfo hanya tinggal membangun pemancar," ungkapnya.

"Harapan kami pemancar digital ini dapat dimanfaatkan juga untuk masyarakat pada umumnya untuk menerima konten-konten edukasi gratis, dan bisa membangkitkan kreatifitas masyarakat," ujarnya berharap. (Ade)

Lanal Timika Gelar Doa Bersama Peringati Tragedi KRI Nanggala

Lanal Timika gelar doa bersama peringati Tragedi KRI Nanggal 402

MIMIKA, BM

Lanal Timika menggelar doa bersama guna memperingati 1 tahun tragedi KRI Nanggala-402 beserta 53 kru yang mengalami musibah di laut Bali saat melakukan latihan penembakan torpedo.

Doa bersama yang digelar di Lanal Timika, Kamis (21/4) berdasarkan perintah dari Kepala Staf Angkatan Laut Laksama TNI Yudo Margono, SE. MM yang diteruskan kepada para pimpinan Kotama, para Danlantamal, Danlanal, para Danpasmar dan Kasatker.

"Doa bersama yang dilaksanakan ini untuk mengenang tragedi KRI Nanggala 402 karena ini merupakan peristiwa bersejarah bagi TNI khususnya TNI Angkatan Laut," kata Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Timika, Letkol Laut (P) Apriles Lusien S. M.Han., M.Tr.Opsla usai doa bersama.

Kata Danlanal, 53 awak KRI Nanggala 402 yang gugur dinyatakan telah selesai melaksanakan tugas negara. Mereka gugur sebagai kesuma bangsa yang telah melaksanakan tugas negara.

"Walaupun mereka telah tiada, namun mereka akan tetap melaksanakan Eternal Patrol (patroli abadi) untuk menjaga kedaulatan NKRI. Tragedi KRI Nanggala akan selalu kita kenang," kata Danlanal.

Tak lupa dirinya berpesan kepada prajurit Lanal Timika yang saat ini berdinas agar mencontohi semangat juang dari awak KRI Nanggala 402 Korps Hiu Kencana yang tetap melaksanakan tugas dengan tabah sesuai dengan semboyan mereka.

"Dengan doa bersama ini, diharapkan ke 53 arwah awak KRI Nanggala 402 dapat diterima disisi Tuhan, dan kepada prajurit TNI Angkatan Laut yang saat ini masih bertugas agar mengambil hikmah dari tragedi itu,"ungkap Danlanal.

Diketahui, KRI Nanggala 402 hilang kontak pada Rabu, 21 April 2021 saat melakukan latihan penembakan torpedo di Laut Bali bersama 53 awaknya.

KRI Nanggala kemudian dinyatakan tenggelam pada Sabtu, 24 April 2021 oleh TNI AL setelah ditemukannya puing-puing yang diduga berasal dari kapal selam tersebut. (Ignas)

Top